Site blog

Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()
Anyone in the world

 090279700_1527054915-revolusi_industri.j

Pada abad ke-21 ini menjadi titik balik dari peradaban canggih dengan berkembangnya teknologi otomatisasi akibat adanya revolusi industri 4.0 . Revolusi industri 4.0 tidak hanya merubah cara kerja di dunia industri namun juga di segala aspek kehidupan. Mulai dari beranjak dari tempat tidur, beraktivitas sampai tidur kembali,  manusia senantiasa dipermudah dengan adanya otomatisasi sehingga berbagai pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, efisien, cepat dan menghemat waktu.

Secara umum otomatisasi adalah sebuah cara atau proses penggunaan sebuah mesin, sistem kontrol, ataupun sebuah teknologi informasi untuk dapat lebih mengoptimalkan proses produksi, ataupun sistem pengiriman barang dan jasa. Proses Otomatisasi ini pada umumnya dilakukan jika memang dirasa bahwa proses sebelumnya memakan waktu yang cukup lama bila menggunakan tenaga kerja manusia baik berdasarkan faktor kuantitas dan kualitas.

Saat ini, proses otomatisasi telah umum digunakan oleh kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya proses otomatisasi yang digunakan lebih kepada sistem komponen listrik, mekanik, hidrolik, hingga penumatik, yang dirasa cukup mendapatkan hasil yang signifikan bila dibandingkan dengan tenaga manusia. Salah satunya pada Air Conditioner (AC), sebuah alat untuk mendinginkan ruangan yang kini sudah dapat dilakukan otomatisasi.

KIPAS_ANGIN_BESI_TORNADO_MEJA___DINDING_

Sebelum masyarakat mengenal AC, masyarakat mengenal kipas angin sebagai alat konvensional untuk mendinginkan ruangan atau saat gerah. Kipas angin konvensional tidak memerlukan listrik, terbuat dari anyaman kayu dan kain, digerakan dengan tangan sehingga membutuhkan tenaga lebih dari manusia. Seiring perkembangan teknologi, kipas angin termodifikasi dengan menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya sehingga lebih tidak membutuhkan tenaga dari manusia. Kipas angin hanya mampu menghembuskan angin namun belum efisien untuk menurunkan suhu ruangan secara menyeluruh. Maka dari itu digagaslah sebuah alat pendingin ruangan yang lebih canggih bernama Air Conditioner (AC).

Pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC)  memiliki banyak sekali variasi, fungsi, dan bentuk, yang dalam hal ini disesuaikan pada bentuk dan kapasitas besarnya ruangan yang akan menggunakan fasilitas pendingin ruangan tersebut. Salah satunya adalah pendingin ruangan atau AC yang menggunakan sistem otomatis, dalam hal ini sudah menggunakan remote control dalam mengatur suhu atau temperatur ruangan yang dikehendaki.

Tak hanya itu, beberapa pendingin ruangan atau AC saat ini bahkan sudah berpredikat Smart AC sehingga tidak memerlukan remote control untuk mengatur suhu. Dengan sensor suhu, temperatur standard yang diinginkan dapat berubah-ubah menyesuaikan jumlah individu yang ada  ruangan tersebut. Apabila jumlah individu di ruangan tersebut banyak maka suhu akan meningkat sehingga terjadi perbedaan suhu dengan suhu yang sudah diatur. Sensor suhu akan mengirimkan data ke kontroler sehingga kontroler akan dengan otomatis menurunkan suhu ruangan tersebut sesuai suhu yang diatur. Dengan otomatisasi, pendingin ruangan atau AC dapat mengatur penggunaan dayanya secara efisien.

 mi-air.jpg

Perancangan Konseptual

 

  • Kriteria : Mendinginkan ruangan secara efisien
  • Indikator : Lampu indikator mode pada AC, Perubahan mode dari mode less people ke mode crowded people
  • Paramater : Besar ruangan yang dipasang AC
  • Variabel : Banyaknya individu yang beraktivitas di ruangan
  • Batasan : Suhu minimum dan maksimal AC
Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 18 October 2018, 13:15 ]
 
Gambar dari Fadli Rahmasari 07111745000055
by Fadli Rahmasari 07111745000055 - Thursday, 18 October 2018, 09:40
Anyone in the world

FILLING BOTTLE

Konvensional

Dengan semakin meningkatnya kemajuan zaman dan semakin banyaknnya jumlah populasi manusia di dunia. Hal ini menyebabkan kebutuhan minuman dan makanan semakin meningat dan manusia inginn mendapatkan suatu kemudahan dalam memproduksi minuman dan makanan secara praktiktis

Dalam melakukan kegiatan industri atau kegiatan kerja sehari hari mengisi botol minuman atau makanan pada jaman dulu masih banyak menggunakan tenaga manusia dan jumlah produksi nya tidak masimal karena keterbatasan dari tenaga manusia dan akan terjadi banyak kesalahan apabila tenaga manusia sudah berkurang.

Otomatis

Filling bottle dengan menggunakan bantuan program PLC atau mikorkontroler sudah sangat banyak di pergunakan pada saat ini karena dapat memudahkan dan menghemat waktu pengerjaan dari kegiatan produksi. Sistem otomatisasi ini memiliki kelebihan yang bnayak dibandingkan menggunakan cara konvensional salah satunya jumlah dari pekerja yangg dipakai menjadi sedikit karena yang melaksanakan tugas pengisian botol adalah mesin dan membutuhkan 1-2 untuk operaor mesin filling bottel nya, kedua kegiatan produksi makanan atau minuman lebih cepat dan sedikit kesalahan yang akan terjadi.

Kriteria

            Dapat mengisi botol makannan atau minumana dengan cepat dan sedikit kesalahan.

Indikator

  • Display dari mesin di control room (HMI)
  • Display pengisian botol di plant (lapangan)

Variabel

  • Ketepatan mesin mengisi botol makanan dan minuman
  • Letak posisi botol yang akan diisi
  • Tombol tombol yang ada di control room maupun yang ada di lapangan

 

Parameter

  • Jumlah dari botol yang akan diisi
  • Luas dari area yang terjangkau oleh mesin

Batasan

Batasan yang dimiliki oleh sistem ini adalah jumlah yang aka diproduksi oleh perusahaan yang aka dihasilkan setiap harinya atau setiap kali produksi

 

 

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Gambar dari Elka Gumilar 07111745000047
by Elka Gumilar 07111745000047 - Thursday, 18 October 2018, 09:35
Anyone in the world

Cuci Konvensional

Kelebihan mencuci secara konvensional adalah penghematan yang cukup signifikan. Kita hanya membutuhka ember yang bisa dipake bertahun – tahun air, deterjen/sabun cuci, serta tempat penjemuran. Biaya minimal yang kita keluarkan adalah uang sejumlah harga deterjen/sabun cuci yang kita gunakan. Selain itu, aktivitas mencuci secara konvensional berarti aktivitas tangan dan tubuh kita. Itu artinya, kita sedang berolahraga. Otot tangan kita menjadi kuat, jantungpun terpacu untuk berdetak karenanya. Kelemahannya adalah—kita terlalu membuang-buang waktu dengan cara ini. Jika untuk ’mengocek’ satu potong baju dibutuhkan waktu 1 menit dan untuk membilas 3 kali dibutuhkan waktu 15 menit, maka 20 lembar pakaian membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit. Waktu yang bagi orang tertentu cukup untuk menghasilkan uang 35 ribu.

Mesin Cuci.

Dengan mesin cuci, masalah waktu sepertinya tidak terlalu menjadi persoalan. Maksimal 7 kilogram pakaian membutuhkan waktu sekitar 30 menit merendam, 5 menit mencuci, 15 menit untuk membilas, 5 menit untuk mengeringkan, 3 menit untuk mengalirkan air dan memindahkan cucian dari tabung cuci ke tabung pengeringan, sehingga total waktu yang dibutuhkan adalah 58 Menit. Tapi ingat, selama masa perendaman cucian, mencuci, membilas, dan mengeringkan/memeras, cucian bisa kita tinggalkan. Artinya kita hanya butuh waktu 3 menit untuh mengoperasikan mesin atau memindah cucian dari tabung cucian ke tabung pengeringan. Oleh karena itu waktu yang 55 menit bisa digunakan untuk hal lain. Kelebihan yang lain adalah hemat tenaga. Berbeda dengan mencuci secara konvensional yang akan menyebabkan kita cepat kelelahan. Kelemahannya, selain biaya yang tinggi untuk membeli mesin ternyata air yang dibutuhkan juga tak kalah banyak dibandingkan dengan mencuci secara konvensional.

Kriteria                 : Banyaknya AIr

Variabel               : Banyaknya Cucian

Batasan                : Berat Cucian

Parameter          : Volume Tabung Mesin Cuci

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 18 October 2018, 12:23 ]
 
Gambar dari Fadli Rahmasari 07111745000055
by Fadli Rahmasari 07111745000055 - Thursday, 18 October 2018, 09:33
Anyone in the world

FILLING BOTTLE

Konvensional

Dengan semakin meningkatnya kemajuan zaman dan semakin banyaknnya jumlah populasi manusia di dunia. Hal ini menyebabkan kebutuhan minuman dan makanan semakin meningat dan manusia inginn mendapatkan suatu kemudahan dalam memproduksi minuman dan makanan secara praktiktis

Dalam melakukan kegiatan industri atau kegiatan kerja sehari hari mengisi botol minuman atau makanan pada jaman dulu masih banyak menggunakan tenaga manusia dan jumlah produksi nya tidak masimal karena keterbatasan dari tenaga manusia dan akan terjadi banyak kesalahan apabila tenaga manusia sudah berkurang.

Otomatis

Filling bottle dengan menggunakan bantuan program PLC atau mikorkontroler sudah sangat banyak di pergunakan pada saat ini karena dapat memudahkan dan menghemat waktu pengerjaan dari kegiatan produksi. Sistem otomatisasi ini memiliki kelebihan yang bnayak dibandingkan menggunakan cara konvensional salah satunya jumlah dari pekerja yangg dipakai menjadi sedikit karena yang melaksanakan tugas pengisian botol adalah mesin dan membutuhkan 1-2 untuk operaor mesin filling bottel nya, kedua kegiatan produksi makanan atau minuman lebih cepat dan sedikit kesalahan yang akan terjadi.

Kriteria

            Dapat mengisi botol makannan atau minumana dengan cepat dan sedikit kesalahan.

Indikator

  • Display dari mesin di control room (HMI)
  • Display pengisian botol di plant (lapangan)

Variabel

  • Ketepatan mesin mengisi botol makanan dan minuman
  • Letak posisi botol yang akan diisi
  • Tombol tombol yang ada di control room maupun yang ada di lapangan

 

Parameter

  • Jumlah dari botol yang akan diisi
  • Luas dari area yang terjangkau oleh mesin

Batasan

Batasan yang dimiliki oleh sistem ini adalah jumlah yang aka diproduksi oleh perusahaan yang aka dihasilkan setiap harinya atau setiap kali produksi

 

 

 

 
Anyone in the world

Air Cooler

Pendahuluan:

Otomatisasi dapat diartikan sebagai suatu proses penggunaan sebuah mesin, sistem kontrol ataupun sebuah teknologi informasi untuk dapat lebih mengoptimalkan suatu sistem. Proses otomatisasi pada umumnya dilakukan karena pada proses sebelumnya memakan waktu yang lama bila menggunakan tenaga kerja manusia baik berdasarkan faktor kuantitas maupun kualitas. Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya proses otomatisasi yang diterapkan lebih condong ke sistem komponen listrik, mekanik, hidrolik hingga pneumatic.

Salah satu contoh otomatisasi sistem yang terdapat dikehidupan sehari hari adalah sistem dari air cooler.

pen-pac103-1.jpg

Gambar 1. Air Cooler

 

Deskripsi:

Air cooler merupakan suatu produk elektronik alternative yang dapat menggantikan fungsi Air Condiotioner (AC) maupun kipas angin (modern atau konvensional) sebagai alat pendingin ruangan. Kipas angin konvensional tidak memerlukan sumber daya berupa listrik, terbuat dari bahan anyaman kayu maupun kain dan digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia.

Video 1. Air Cooler

kipas.jpg

Gambar 2. Kipas konvensional

 

Air cooler memiliki perbedaan yang jelas dengan AC, air cooler dapat memberikan efek udara sejuk sekaligus melembabkan udara di sekitar ruangan. Air cooler memiliki ukuran kecil dan tidak memakan konsumsi listrik yang besar, sehingga biasa menjadi alternative bagi orang-orang yang menginginkan pendingin ruangan tanpa harus memakan biaya listrik yang besar. Beberapa orang memiliki alasan untuk menghemat listrik, dan lebih memilih untuk memasang kipas angin, namun ketika kipas angin sudah dipasang diruangan, udara masih saja terasa panas. Hal tersebut sangat lumrah, dikarenakan fungsi kipas angin hanya sebagai pemutar udara di dalam ruangan dan tidak mendinginkan ataupun menyejukan ruangan sama sekali. Berbeda dengan udara yang dihasilkan oleh air cooler, udara yang dihasilkan akan terasa lebih sejuk dan dingin. Hal tersebut disebabkan air cooler memang memiliki fitur ice pack sehingga udara di ruangan akan terasa lebih sejuk dan dingin. Karena menggunakan sistem uap air, udara yang dihasilkan dari air cooler menjadi lembab sehingga sangat cocok untuk ruangan yang terasa panas dan pengap karena air cooler dapat menurunkan suhu udara di dalam ruangan.

air%20cooler%20block%20diagram%20ENG.jpg

Gambar 3. Air Cooler Block Diagram

 

Perancangan Konseptual:

  • Kriteria:

    Kriteria yang diharapkan dari sistem Air cooler adalah:

  1. Dapat menghembuskan angin yang sejuk sehingga dapat mendinginkan ruangan.
  2. Dapat menghembuskan angin kearah kurang lebih 180 derajat.
  3. Dapat diatur kedalam mode ice pack.
  4. Dapat diatur mode operasinya sesuai kebutuhan.
  5. Dapat bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan.
  • Indikator:

    Pada beberapa model Air cooler, terdapat beberapa indikator seperti:

  1. Untuk mengetahui arah hembusan angin yang dihasilkan, Umumnya indikator tersebut berupa simbol lampu, dan indikator aktif ketika arah hembusan bergerak berulang sekitar 180 derajat.
  2. Untuk mengetahui fitur ice pack aktif atau tidak. Umumnya indikator tersebut berupa simbol lampu, dan indikator aktif ketika fitur ice pack aktif.
  3. Untuk mengetahui mode yang sedang beroperasi pada Air Cooler. Umumnya indikator tesebut berupa simbol lampu seperti simbol lampu sleep untuk mode tidur, simbol lampu energy saving untuk mode hemat energi, dan simbol lampu normal untuk mode normal.
  4. Untuk mengetahui seberapa besar hembusan angin yang dihasilkan. Umumnya indukator tersebut berupa simbol lampu seperti simbol lampu low untuk kecepatan motor pelan, simbol lampu medium untuk kecepatan motor sedang, serta simbol lampu high untuk kecepatan motor tinggi.
  5. Untuk mengetahui fitur timer aktif atau tidak. Umumnya indicator tersebut berupa simbol lampu seperti simbol lampu 1h untuk operasi sistem selama 1 jam dan seterusnya. Biasanya hanya dapat diatur hingga 8 jam.
  • Variabel:

    Variabel pada sistem Air Cooler antara lain:

  1. Kecepatan motor.
  2. Arah hembusan angin.
  3. Waktu operasi.
  4. Mode operasi.
  • Parameter:

    Parameter yang terdapat pada sistem ini antara lain jenis energi yang digunakan untuk menggerakan motor, spesifikasi motor, final control element yang digunakan.

  • Batasan:

    Batasan yang dimiliki oleh sistem ini antara lain:

  1. Kecepatan maksimal motor.
  2. Sudut maksimal arah hembusan angin.
  3. Mode operasi yang tersedia.
  4. Waktu operasi maksimal.

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 18 October 2018, 15:37 ]
 
Gambar dari A Dimas Maestrodiar 07111745000050
by A Dimas Maestrodiar 07111745000050 - Thursday, 18 October 2018, 09:15
Anyone in the world

Konvensional:

            Cruise Control adalah sebuah inovasi baru yang bisa memberikan kebebasan didalam mengemudikan mobil dengan kecepatan yang stabil , sehingga memungkinkan kaki anda tidak harus menekan pedal gas secara terus menerus, dan tekhnologi ini juga biasa di sebut juga sebagai speed control atau juga autocruise dan berbagai nama lainnya yang bisa anda temukan di mobil modern karena setiap pabrikan memang memberi nama tekhnologi ini berbeda-beda walaupun fungsinya masih sama saja. Apabila manusia ingin untuk mengendarai mobil secara konstan, maka pedal mobil juga diinjak agar penekannanya tidak berubah secara tiba-tiba. Selain itu, apabila manusia lalai dalam mengendalikan mobilnya maka akibatnya bias lebih fatal. secara konvensional dapat dilihat pada video berikut ini :

 

Otomatisasi:

Fungsi dari tombol ini adalah untuk menyetabilkan kecepatan mobil , ketika anda ingin melakukan perjalanan jauh, katakanlah anda ingin berlari dengan kecepatan 80km/jam maka anda harus memacu mobil anda sampai dengan kecepatan tersebut kemudian anda perlu mengaktifkan fitur ini agar mobil anda terus stabil pada kecepatan 80km/jam, dan sistem ini bisa anda kontrol menggunakan tombol didekat kemudi anda, dan setelah anda mengaktifkan fitur ini anda tidak perlu menekan pedal gas lagi.

Dan pada umumnya fitur ini hanya bisa dipakai apabila kendaraan melaju diatas 40km/jam apabila melaju dibawah 40km/jam fitur ini tidak bisa diaktifkan, ya memang benar karena fitur ini sebenarnya diperuntukan dijalan tol yang pada umumnya memiliki batas kecepatan minimal 60km/jam. Berikut merupakan diagram blok dari system cruise control. Kontroller yang digunakan adaalh controller PI. Dan sensor yang digunakan adalah sensor kecepatan untuk dikembalikan ke summing point dan dihitung nilai error nya.

cruise control diagram

Dan bisa dikatakan kalau Cruise Control ini tidaklah cocok dalam perkotaan yang memiliki kepadatan kendaraan yang cukup banyak, karena bisa membahayakan anda dan juga pengemudi yang lainnya, bahkan ada di beberapa negara yang memiliki 4 musim ketika musim salju datang semua mobil-mobil tidak boleh mempergunakan fitur ini karena akan sangat beresiko tergelincir dan kehilangan kendali, jadi penggunaan Cruise Control dengan cara yang kurang tepat hanya akan membuat bahaya diri anda dan orang lain. dan berikut adalah video dari cruise control pade mobil Mitsubishi Expander :

  •  Kriteria :

                 1. Dapat mengatur kecepatan konstan pada kendaraan

                 2. Dapat mengatur jarak mobil dengan benda disekitar mobil

  •  Indicator :

                 1. Speedometer menunjukan kecepatan yang tidak berubah secara tiba-tiba

  • Variable :

                 1.  Kecepatan

                 2.  Jarak benda disekitar dengan mobil

  • Parameter :

                 1.   Controller

  • ·Batasan :

                 1.  Kecepatan harus lebih besar dari 40 km/jam

 

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Friday, 19 October 2018, 10:07 ]
 
Anyone in the world

Topik : Otomatisasi Memasak Nasi

 

Konvensional.

Zaman dahulu, nasi memang tidak dimasak menggunakan penanak elektrik atau rice cooker. Orang zaman dulu mengenal teknik meliwet beras hingga jadi nasi atau merebus beras lebih dulu dan mengukusnya. Teknik yang sudah mulai dilupakan ini padahal berguna bagi mereka yang jarang memasak nasi, hingga tidak memiliki penanak elektrik.

Cara memasak nasi secara konvensioan tidaklah susah, hanya tidak semudah menggunakan rice cooker, untuk dapat memasak nasi secara konvensional maka persiapkanlah peralatan-peralatan yang dibutuhkan, dan ikuti langkah-langkah mamasak nasi di bawah ini,

Peralatan yang dibutuhkan:

  1. Kompor
  2. Dandang
  3. Kukusan
  4. Sendok kayu (untuk mengaduk nasi)

Bahan yang digunakan:

  1. Beras
  2. Air matang

Langkah-langkah:

  1. Cuci beras dengan air bersih hingga 2 atau 3 kali bilasan.
  2. Buang air bilasan, jangan digunakan untuk memasak nasi
  3. Tambahkan air matang hingga setinggi 1 ruas jari telunjuk
  4. Masak beras dengan api besar, kecilkan jika beras mulai mengembang.
  5. Aduk sesekali dan tutup jika sedang tidak diaduk.
  6. Jika air sudah habis, matikan kompor dan tutup panci selama 20 menit
  7. Pindahkan beras dari panci ke kukusan. Masak dengan api sedang hingga nasi benar-benar empuk (biasanya sekitar 20-30 menit). Matikan api
  8. Setelah matang, biarkan kukusan dalam keadaan tertutup selama 10 menit.
  9. Siap disajikan

IMG01213-20141230-1111.jpg

Gambar 1. Menanak Nasi Secara Konvensional

konvensional.PNG

Gambar 2. Diagram Blok Menanak Nasi Secara Konvensional

Video 1. Menanak Nasi Secara Konvensional

 

Otomatis ( menggunakan rice cooker ).

Penanak nasi (rice cooker) adalah pilihan yang mudah dan efektif digunakan untuk memasak nasi. Saat ini, ada banyak penanak nasi yang dilengkapi fitur penghangat sehingga tetap bisa menjaga nasi tetap hangat setelah matang. Anda tidak perlu mengawasi penanak nasi setiap saat hingga nasi matang, karena alat ini dilengkapi dengan sensor atau pengatur waktu otomatis yang mengeluarkan bunyi klik ketika nasi telah matang.

Cara memasak nasi dengan rice cooker sangatlah mudah, dan mengunakan sedikit peralatan, untuk dapat memasak nasi secara otomatis maka persiapkanlah peralatan dan bahan yang dibutuhkan, dan ikuti langkah-langkah mamasak nasi di bawah ini,

 

Peralatan yang dibutuhkan:

  1. Rice Cooker

Bahan yang digunakan:

  1. Beras
  2. Air matang

Langkah-langkah:

  1. Cuci beras dengan air besih 2 hingga 3 kali. Ini bertujuan agar nasi bersih dari beberapa kotoran dan bau apek.
  2. Setelah beras di cuci masukkan kedalam wadah rice cooker dan isi dengan air baru yang bersih hingga satu ruas telunjuk.
  3. Masukkan wadah kedalam rice cooker, jangan lupa colokkan kabel listrik dan gunakan mode memasak/cook agar nasi menjadi matang.
  4. Selanjutnya tinggalkan saja rice cooker-nyakarena nasi akan masak secara otomatis dan ketika matang lampu indikator akan berubah .

Nasi-Di-Rice-Cooker-Sering-Jadi-Kuning-d

Gambar 3. Menanak Nasi Dengan Rice Cooker

thKVD0VLEF.jpg

Gambar 4. Rice Cooker

otomatis.PNG

Gambar 5. Diagram Blok Menanak Nasi Dengan Rice Cooker

Video 2. Menanak Nasi Dengan Rice Cooker

 

Rice cooker dapat memasak nasi secara otomatis karena dibekali dengan komponen-komponen elektrik yang telah di rangkai sebagaimana mestinya hingga dapat mendetaksi nasi telah matang ataupun belum, berikut ini adalah cara kerjanya,

Cara kerja rice cooker :

  1. Pada waktu menanak nasi, saklar akan terhubung dengan elemen pemanas utama, arus listrik langsung menuju ke elemen utama dan lampu rice cooking menyala. Ketika suhu pemanas mencapai maksimal (suhu  lebih dari 100OC)  dan nasi sudah matang maka thermostat trip (magnet dari otomatis) langsung menggerakkan tuas sehingga posisi saklar jadi berubah mengalirkan listrik menuju ke elemen penghangat nasi melewati thermostat (menjaga suhu didalam rice cooker tetap dalam suhu 80OC).
  2. Pada posisi penghangat ketika suhu thermostat sudah maksimal arus yang menuju ke elemen penghangat akan terputus otomatis, begitu pula ketika suhu pada thermostat berkurang maka otomatis arus menuju elemen penghangat akan terhubung kembali secara otomatis, proses ini akan berlangsung secara terus menerus.

 

Video 3. Cara Kerja Rice Cooker

Kriteria           :

  1. Dapat memasak nasi tanpa gosong.

Indikator         :

  1. Lampu dan bunyi.

Variable          :

  1. Kondisi tombol dan banyak beras.

Parameter       :

  1. Batas suhu thermostat ( memasak >100OC dan penghangat 80OC ).
  2. Takaran air satu ruas telunjuk dari atas beras.

Batasan           :

  1. Kapasitas rice cooker.

 

Sumber : https://www.kelistrikanku.com/2016/02/ricecooker-adalah.html

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 18 October 2018, 17:16 ]
 
Anyone in the world

Otomatisasi Sistem

Topik   : Pengering Tangan Otomatis

 

Konvensional :

Pada sistem konvensional, untuk mengeringkan tangan biasanya harus menggunakan alat bantu seperti handuk atau tisu. Caranya adalah dengan mengusapkan handuk berkali-kali ke bagian tangan yang basah sampai tangan dirasa sudah kering (sesuai keinginan pengguna).

 Alur kerja pengering tangan konvensional :

konvensional1.png

Gambar 1 Alur kerja sistem pengering tangan konvensional

Blok Diagram :

konvensionalblok.png

Gambar 2 Blok diagram sistem pengering tangan konvensional

Otomatis :

Pada sistem otomatis, prinsip kerja pengering tangan ini ketika sensor mendeteksi sinyal (adanya tangan) yang artinya menghalangi cahaya laser yang dipancarkan menuju ke permukaan receiver. Hal ini menyebabkan relay yang awalnya berada pada kondisi normally open menjadi normally close dan kemudian menghembuskan udara dengan suhu tertentu yang dapat mengeringkan tangan yang basah.

Alur kerja sistem pengering tangan otomatis :

otomatis.png

Gambar 3 Alur kerja sistem pengering tangan otomatis

Blok diagram :

otomatisblok.png

Gambar 4 Blok diagram sistem pengering tangan otomatis

 

Kriteria :

  • Dapat mengeringkan tangan basah dalam waktu yang cepat
  • Dapat mengeringkan tangan sesuai dengan tingkat kekeringan yang diinginkan

 

Indikator :

Tidak terdapat indikator

 

Variabel :

  • Tingkat kekeringan

 

Parameter :

  • Suhu dan tekanan yang dihembuskan oleh alat pengering

 

Batasan :

  • Dimensi pengering tangan

Alat berfungsi jika sensor mendeteksi ada benda (meskipun tangan tidak basah)

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 18 October 2018, 19:59 ]
 
Anyone in the world

Sejarah memasak nasi

Bambu

Tanpa disangka, sebelum akhirnya beralih ke peralatan berlogam, dahulu nasi dimasak dengan menggunakan bambu. Metode memasak dengan bambu ini bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, salah satu yang paling terkenal adalah lemang dari Sumatra Barat. Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah dilapisi daun pisang muda, baru kemudian dipanggang di atas kayu bakar.

Tulisan seorang pelancong berkebangsaan Austria bernama Ida Pfeiffer di koran pada tahun 1852 menyatakan bahwa Ida Pfeiffer pernah menelusuri pedalaman pulau Sumatra dan menemukan metode memasak nasi dengan bambu ini. Dengan bukti cetak tersebut, dapat diketahui bahwa memang metode ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan dipakai oleh para leluhur kita di masa lampau.

Dandang

Beralih dari metode menanak beras dengan bambu, ada pula masa dimana beras ditanak menjadi nasi dengan menggunakan dandang, yaitu alat penanak nasi yang terbuat dari logam. Lebih praktis, waktu yang dibutuhkan untuk memasak nasi dengan dandang ini jauh lebih singkat ketimbang memasak dengan bambu. Pada awal kemunculannya, dandang terbuat dari tembaga dan berwarna kekuningan. Seiring dengan perkembangannya, dandang kemudian berevolusi jadi terbuat dari logam lain berwarna perak.

Awal mulanya, dandang dibuat berupa tabung besar yang pada bagian tengahnya berbentuk ramping. Nasi dimasak dengan cara dikukus di atas tungku api. Sebagai penyaring beras, anyaman bambu berbentuk kerucut dimasukkan ke dalam dandang dan begitu beras setengah matang, barulah anyaman bambu tersebut diangkat. Sebelum melanjutkan proses memasak nasi, air dalam dandang diganti dengan air yang baru, barulah kemudian bisa kembali dimasak hingga matang sempurna.

Periuk

Setelah era dandang, munculah alat yang lebih praktis lagi bernama periuk nasi. Periuk memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan dandang ataupun bambu untuk memasak nasi dengan material berupa bahan besi berdinding tebal. Meski berukuran lebih kecil dibanding pendahulunya, periuk memiliki beragam ukuran, dimulai dari ukuran untuk perorangan hingga ukuran satu keluarga.

Tak seperti dandang yang harus diganti airnya saat beras sudah setengah masak, periuk hanya perlu dijaga apinya saja agar nasi tak hangus. Biasanya beras dimasak dengan api kecil menggunakan periuk. Kelemahan dari memasak nasi dengan periuk ini adalah nasi bisa berubah jadi kerak jika telat diangkat. Aroma nasinya pun tak seharum menanak dengan dandang.

Rice Cooker

Rice Cooker ditemukan pertama kali oleh Yoshida Minami. Awalnya, pada tahun 1937 alat ini pertama kali dikembangkan oleh tentara Jepang. Tentara Jepang saat itu menggunakan wadah kayu dan lempengan logam untuk menanak nasi. Wadah kayu yang terus dihantarkan panas oleh lempengan logam akan membuat nasi menjadi matang, namun ternyata hal tersebut memakan waktu yang sangat lama mengingat wadah tersebut tidak dilengkapi dengan penutup.

Untuk mempersingkat waktu yang digunakan, alat tersebut akhirnya dilengkapi oleh penutup, hal itu pun sukses membuat wadah tersebut bisa menyerap uap panas yang keluar dari nasi dan tidak membiarkan uap tersebut keluar begitu saja. Hasil dari penyempurnaan alat ini akhirnya membuat Mitsubishi memiliki ide untuk mengembangkannya menjadi produk yang lebih sempurna. Jika tentara Jepang menggunakan wadah kayu untuk menanak nasi, maka Mitsubishi mencetuskan ide untuk mengganti wadah kayu dengan alumunium yang bisa menghantarkan panas lebih tinggi. Akhirnya, produk ini pun menjadi sangat efektif untuk menanak nasi karena bahan alumunium dan juga penutup yang bisa memanfaakan uap panas dari produk tersebut. Pada tahun 1945, Mitsubishi pun memproduksi alat ini secara masal.

Rupanya sejarah rice cooker tidak berakhir sampai disitu. Pada tahun 1956, Toshiba pun ikut mengembangkan produk tersebut dan menyempurnakannya menjadi alat yang lebih efektif untuk menanak nasi. Toshiba menyempurnakan rice cooker dengan cara membuat produk itu berhenti bekerja saat nasi benar-benar matang. Hal tersebut menjadi penemuan besar di dunia. Sejak saat itu pun rice cooker menjadi alat yang sangat otomatis untuk menanak nasi. Inovasi dari Toshiba ini pun bisa membuat produk tersebut menjadi lebih aman saat digunakan. Akhirnya, Toshiba pada saat itu rata-rata memproduksi 200 ribu rice cooker setiap bulannya. Perkembangannya pun begitu pesat. Hampir 50 % warga jepang memiliki rice cooker di rumahnya masing-masing.

Setelah berkembang pesat di negara Jepang, produk penanak nasi ini pun akhirnya bisa menembus pasar dunia. Fungsinya juga dikembangkan menjadi lebih baik. Selain untuk menanak nasi, rice cooker pun jadi bisa digunakan untuk menghangatkan nasi, menghangatkan sayur, dan sebagainya. Namun, alat ini tetap menggunakan tenaga listrik untuk bisa digunakan.

Cara kerja Rice Cooker

Pada saat digunakan untuk menanak nasi, saklar akan terhubung dengan elemen pemanas utama. Setelah itu, arus listrik akan menuju ke elemen pemanas utama bersamaan dengan lampu rice cooker yang langsung menyala. Saat pemanas mencapai suhu maksimal dan nasi sudah matang, magnet otomatis (thermostat trip) akan langsung menggerakkan tuas sehingga posisi saklar yang awalnya mengalirkan listrik ke pemanas utama berubah menjadi mengalirkan listrik ke elemen penghangat nasi melalui thermostat.

Pada elemen penghangat nasi, thermostat yang sudah mencapai suhu maksimal akan membuat arus listrik menuju penghangat terputus secara otomatis. Begitu pun saat suhu thermostat berkurang, maka arus listrik otomatis akan terhubung kembali. Proses ini pun akan berlangsung terus menerus.

 

Perancangan Konseptual

  • Kriteria:
    1. Menanak nasi secara efektif dan efisien
    2. Menanak nasi secara otomatis
  • Indikator:
    1. Lampu indikator penghangat nasi menyala
    2. Perubahan mode dari mode pemasak menjadi penghangat
  • Paramater:
    1. Suhu maksimal pada rice cooker
  • Variabel:
    1. Banyaknya nasi yang akan dimasak pada rice cooker
  • Batasan:
    1. Kapasitas wadah penanak nasi pada rice cooker

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Gambar dari Andhiko Palito F 07111745000046
by Andhiko Palito F 07111745000046 - Thursday, 18 October 2018, 08:06
Anyone in the world

Konvensional

Pembuatan pizza secara manual dilakukan mulai degan pembutan adonan, pemetukan adonan pizza sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Setelah itu masih dilakukan pemberian toping dari pizza secara manual dan ekstra-ekstra lainnya. Proses selanjutnya adalah proses pemanggangan yang harus tetap di kontrol agar adonan pizza tiak gosong dan dikeluarkan ketika sudah matang menurut pemasaknya.

Modern

Untuk zaman atau saat ini sudah ada vending machine yang dapat membuat pizza sesuai dengan menu yang kita inginkan. Operator cukup memasukan adonan awal kedalam vending machine, kemudian pembeli tinggal memilih menu yang diinginkan. Semua proses dari pembentukan adonan hingga pizza siap unutk dinikmati.

Berikut tampilan Pizza Vending Machine:

 

Kriteria:

  1. Menyajikan pizza siap saji
  2. Menyajikan pizza sesuai dengan menu yang diinginkan

Indikator:

Adanya indikator pizza sudah sampai mana proses pembuatannya.

Paramater:

Jumlah menu yang disediakan.

Variabel:

Jumlah pizza yang ingin dibeli dan ukuran pizza yang diinginkan.

Batasan:

Kapasitas penyediaan adonan yang dapat disediakan.

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Friday, 19 October 2018, 17:12 ]
 
Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()