Site blog

Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 45 ()
Anyone in the world

Ketika melakukan suatu prosedur inferensi statistik, salah satu asumsi dasar yang harus dipenuhi adalah sampel yang diambil haruslah bersifat acak. Apabila kacakan suatu sampel meragukan, kita memerlukan suatu cara untuk menentukan apakah sampel ini benar-benar acak, sebelum kita melangkah ke tahapan analisis. Beberapa contoh kasus diperlukannya suatu teknik untuk memeriksa keacakan sampel adalah sebagai berikut.

  1. Pada kasus quality control untuk pengawasan dan pengendalian persentase barang-barang yang cacat dari seluruh produk yang dihasilkan. Dalam hal ini, sampel diambil secara berkala, dan persentase produk cacat dari sampel tadi dihitung. Petugas peneliti mencatat apakah persentase produk yang cacat dalam suatu sampel lebih besar atau lebih kecil dari persentase kecacatan dalam proses keseluruhan. Seringkali peneliti juga ingin tahu apakah pola kecacatan yang terjadi pada serangkaian sampel sudah dapat dianggap acak. Pola kecacatan yang kurang acak mungkin saja menunjukkan kurangnya pengawasan terhadap proses produksi.
  2. Dalam analisis regresi, residual diperoleh dari selisih antara nilai sebenarnya dan nilai taksiran. Residual-residual ini bisa bertanda positif atau negatif. Kita memerlukan suatu pengujian keacakan pola terjadinya residual positif dan residual negatif, karena ketidakacakan di sini bisa mengandung arti bahwa salah satu asumsi yang mendasari analisis regresi telah dilanggar.

Prosedur-prosedur untuk menyelidiki keacakan biasanya didasarkan pada banyaknya sifat rangkaian yang terdapat dalam data yang diamati. Dalam hal ini, rangkaian didefinisikan sebagai serangkaian kejadian yang sama yang didahului dan diikuti oleh kejadian dengan tipe yang berbeda. Banyaknya kejadian dalam suatu rangkaian disebut “panjang” rangkaian. Keacakan suatu rangkaian umumnya diragukan apabila rangkaian tersebut terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sebagai contoh, misalkan sebuah sampel dalam suatu eksperimen psikologi terdiri atas 10 subjek. Jika jenis kelamin subjek-subjek dalam dalam urutan pemilihan tersebut adalah

P L P L P L P L P

kita akan mencurigai bahwa sampel itu bukan dipilih secara acak, melainkan menurut suatu prosedur sistematis tertentu. Dalam hal ini, kita meragukan keacakan prosedur itu karena rangkaian di situ terlalu banyak, yaitu 10. Selanjutnya, apabila urutan-urutan pemilihannya menjadi

L L L L L P P P P P

kita akan mencurigai keacakan prosedurnya, karena di sini hanya terdapat 2 rangkaian.

Sebuah prosedur yang dapat membantu kita untuk menentukan apakah suatu rangkaian kejadian merupakan hasil dari suatu proses acak disebut uji rangkaian sampel tunggal (one-sample runs test).

Asumsi-Asumsi

Data yang digunakan untuk analisis terdiri atas serangkaian pengamatan, yang dicatat berdasarkan urutan perolehannya, dan dapat dikategorikan ke dalam 2 kelompok yang saling eksklusif. Misalkan = ukuran sampel total, n1 = banyaknya pengamatan kelompok yang satu, dan n2 = banyaknya pengamatan kelompok yang lain.

Hipotesis

H0: Data pengamatan telah diambil secara acak dari suatu populasi

H1: Data pengamatan yang diambil dari populasi tidak acak

Statistik Uji

r = banyaknya total rangkaian

Daerah Kritis

Tolak H0 jika r ≤ rbawah atau  r ≥ ratas  dari nilai kritis pada Tabel A5 dan A6 (Daniel) untuk r dengan n1 dan n2.

Aproksimasi Sampel Besar

Jika n1 atau n2 > 20, kita tidak dapat menggunakan tabel A5 dan A6 pada pengujian hipotesis kita. Oleh karena itu, digunakan aproksimasi distribusi normal untuk sampel besar.

\displaystyle{ z= \frac{r - \{ [(2n_1 n_2)/ (n_1+n_2)] +1\}}{\sqrt{\frac{2n_1n_2(2n_1n_2-n_1-n_2)}{(n_1+n_2)^2 (n_1+n_2-1)}}} \sim N(0,1)}

Tolak H0 jika |z| = Zα/2 yang diambil dari tabel distribusi normal standar.

 

Referensi

Daniel, W. W. (1978). Applied nonparametric statistics. Houghton Mifflin.

[ Modified: Sunday, 9 December 2018, 1:06 PM ]
 
Anyone in the world

Spekulasi asal-usul atmosfer bumi dan fenomena langit telah menarik fokus manusia dalam setiap peradaban sejak jaman purbakala. Berbagai pandangan, penafsiran, kepercayaan, tentang langit mewarnai sejarah kehidupan manusia. Berbagai artefak-artefak ataupun mitos-mitos tentang benda langit, menjadi bukti fokus perjalanan umat manusis pada pengamatan langit. Pengetahuan ini telah mewarnai pola hidup manusia. Dengan imajinasi dan pengetahuannya, dalam upaya untuk menata hidup material dan spiritualnya, manusia telah mencoba mengungkap rahasia langit. Sebagian cukup realistis, berdasarkan pengamatan dan metodologi ilmiah, seperti teori-teori geosentris, heliosentris, astronomi, meteorologi, dan sebagainya. Namun demikian tiap babak sejarah kehidupan manusia, ada yang mengungkapkan rahasia langit dari mitos yang irrealistis, seperti ramalan bintang, keberuntungan dan kesialan bersama kemunculan bintang tertentu, atau fenomena komet, gerhana, angin, hujan, petir, dan seterusnya, dihubungkan dengan tanda akan ada peristiwa khusus menimpa manusia/alam.

Jika ditelaah lebih lanjut, kedua hal diatas, pendekatan realistis dan irrealistis fenomena langit, telah membawa umat manusia pada pemahaman yang lebih baik pada atmosfer maupun langit.......Atau bahkan dalam rangka membuktikan apakah nasib individu seseorang atau sekelompok orang, bangsa, dan dunia berhubungan dengan fenomena langit. Percaya atau tidak, suatu saat kedua pendekatan itu, pendekatan realistis dan irrealistis yang benar pijakannya, akan bertemu pada satu titik pemahaman yang mendalam bagi ilmu pengetahuan manusia, tentang kebesaran penciptaan alam oleh Tuhan. Lihat selengkapnya di: spekulasi-asal-usul-atmosfer-bumi-fenomena-langit-fluktuasi-oksigen/

[ Modified: Friday, 9 November 2018, 9:59 AM ]
 
Anyone in the world

Air merupakan salah satu zat yang melimpah, menjadi unsur dan pendukung utama kehidupan, di muka bumi. Seluruh makhluk hidup secara alamiah tersusun atas beragam zat, dan zat penyusun yang paling besar adalah air.......perubahan wujud air adalah kunci keberlanjutan kehidupan di alam....Mungkin tidak bisa dibayangkan, jika air tidak mengalami anomali.....seluruh kehidupan di dalamnya telah membeku, seluruh mahkluk hidup didalamnya terjebak dalam es, tidak ada respirasi, tidak ada transport makanan (materi-energi), mungkin tidak ada kehidupan....

baca selengkapnya di: warstek.com/2018/10/06/anomali-air-kunci-keberlanjutan-kehidupan-di-alam-raya

[ Modified: Wednesday, 24 October 2018, 12:53 PM ]
 
Picture of Ilham Wicaksono 2215100063
by Ilham Wicaksono 2215100063 - Sunday, 21 October 2018, 7:09 PM
Anyone in the world

Nama   : Ilham Wicaksono

NRP    : 07111540000063

Matkul : Perancangan Integrasi Sistem

OTOMATISASI

PENGATUR SUHU RUANGAN

1. Kovensional

Pengatur suhu ruangan dalam bentuk air conditioner atau heater biasa di pakai dengan pengaturan manual, baik remote atau tidak. Di Indonesia hal ini sering dilakukan menggunakan remote dalam mengatur suhu AC sesuai keinginan. Walaupun dalam AC sendiri sudah dari dulu menggunakan controller untuk mengatur suhu, namun set point suhu masih harus diatur oleh penggunanya secara manual.

 

 split-ac.jpg

 Gambar 1. proses konvensional penggunaan remote control padaAC

            Di negara 4 musim, penggunaan room heater wajib digunakan. Penggunaannya pun memerlukan kontroller yang biasa berupa thermostat.

8ecb8b5c10a19ccbe1daba7bc38ec77cw-c31179 

Gambar 2. Penggunaan thermostat konvensional dalam rumah

 

2. Otomatis

Penggunaan smart thermostat membuat pengaturan suhu ruangan lebih praktis.

 

 Gambar 3. Contoh smart thermostat: Google nest.

Hal ini dikarenakan, selain sebagai controller yang mengatur suhu sesuai setpoint yang dikehendaki, smart thermostat yang terhubung dengan internet dan berbagai sensor dapat mengatur setpoint yang paling cocok dengan keadaan pada suatu waktu. Hal ini dapat di hitung dari perkiraan cuaca, suhu yang didapat sensor, dan preferensi dari pengguna sendiri.

User dapat pula mengatur secara manual seperti thermostat pada umumnya, namun thermostat ini memiliki kelebihan jika mengatur set point secara otomatis. Selain praktis dia dapat pula memperkirakan kapan pengguna di rumah, kapan berangkat, kapan harus menyalakan kapan harus mematikan, maka penggunaan daya listrik akan lebih efisien.

 

3. Diagram Blok Sistem Konvensional

 

 Untitled%20Diagram%281%29.png

Gambar 3. Diagram Blok Konvensional

 4. Diagram Blok Otomatis

 Untitled%20Diagram%282%29.png

 Gambar 4. Diagram Blok Otomatis

 5. Kriteria

  • Dapat menerima informasi dari Internet
  • Penggunaan dapat tersambung dengan smart phone
  • Dapat menentukan set point yang paling sesuai dari preferensi pengguna, sensor suhu, informasi internet, dan lainnya.
  • Dapat menentukan jadwal mati-hidup secara otomatis sesuai jadwal dari pengguna.

 6. Indikator

  • Display suhu saat ini
  • Display perkiraan cuaca
  • Display infromasi tambahan lain

 7. Variabel

  • Keadaan suhu sekitar
  • Preferensi pengguna

 8. Parameter

  • Suhu yang nyaman pada rumah

 10. Batasan

  • Daya listrik terputus (tanpa baterai)
  • Internet terputus
  • Cuaca tidak seperti perkiraan.

 

Associated Course: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

Mesin Cuci dan Pengering Pakaian Modern

 

Deskripsi :

Mesin cuci merupakan alat kebutuhan rumah tangga yang banyak digunakan di hampir setiap rumah saat ini. Fungsi nya tidak lain adalah untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti mencuci pakaian, selimut, dan bahan tekstil lainnya. Mesin ini juga dipakai di industri rumah tangga seperti jasa binatu. Mesin cuci modern bekerja secara otomatis tanpa memerlukan bantuan manusia mulai dari mencuci, membilas hingga mengeringkan pakaian. Tentunya dengan hasil yang bahkan bisa lebih bersih dari mencuci secara konvensional dalam jumlah yang banyak. Dengan adanya mesin cuci modern ini akan sangat membantu pekerjaan rumah tangga baik dari segi tenaga dan waktu, ibu rumah tangga atau pembantu akan dapat melakukan pekerjaan lainnya sembari mesin cuci melakukan tugasnya secara otomatis.

 

Mesin cuci konvensional :

 

mesin%20cuci%206.jpg   mesin%20cuci%207.jpg

    

Gambar 1 mesin cuci konvensional

 

 

 

Pada akhir abad ke 18, manusia telah dapat menciptakan sebuah mesin cuci sederhana, yang terdiri dari dua tong yang berisi air. Masing – masing tong tersebut memiliki fungsi yang berbeda yaitu untuk mencuci dan membilas. Lalu diantara kedua tong tersebut terdapat sebuah alat yang terbuat dari dua selongsong kayu yang berbentuk silinder yang saling mengapit. Fungsinya untuk memeras pakaian yang basah dengan cara diengkol menggunakan tuas. Seluruh pekerjaan masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia.

 

Mesin cuci modern :

Terdapat 2 jenis mesin cuci modern secara umum yaitu tipe top loading dan front loading. Untuk tipe top loading sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu mesin dengan 1 tabung dan 2 tabung. Keduanya sama – sama didesain secara vertikal dengan putaran motor untuk menggerakan tabung secara horizontal. Perbedaannya, mesin cuci bertipe top loading dengan 2 tabung tidak sepenuhnya berjalan otomatis. Tabung pertama digunakan untuk proses pencucian dan pembilasan selanjutnya, pakaian akan dipindah ke tabung dua untuk dilakukan proses pengeringan. Selain itu, harganya yang lebih ekonomis serta hanya dapat digunakan untuk mencuci dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Berbeda dengan tipe satu tabung yang sudah sepenuhnya berjalan otomatis mualai dari pencucian, pembilasan, pengisian air dan pengosongan hingga pengeringan.

Untuk tipe front loading merupakan pengembangan dari tipe sebelumnya dengan penambahan teknologi yang lebih canggih. Tipe ini didesain secara horizontal dengan arah putaran vertikal. Untuk tipe ini hanya memiliki satu tabung dimana seluruh proses dilakukan secara otomatis. Tipe mesin cuci ini dapat mencuci dengan hasil yang lebih bersih dan efisien serta dapat mengurangi resiko kerusakan baju karna putaran dilakukan secara vertikal dengan proses pengeringan yang dapat mencapai 90%. Kekurangannya adalah harga dan penggunaan daya listrik yang lebih tinggi dari tipe top loading serta membutuhkan detergen khusus. Baik front loading maupun top loading sama –sama menggunakan tenaga mekanik dari motor untuk menggerakan tabung menggunakan belt/ puli.

 Pada proses pencucian motor menggunakan kecepatan rendah sedangkan pengeringan menggunakan motor berkecepatan tinggi. Pada dasarnya ada tiga tahap pengerjaan pada mesin cuci yaitu tahap pencucian, tahap pembilasan dan tahap pengeringan/ pemerasan. Pada proses pencucian bak akan bergerak memutar dari kanan ke kiri secara lamban. Pada saat pengeringan, tabung akan bergerak dengan cepat pada satu arah untuk menarik semua air dari pakaian.

 

 mesin%20cuci%201.jpgmesin%20cuci%202.gif

     

Gambar 2 mesin cuci front loading 1 tabung

 

 

 

  mesin%20cuci%203.jpg  mesin%20cuci%204.jpg              

  

Gambar 3 mesin cuci top loading dengan 1 tabung ( kanan ) dan 2 tabung ( kiri )

 

 

   mesin%20cuci%205.jpg

 

 

Gambar 4 diagram blok sistem open loop

 

Kriteria            :

  1. Diharapkan dapat meringankan pekerjaan rumah tangga dalam hal mencuci, membilas dan mengeringkan bahan textile dalam jumlah yang banyak sekaligus.
  2. Mampu menghasilkan output yang sama atau lebih baik dalam hal kebersihan hasil cucian dan memangkas waktu pembilasan dan pengeringan.
  3. Mampu memproses bahan tekstil sesuai dengan jenisnya dengan baik dan tidak merusak bahan

 

Indikator         :

            Indikator pada sistem otomasi yang digunakan pada mesin cuci dan pengering ini adalah pada saat proses berjalan, masing – masing dari proses tersebut, baik pencucian, pembilasan maupun pengeringan memiliki indikator berupa timer, led dan data seperti waktu pencucian, suhu air, kecepatan motor yang tampil pada panel atau layar LCD. Serta terdapat alarm yang akan berbunyi untuk menandakan keseluruhan proses telah selesai. Untuk beban maksimal, terdapat indikator berupa alarm yang akan berbunyi apabila beban yang dimasukan melebihi kapasitas.           

Variable           :

            Variable pada sistem otomasi yang digunakan pada mesin cuci dan pengenring ini adalah kecepatan putar motor AC. Lalu diikuti dengan variabel suhu air, valve air untuk kondisi ON/OFF, volume air yang digunakan, jumlah detergen, lama pencucian dan pengeringan serta banyaknya pakaian yang akan dicuci.

 

Parameter        :

            Parameter yang terdapat pada sistem ini antara lain energi yang digunakan mesin cuci untuk menggerakkan motor, spesifikasi motor, jenis belt dan puli sebagai elemen transmisi yang digunakan serta sumber air yang digunakan untuk proses pencucian.

 

Batasan           :

            Batasan yang dimiliki oleh sistem mesin cuci dan pengering otomatis ini adalah kemampuan untuk menerima total beban yang terbatas tergantung dari tipe dan spesifikasi mesin. Total beban disini meliputi jumlah berat keseluruhan dari beban yaitu berat pakaian dan volume air yang digunakan.

 

Kendala           :

            Kendala yang terdapat pada sistem ini adalah tingkat kekotoran dari pakaian yang akan dicuci, serta bahan dari pakaian tersebut. Untuk bahan – bahan seperti wol atau rajutan akan mudah rusak apabila dicuci menggunakan mesin cuci. Selain itu kualitas air yang digunakan juga berbeda – beda di tiap daerah menjadikan kendala tersendiri dari sistem ini. Air yang buruk akan mempengaruhi kualitas hasil pencucian serta akan cepat merusak komponen dari mesin cuci seperti karat.

 

Lingkungan Sistem     :

  • Sistem asal                  : air dan detergen
  • Sistem keluaran           : pakaian bersih

 

Sumber Video :

  1. https://www.youtube.com/watch?v=UAmGVbx_DO8
  2. https://www.youtube.com/watch?v=Ij3U3ZvtqSs
  3. https://www.youtube.com/watch?v=dQK8vnzV_-A
Associated Course: RE141668RE141668
[ Modified: Friday, 19 October 2018, 11:26 PM ]
 
Picture of Fadli Rahmasari 07111745000055
by Fadli Rahmasari 07111745000055 - Friday, 19 October 2018, 2:31 PM
Anyone in the world

INTU GARASI OTOMATIS

Pendahuluan

Garasi adalah suatu tempat atau rungan untuk menyiimpan mobil da perlengkapan lainnya agar terhindar dari tindak pencurian dan untuk melidungi mobil dari cuaca terik matahari atau pun air hujan yang dapat merusak atau memperpendej usia dari kendaraan.

            Pintu garasi yang ada pada saaat ini kebanyakan masih menggunakan teknologi konvensional. Hal ini memiliki keterbatasan yaitu tenaga yang dimiliki manusia Seiring perkembangan teknologi, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempermudah manusia dalam melakukan berbagai aktivitas. Dengan memanfaatkan teknologi, pintu garasi mobil dapat dibuat dengan sistem kerjaotomatis atau dengan kata lain tidak perlu membuka pintu secara manual ketika memasukan mobil kedalam garasi. Jenis pintu yang digunakan dalam dalam pembuatan garasi mobil otomatis ini adalah pintu yang dapat menggulung keatas atau dengan istilah umum biasa disebut Rolling door. Ukuran garasi mobil tersebut dibuat dengan panjang kurang lebih dua meter, tinggi satu meter lebih, dan lebar satu meter lebih. Untuk memutar rolling door tersebut menggunakan motor satu fase yang menggantikan tenaga manusia. Tetapi motor satu fase tersebut dibuat agar arah putarannya bisa bolakbalik. Sistem pengontrolan seperti ini dapat jugadiaplikasikan ketempat lainnya seperti pintu pagar, dan pintu portal. Pintu garasi mobil otomatis tersebut dibuat untuk mempermudah bagi pengguna sehingga waktu menjadi lebih efisien juga sebagai pengembangan teknologi yang ada. Dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan seperti mobil dan motor maka perkembangan garasi juga semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pertumbuhan perumahan dan kendaraan.

Berikut adalah gambar diapgram perbedaan dari sistem pintu garasi otoatis dan konvensional

 

 

sistem%20konvensional%20%281%29.png

Gambar 1. Diagram Kerja Sistem Konvensional

 pintu%20garasi%20konvensional%20%281%29.

 

Gambar 2. Pintu garasi konvensional

 

garasi%20otomatis.png 

Gambar 3. Diagram Kerja pintu garasi otomatis

 

 pintu%20garasi%20otomatis%20gambar.png

Gambar 4. pintu garasi otomatis

 

  • Kriteria

Garasi otomatis dapat membuka otomatis dengan luasan yang terbuka sesuai keinginan dari pemilik rumah.

  • Indikator

-          Gerakan saat membuka pintu garasi

-          Gerakan saat menutup pintu garasi

-          Luas bukaan yang dihasilkan

  • Variabel

-          Kecepatan putaran motor pengerak garasi

  • Parameter

-          Luas pintu garasi yang dibuka

  • Batasan

-          Daya motor yang dipakai

-          Sensitivitas dari sensor gerak

video 

 

 

Associated Course: RE141668RE141668
[ Modified: Saturday, 20 October 2018, 3:55 PM ]
 
Picture of Novaldi Guntur Putra 2215100021
by Novaldi Guntur Putra 2215100021 - Thursday, 18 October 2018, 10:33 PM
Anyone in the world

Otomatisasi Pembayaran Tagihan

Konvensional

Pada jaman dahulu, ketika bank atau institusi finansial lainnya mengeluarkan tagihan, konsumen harus datang ke tempat dan membayar tagihan tersebut secara langsung kepada teller. Konsumen harus datang, mengantri dari pagi, hanya untuk membayar tagihan yang tidak seberapa. Selain itu, tidak ada sistem pengingat bagi para konsumen. Bank atau institusi finansial sering kali mengirimkan surat tagihan via kantor pos atau institusi sejenis. Namun seringkali, tagihan ini hanya menumpuk di kotak pos dan tidak dilihat oleh konsumen karena berbagai alasan. Sehingga ketika tagihan menumpuk, tagihan semakin banyak dan bunga yang harus dibayar semakin banyak sehingga menyusahkan konsumen.

Antrian Bank tahun 1930

Gambar 1 Antrian Bank pada tahun 1930

Otomatis

Pada jaman sekarang, dimana sudah terdapat kemajuan teknologi, pembayaran tagihan bisa dilakukan secara otomatis. Pengguna bisa memilih untuk menggunakan layanan tersebut, sehingga nantinya bank atau institusi sejenis akan langsung menarik sejumlah uang dari tabungan pengguna atau dari kartu kredit untuk membayarkan tagihan secara langsung. Selain itu, pengguna bisa memilih untuk mengaktifkan layanan pengingat tagihan yang bisa dikirimkan via smartphone atau perangkat lainnya. Pengguna akan diberikan pemberitahuan ketika tagihan harus dibayarkan. Informasi yang diberikan bisa berisi jumlah tagihan, tenggat waktu, dan sebagainya.

interface automatic bill payment

Gambar 2 Interface Automatic Bill Payment

 

Kriteria

Pembayaran tagihan dengan tepat waktu dan tidak ribet

Indikator

Pemberitahuan kepada pengguna bahwa tagihan tertentu sudah dibayar

Variable

Besaran tagihan

Parameter

Tanggal penarikan biaya tagihan dari bank

Batasan

Jumlah saldo pengguna ataupun limit kartu kredit pengguna

 

Video Referensi

 

[ Modified: Thursday, 18 October 2018, 10:34 PM ]
 
Anyone in the world

Aktivasi Lampu Halaman Rumah Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari

 

Pendahuluan

Lampu merupakan alat yang membantu kegiatan manusia saat tidak ada cahaya matahari yang menerangi. Lampu berguna untuk menerangi suatu ruangan di saat gelap. Saat ini, masih banyak aktivasi lampu yang dilakukan secara manual melalui saklar, seperti lampu halaman rumah. Lampu diaktifkan saat keadaan gelap baik saat menjelang malam hari maupun badai hujan yang tidak adanya cahaya matahari. Oleh sebab itu, penghuni rumah tersebut harus mengaktifkan lampu saat menjelang malam.

 lampu-saklar.jpg

Gambar 1 Aktivasi lampu halaman rumah dengan saklar

Penghuni rumah terkadang memiliki kegiatan di luar rumah ataupun lupa untuk mengaktifkan lampu saat menjelang malam tiba, sehingga halaman rumah terlihat gelap serta terlihat seperti tidak sedang ada orang di rumah yang dapat menyebabkan kejahatan pencurian dan yang lainnya terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, lampu halaman rumah dapat diaktifkan secara otomatis. Dikarenakan lampu halaman rumah diaktifkan hanya saat kondisi gelap, aktivasi lampu dapat dilakukan berdasarkan intensitas cahaya. Selain membantu penghuni mengaktifkan lampu halaman rumah di saat gelap, penggunaan listrik pun tidak boros karena lampu digunakan hanya saat dibutuhkan.

 lampu-ldr.jpg

Gambar 2 Aktivasi lampu halaman rumah dengan sensor cahaya

Berikut adalah video aktivasi lampu dengan menggunakan sensor cahaya.

 

Kriteria         :    Lampu halaman rumah aktif menjelang malam hari ataupun saat kondisi gelap

Indikator      :    Cahaya lampu

Variabel       :    Resistansi yang mengatur sensor cahaya

Parameter   :    Luas ruangan yang diterangi lampu

Batasan        :    a. Sensitivitas sensor cahaya

                          b. Daya lampu yang digunakan

Associated Course: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

Pendahuluan

Lampu merupakan alat yang membantu kegiatan manusia saat tidak ada cahaya matahari yang menerangi. Lampu berguna untuk menerangi suatu ruangan di saat gelap. Saat ini, masih banyak aktivasi lampu yang dilakukan secara manual melalui saklar, seperti lampu halaman rumah. Lampu diaktifkan saat keadaan gelap baik saat menjelang malam hari maupun badai hujan yang tidak adanya cahaya matahari. Oleh sebab itu, penghuni rumah tersebut harus mengaktifkan lampu saat menjelang malam.

 lampu-saklar.jpg

Gambar 1 Aktivasi lampu halaman rumah dengan saklar

Penghuni rumah terkadang memiliki kegiatan di luar rumah ataupun lupa untuk mengaktifkan lampu saat menjelang malam tiba, sehingga halaman rumah terlihat gelap serta terlihat seperti tidak sedang ada orang di rumah yang dapat menyebabkan kejahatan pencurian dan yang lainnya terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, lampu halaman rumah dapat diaktifkan secara otomatis. Dikarenakan lampu halaman rumah diaktifkan hanya saat kondisi gelap, aktivasi lampu dapat dilakukan berdasarkan intensitas cahaya. Selain membantu penghuni mengaktifkan lampu halaman rumah di saat gelap, penggunaan listrik pun tidak boros karena lampu digunakan hanya saat dibutuhkan.

 lampu-ldr.jpg

Gambar 2 Aktivasi lampu halaman rumah dengan sensor cahaya

Berikut adalah video pengaktifkan lampu dengan sensor cahaya.

 

Kriteria         :    Lampu halaman rumah aktif menjelang malam hari ataupun saat kondisi gelap

Indikator      :    Cahaya lampu

Variabel       :    Resistansi yang mengatur sensor cahaya

Parameter   :    Luas ruangan yang diterangi lampu

Batasan        :    a. Sensitivitas sensor cahaya

                          b. Daya lampu yang digunakan

 
Picture of Erick Suryadi 07111745000039
by Erick Suryadi 07111745000039 - Thursday, 18 October 2018, 10:58 AM
Anyone in the world

Pewangi Ruangan Otomatis

Deskripsi

           Untuk menjaga suatu ruangan agar tetap wangi, ruangan harus disemprotkan pewangi setiap beberapa waktu sekali karena pewangi yang hanya disemprotkan sekali saja wanginya akan hilang dalam beberapa saat. Latar belakang dibuatnya sebuah sistem pewangin ruangan otomatis ini adalah karena dengan menyemprotan pewangi secara manual sering kali penghuni kamar lupa atau mungkin sedikit malas untuk menyemprotkan pewangi secara berkala, dan hal ini menyebabkan bau dari ruangan tersebut dapat membuat penghuninya merasa tidak nyaman. Selain itu, ketika ruangan sedang ditinggalkan oleh penghuninya, maka tidak akan orang yang akan menyemprotkan pewangi tersebut sehingga ketika penghuni datang dan masuk ke ruangannya, maka ruangannya juga akan meninmbulkan bau yang tidak sedap. Berdasarkan faktor – faktor diatas maka dibuatlah sebuah sistem pewangi ruangan yang dapat bekerja secara otomatis.

            Pewangi ruangan otomatis adalah sebuah perangkat atau alat yang berfungsi untuk menjaga ruangan agar tetap wangi baik ketika ada penghuni di ruangan tersebut maupun tidak. Alat ini akan bekerja dengan cara menyemprotkan pewangi dalam bentuk cairan yang terdapat didalam sebuah tabung secara otomatis dan berkala dengan rentang waktu yang dapat diatur. Pada sebuah tabung pewangi terdapat sebuah nozzel yang dioperasikan dengan cara ditekan kemudian proses penekanan tersebut dikalukan oleh sebuah penggerak motor listrik DC yang disambungkan dengan beberapa gear dan disuplai dengan sumber listrik dari baterai. Kemudian pada alat atau perangkat ini juga terdapat sebuah timer yang digunakan untuk mengatur waktu penyemprotan yang juga lamanya rentang penyemprotan dapat diubah oleh pengguna dengan beberapa pilihan waktu

Image result for pewangi ruangan otomatis

 

Link :

https://www.youtube.com/watch?v=j8nEGRGVE94

 

Kriteria

  • Dapat menyemprotkan pewangi sesuai dengan rentang waktu yang telah diatur.
  • Pewangi dapat disemprotkan secara sempurna.

Inddikator

  • LED berwarna hijau menyala ketika perangkat sedang beroperasi

Variabel

  • Rentang waktu penyemprotan

Parameter

  • Dimensi  tabung pewangi
  • Level Supply Tegangan

Batasan

  • Hanya terdapat 3 atau 4 pilihan rentang waktu penyemprotan
  • Monitoring on/off sistem dengan LED
Associated Course: RE141668RE141668
[ Modified: Thursday, 18 October 2018, 11:48 AM ]
 
Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 45 ()