Benarkah sistem e-learning mampu meningkatkan mutu pembelajaran ? Keraguan ini nampaknya masih bersemayam di dalam benak tidak sedikit staf pengajar di perguruan tinggi, termasuk di ITS. Hal ini terungkap pada saat Pelatihan Sistem E-learning di meeting room P3AI-ITS pada tanggal 19-20 Agustus 2009. Pelatihan ini diikuti oleh staf pengajar dari beberapa perguruan tinggi, yaitu: ITS, ITN Malang, STIKES Pemkab Jombang, Politeknik Negeri Bandung dan Unika Atma Jaya (lihat Daftar Peserta).

(lihat Galeri Foto)
Pada kesempatan itu, ketua P3AI-ITS, Ir. Syamsul Arifin, M.T. memaparkan fakta-fakta hasil penelitian tindak kelas dalam implementasi sistem e-learning yang mampu menjawab keraguan tersebut dengan tuntas dan gamblang.
Sistem e-learning, seperti halnya Share ITS, yang memiliki banyak fitur-fitur untuk manajemen pengguna (mahasiswa, dosen, asisten, dll), manajemen sumber daya belajar (webpage, slideshow, animasi, video, dll) dan manajemen aktivitas pembelajaran (kuis/asesmen, penilaian, forum diskusi, chatting, dll) --- sebagaimana telah disampaikan para fasilitator dari P3AI-ITS --- turut meyakinkan para peserta bahwa sistem e-learning sangat berpotensi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Mengapa kita tidak memanfaatkan sistem e-learning secara maksimal ? Pertanyaan ini yang seharusnya di bawa pulang oleh peserta pelatihan. Bahkan pada kesempatan lain, ketua LPPM, Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa salah satu kriteria dalam Sertifikasi Dosen adalah berkaitan dengan sejauh mana dosen yang bersangkutan telah memanfaatkan multimedia (e-learning) dalam perkuliahan.
Untuk itu, marilah kita manfaatkan Share ITS untuk meningkatkan mutu perkuliahan di ITS dengan semangat Share it !.