Site blog

Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()
Gambar dari Adi Novitarini Putri 07111745000011
by Adi Novitarini Putri 07111745000011 - Wednesday, 17 October 2018, 23:08
Anyone in the world

Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini berpengaruh pada semua lini kehidupan. Perubahan gaya hidup ini pula yang membuat selera masyarakat dalam berbelanja berubah. Dahulu masyarakat lebih suka berbelanja di pasar tradisional dengan sistem tawar menawar yang menunjukkan keakraban diantara penjual dan pembeli. Saat ini masyarakat lebih memilih  berbelanja di pasar modern karena berbagai faktor diantaranya pelayanan yang diberikan lebih baik. Pelayanan yang diberikan oleh swalayan seperti kebersihan tempat, kemudahan informasi serta sistem penggunaan mesin kasir elektronik untuk memperpendek  waktu tunggu. Pelayanan diberikan sebaik mungkin agar konsumen merasakan kenyamanan  dan kembali berbelanja ditempat tersebut. Menurut Global Business Guide Indonesia jumlah pasar tradisional pada Tahun 2007-2015 telah berkurang sebesar 8% dimana sebelumnya 13.550 menjadi 12.000. Pada Tahun 2007-2011 jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu 17,57% per Tahun, sedangkan jumlah outlet ritel modern bertambah dari sebelumnya 10.365 outlet menjadi 18.152 outlet. 

Belanja di supermarket memang terasa nyaman, bukan? Tidak adanya proses tawar menawar harga dengan pedagang serta barang yang dijual umumnya jauh lebih higenis. Tak ayal, banyak masyarakat yang juga menomersatukan melakukan proses belanja di supermarket. Namun, hal ini menimbulkan hal yang kurang nyaman, yakni antrian. Ketika awal bulan misalnya, banyak masyarakat yang berbelanja sedangkan jumlah tenaga kasir di beberapa supermarket sering kewalahan menghadapai pembeli yang meembeludak, seperti pada Gambar 1.

Gambar%201.jpg

Gambar 1. Antrian proses pembayaran di supermarket

 

Pelanggan yang mayoritas ibu-ibu ini akan kewalahan jika berbelanja membawa anak kecilnya karena sangat tinggi resiko penculikan jika orang tua harus membagi focus antara antri dan mengawasi anaknya. Sehingga diharapkan dengan adanya sistem ini mampu meringankan kecemasan dan kekhawatiran ibu-ibu dan meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan.

Berikut ini contoh system self pay packing yang telah diterapkan di Jepang.

 

Perancangan Konseptual :

 

Kriteria :

 

  • ·         Mengurangi antrian panjang saat berbelanja
  • ·         Mengurangi human error (misalnya : kasir memberi uang kembalian yang tidak sesuai dengan harga)

 

Variabel :

 

  • ·         Jumlah pembelian per produk
  • ·         Jumlah pembelian per hari
  • ·         Jumlah pengguna per hari

 

Parameter :

 

  • ·         Harga produk
  • ·         Jenis produk

 

Batasan :

 

  • ·         Pembeli memerlukan smartphone milik pribadi dan mengunduh aplikasi belanja
  • ·         Pembeli yang akan belanja perlu menyiapkan uang melalui virtual bank

 

 

DIAGRAM BLOK SISTEM 

 Picture1.png

 

[ Mengubah: Thursday, 25 October 2018, 10:38 ]
 
Anyone in the world

Otomatisasi merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara otomatis melakukan dan mengatur pekerjaan sehingga tidak memerlukan lagi pengawasan manusia (dalam industri dan sebagainya).

Ada 2 sudut pandang mengenai kecerdasan buatan yang berhubungan erat dengan otomatisasi ini bahwa Kecerdasan buatan adalah pedang bermata dua. AI dapat mengantarkan peradaban manusia kepada intergalactic civilisation, atau sebaliknya menjadi pelumat peradaban manusia.

Para ahli kecerdasan buatan sering membagi tantangan yang diciptakan AI ini kedalam dua tahap: Tantangan jangka pendek dan tantangan jangka panjang. Tulisan ini tidak akan membahas tantangan jangka panjang yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan. Sebaliknya, saya akan membahas tantangan nyata yang sifatnya jangka pendek yaitu Otomatisasi. Tantangan ini disebut jangka pendek karena dampak otomatisasi akan segera terlihat dan terasa oleh kebanyakan orang yang hidup sekarang.

Otomatisasi dapat diterapkan hampir pada semua jenis industri. Dimulai dari transportasi, kesehatan sampai dengan pertahanan dan keamanan. Manfaat otomatisasi bagi industri sangatlah banyak. Salah satunya adalah meningkatkan produktifitas barang dan jasa yang dihasilkan. Dapat dipahami bahwa mesin, berbeda dengan manusia, tidak akan pernah mengalami sakit, mengeluh atau berdemo meminta kenaikan upah.

Demonstrasi yang dilakukan oleh para pekerja toll yang pekerjaannya terancam oleh otomatisasi adalah salah satu fenomena yang tidak lama lagi akan menjadi umum. Sebelumnya, juga sudah sering didengar berita serupa di Inggris dimana otomatisasi menimbulkan kericuhan. Salah satunya adalah ketika perusahaan transportasi di London memutuskan untuk menggunakan robot dalam pengoperasian kereta bawah tanah serta menutup beberapa tempat penjualan tiket.

Otomatisasi juga sudah merambah dunia ritel dan perbankan di Inggris. Daily mail pernah memberitakan tentang banyaknya cabang bank di Inggris yang tutup karena pelanggan beralih menggunakan jasa perbankan online. Menurut laporan PwC, sekitar 30% pekerjaan di Inggris terancam oleh Otomatisasi pada awal tahun 2030an dan ini sangat erat kaitannya dengan industrial revolution 4.0.

Industri 4.0 bukan hanya merevolusi proses manufaktur, tetapi juga berdampak kuat pada model globalisasi, dengan mengubah tenaga kerja dan meningkatkan kemudahan akses ke layanan.

Berikut Beberapa Faktor Dampak dari Revolusi Industri 4.0 :

  1. Globalisasi

Perkembangan teknologi, baik di dalam maupun di luar pabrik, telah berdampak pada globalisasi industri manufaktur – proses di mana bisnis dan organisasi lain mengembangkan pengaruh internasional atau mulai beroperasi secara internasional.

Sejak revolusi industri pertama, industrialisasi telah berdampak pada bisnis internasional. Secara khusus, kemajuan dalam transportasi dan telekomunikasi memiliki dampak yang sangat besar.

Dengan meningkatnya perdagangan dan komunikasi, semakin banyak perusahaan memperluas jangkauan mereka di darat dan laut.

Bahkan, rantai suplai manufaktur modern berpusat di sekitar globalisasi. Setiap hari, barang-barang dipindahkan ke seluruh dunia pada jalur pelayaran, ekspedisi kargo dan melalui udara.

Kegiatan bisnis, termasuk outsourcing logistik, manajemen fasilitas, layanan profesional dan pemeliharaan, semua bisa menjadi proses internasional.

  1. Mengaburkan batasan

Di awal Industri 4.0, perusahaan menggunakan rantai pasokan dan jaringan data yang lebih kompleks di seluruh dunia dalam operasi mereka. Konektivitas fisik sedang diganti dengan peningkatan jumlah tautan digital – banyak yang disimpan di cloud.

Kolaborasi internasional yang lebih besar lebih dimungkinkan daripada sebelumnya. Menggunakan perangkat lunak berbasis cloud, setiap anggota staf di lokasi geografis dapat berkontribusi untuk desain.

Fungsi ini semakin banyak ditawarkan dalam perangkat lunak CAD (Computer Aided Design), membuat desain proses yang lebih kolaboratif. Namun, globalisasi tidak hanya memperbaiki proses desain.

Bisnis bisa mendapatkan hasil maksimal dari talent pool mereka atau jaringan pemasok internasional menggunakan konektivitas digital, karena keahlian dapat ditawarkan dari jarak jauh dan secara real-time.

Di banyak perusahaan internasional, pemasok atau anggota staf bekerja dalam kelompok kecil untuk meningkatkan aliran ide, yang dapat menyebar lebih luas dengan menggunakan cloud.

Penyimpanan dan transfer data murah akan meningkatkan desentralisasi dan fleksibilitas untuk bisnis.

Beroperasi dengan cara ini dapat berarti perusahaan internasional masa depan tidak membutuhkan kehadiran fisik yang signifikan di seluruh dunia, tetapi dapat beroperasi hanya dari beberapa kelompok.

  1. Kompetisi internasional

Peningkatan konektivitas berarti perusahaan kini harus kompetitif dalam skala global dan tidak dapat mengandalkan lokasi fisik mereka untuk memenangkan bisnis. Ini berarti bahwa perusahaan harus fokus pada memenuhi tuntutan konsumen yang selalu berubah.

Menjaga produksi dan produksi yang fleksibel dan menggabungkan teknologi otomatis dapat mengurangi waktu produksi dan memungkinkan perusahaan untuk merespon lebih cepat, meningkatkan keunggulan kompetitif.

Logistik telah datang jauh sejak penerbangan pertama di seluruh saluran. Industri 4.0 telah merevolusi operasi bisnis baik di dalam maupun di luar pabrik, meningkatkan hubungan antara bisnis internasional dan mendorong proses globalisasi ke depan.

Tantangan dan Peluang

 Pada dasarnya, jika gravitasi ini dapat ditangani dengan sukses, ada peluang yang melekat untuk bisnis di Indonesia.

Misalnya, ada peluang untuk perubahan secara elektronik organisasi. Rantai pasokan juga dapat disebut revolusi karena teknologi yang muncul

WEF melaporkan bahwa pada tahun 2022, sensor 1 triliun akan terhubung ke internet, mengubah semburan data. Internet hal-hal juga akan memberikan visibilitas yang lebih besar, dan persediaan di seluruh rantai pasokan. Ini akan memungkinkan bisnis untuk mengidentifikasi dan menentukan apa yang dibutuhkan, dan menghadapinya. Berikut dampak Revolusi Industri 4.0 :

  • Proses Industri 4.0 Untuk Transform Manufaktur. Industri 4.0 diperkirakan akan berakselerasi dalam 2-3 tahun ke depan yang akan mengubah proses manufaktur di jalan. Industri 4.0 akan membuat rantai pasokan dan proses produksi lebih saling terhubung, efisien dan fleksibel, memungkinkan penyesuaian massal dan produksi virtual.
  • Tiga Jenis Industri Kunsi ke Industri Pelaksanaan 4.0. Industri dengan jangkauan produk yang luas (seperti makanan dan minuman), produsen komoditas (logam, pertanian) dan presisi-driven (farmasi dan komponen elektronik) kemungkinan besar akan berinvestasi di Industri 4.0.
  • Perusahaan Terkini Oleh Efisiensi Keuntungan dan Revenue Stream Baru. Perusahaan diharapkan untuk meningkatkan pengeluaran untuk solusi Industri 4.0. Perusahaan tergoda dengan menjanjikan keuntungan efisiensi dan kemungkinan untuk menyesuaikan kembali model bisnis dan menciptakan aliran pendapatan baru.
  • Platforms Akan Menjadi Kunci Dalam Jangka Panjang. Produsen dan perusahaan IT berlomba untuk mengembangkan platform industri, karena kebutuhan untuk mengintegrasikan ekosistem bisnis akan meningkat di masa depan. Platform Industri 4.0 umum akan menciptakan aliran pendapatan baru bagi pemilik platform dan memungkinkan mereka untuk menetapkan standar baru di banyak industri
 
Gambar dari TOMMY PRATAMA 2215100088
by TOMMY PRATAMA 2215100088 - Wednesday, 17 October 2018, 03:49
Anyone in the world

Perkembangan Kendaraan Roda Dua

 

Perkembangan Kendaraan Roda Dua

  1. Pengenalan Otomatisasi

Secara umum otomatisasi adalah sebuah cara atau proses penggunaan sebuah mesin, sistem kontrol, ataupun sebuah teknologi informasi untuk dapat lebih mengoptimalkan proses produksi, ataupun sistem pengiriman barang dan jasa. Proses Otomatisasi ini pada umumnya dilakukan jika memang dirasa bahwa proses sebelumnya memakan waktu yang cukup lama bila menggunakan tenaga kerja manusia baik berdasarkan faktor kuantitas dan kualitas. Sebagai salah satu contoh perubahan dari manual menjadi otomatis adalah perkembangan kendaraan sepeda.

  1. Deskripsi Sistem

Sepeda

sepeda.jpg

Sepeda (atau kereta angin) adalah kendaraan beroda dua atau tiga yang mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. Menurut sejarah, sepeda pertama kali digunakan di negara Perancis yang dinamakan velocipede yang digunakan sebagai alat transportasi roda dua di awal abad ke 18. Seperti yang kita ketahui, sepeda dapat digerakan dengan menggunakan pedal yang dihubungkan dengan roda. Pedal kemudian digerakkan manual dengan menggunakan kaki agar dapat memutar pedal sepeda. Pada saat itu, sepeda kemudian terus dikembangakan hingga menjadi sepeda yang digunakan pada zaman sekarang. Diagram blok kerja dari sepeda ini dapat dilihat dibawah.

blok1.jpg

 

Sepeda Motor

sepeda%20motor.jpg

Seiring dengan perkembangan zaman dimana teknologi terus berkembang dengan pesat, sepeda konvensional kemudian dikembangkan menggunakan mesin uap oleh Michaux ex Cie pada tahun 1868 sebagai penggerak sepeda. Dengan menggunakan mesin dengan bahan bakar sebagai penggerak sepeda, pengendara sepeda menjadi lebih mudah dan membutuhkan usaha yang sangat minim. Komponen sistem yang berubah adalah aktuator dari sistem yang sebelumnya adalah kaki manusia digantikan oleh mesin. Blok diagram dari pengendaraan sepeda motor dapat dilihat  di Gambar 4. Dengan sistem sepeda motor ini, cara kerja dari sepeda mulai sistem otomatis.

blok2.jpg

Sepeda Tanpa Awak

Honda_Riding_Assist2.jpg

Jika sepeda motor adalah dianggap sebagai perkembangan terakhir dari kendaraan roda dua, ternyata dengan pesatnya kemajuan dari teknologi di tahun 2000-an, saat ini sepeda motor bisa bekerja tanpa menggunakan usaha dari manusia. Salah satu motor tanpa awak yang dikembangkan oleh Honda, bisa bergerak tanpa ada operasi dari manusia. Dengan menggunakan berbagai sensor yang ada saat ini, sebuah motor tanpa awak dapat mengganti semua peran manusia seperti mata, merasakan kecepatan motor dan lain-lain dengan sensor yang telah dikembangakan kemudian diolah oleh kontroler atau komputer untuk mengendalikan motor agar dapat maju, berdiri dan berbelok seperti ada manusia yang mengoperasikan.

Ini adalah salah satu manfaat dari perkembangan otomatisasi dengan teknologi. Semua pekerjaan manusia yang awalnya rumit menjadi sangatlah mudah sampai tidak ada peran manusia di dalamnya. Gambar 6 menunjukkan blok diagram dari motor Honda yang mengendarai sendiri secara otomatis.

blok3.jpg

Kriteria Sistem                  : Dapat mengendarai motor secara mandiri dan stabil

Variabel Sistem                 : - Dapat mengontrol keseimbangan motor

                                            - Dapat mengontrol kecepatan motor secara otomatis

                                            - Dapat mengontrol sudut belok motor dengan baik

Parameter Sistem            :  - Berat beban motor

                                            - Kecepatan Motor

                                            - Sudut Belok Motor

Batasan Sistem                 : - Jumlah penumpang

                                            - Kecepatan maksimum motor

Untuk melihat video dari motor Honda dapat dilihat di link berikut.

 

[ Mengubah: Friday, 19 October 2018, 04:17 ]
 
Anyone in the world

Otomatisasi Sistem

Pengisian tangki air

 

Konvensional :

Dalam kehidupan sehari – hari banyak sekali dijumpai suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk mempermudah dalam memenuhi kebutuhan. Suatu sistem konvensional yang sering ditemui sebagai contoh ialah pengisian air tangki, memasak air, dan memasak nasi. Mengapa dikatakan sistem konvensional? Karena manusia masih ikut terlibat dalam proses dari sistem tersebut. Sebagai contoh dalam pengisian tangki air, manusia berperan sebagai kontroler yang mengatur bukaan kran air, dimana indikator dari pengisian air ini adalah level ketinggian air yang dapat dilihat langsung oleh mata manusia yang berfungsi sebagai sensor. Setelah terlihat bahwa tangki air terisi penuh, maka manusia sebagai kontroler akan menutup kran air. Sistem seperti ini lah yang dikatakan sistem konvensional.

Gambar terkait

Gambar 1. Pengisian Tangki Air Konvensional

Otomatis :

Otomatisasi sistem pengisian tangki air, sistem yang asalnya menggunakan tenaga manusia untuk melakukan pengontrolan, mula – mula diubah kran airnya dengan kran air berpelampung, dengan teknologi sederhana ini menjadikan pengisian tangki air otomatis. Saat pelampung berada dibawah, kran air akan mengisi tangki, dan pada saat pelampung mengambang dan berada diatas, kran air akan menutup. Dengan sistem seperti ini, kriteria dari sistem adalah tangki terisi penuh, dengan indikator pelampung berada diatas. Walaupun sistem tersebut telah otomatis, tetapi masih terdapat kekurangan misalnya saat air berkurang sedikit maka pompa air akan aktif dan mengisi tangki, jika pompa air sering on off maka akan merusak pompa air tersebut.

Gambar terkait

Gambar 2. Tangki air dengan kran berpelampung.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan berperan sangat penting. Misalnya dengan menggunakan kontroler elektronik, sensor level, dan solenoid valve, kekurangan pada sistem pengisian air tangki menggunakan pelampung dapat diatasi. Kontroler berfungsi untuk mengatur valve untuk aktif atau tidak.

 

15024735_fe9992cf-dcc5-4c15-897c-83a86bd

Gambar 3. Sistem Pengisian Tangki Air Otomatis.

 

images?q=tbn:ANd9GcQ8kbJ0nGxB9jBAEynfqCR

Gambar 4. Skematik Diagram dari Sistem Pengisian Tangki Air Otomatis. 

Kriteria :

  • Dapat mengisi tangki air otomatis sesuai dengan ketinggian yang ditetapkan.

Indikator :

  • Pompa pengisian tangki air berhenti aktif.

Variabel :

  • Ketinggian air dalam tangki.
  • Flow yang dialirkan dari pompa.

Parameter :

  • Volume tangki air.

Batasan :

  • Kualitas sensor.
  • Kualitas Pompa air.
Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 18 October 2018, 13:06 ]
 
Anyone in the world

Seperti yang kita ketahui, bahasan terbesar di industri saat ini adalah Otomatisasi dan Optimisasi. Pada dasarnya bagaimana membuat sesuatu yang paling efektif mungkin dalam prosesnya.  Tapi apa itu otomatisasi? Bagaimana ini dilakukan, dan bagaimana cara meningkatkan kehidupan orang biasa sehari-hari?

Yah, untuk memulai, kita dapat mendefinisikan apa sebenarnya sebenarnya otomasi itu; Otomasi adalah ketika ada lingkungan dan variabel yang ditetapkan, dan tugas tertentu harus dijalankan berdasarkan faktor-faktor tersebut, dan tugas tersebut dilakukan secara otomatis, ini bisa disebut otomatisasi.

 

Jadi bagaimana otomatisasi digunakan dalam kehidupan sehari-hari orang? Nah, bagi banyak orang, jawabannya adalah bahwa otomatisasi sudah ada di mana-mana di sekitar kita! Ini mungkin bukan otomatisasi canggih, yang memerlukan perhitungan dan sistem yang kompleks dengan sensor dan pengontrol aktuator, tetapi masih otomasi. Contoh otomatisasi setiap hari yang dialami kebanyakan orang setiap hari; Mesin cuci, mesin cuci piring, kulkas, pintu bus, sistem AC di mobil, menyalakan sistem home theater lengkap hanya dengan menekan satu tombol, dll. Jika sesuatu dapat dilakukan tanpa interaksi manusia, dengan hanya memberikan semacam "sinyal awal" (misalnya menekan tombol), ini dapat dianggap sebagai otomatisasi.

 

Kesamaan semua hal ini adalah bahwa hal yang sama dapat dilakukan / disesuaikan secara manual, atau dengan kerja manual. Tapi, di zaman sekarang ini siapa yang masih menanak nasi secara manual, memasak dengan kayu, atau tidak memiliki kulkas? (oke, beberapa dari kita mungkin melakukannya secara manual!). Ini sebenarnya adalah otomatisasi.

 

Sekarang bagaimana perkembangan otomasi saat ini? Karena kemajuan teknologi, peningkatan komputer dan daya perhitungan, serta sensor yang lebih baik dan lebih banyak jenis sensor, sangat memungkinkan komputer melakukan lebih banyak tugas dari sebelumnya. Tahukah Anda, bahwa hampir semua pesawat penumpang komersial, diterbangkan oleh komputer langsung setelah lepas landas? Pilot ada di sana hanya sebagai "penumpang yang mengawasi", memastikan tidak ada yang salah dengan komputer. Tidak semua, tetapi banyak pendaratan hari ini dibantu komputer atau sepenuhnya dilakukan oleh komputer. Menyadari bagaimana dalam beberapa tahun terakhir, pesawat tampak turun dengan lebih cepat, dan Anda tidak mengalami perasaan "roller coaster" saat mendarat? Ini karena komputer mengendalikan dan mengoptimalkan jalur dan menggunakan algoritme canggih untuk menghitung jalur pendaratan. Pilot cukup banyak hanya mengambil alih kontrol saat sebelum mendarat (jika tidak setelah pendaratan, jika pendaratan sepenuhnya otomatis oleh komputer). Ini tentu saja hanya berlaku untuk pesawat komersial besar yang dapat memiliki sistem komputer onboard.

 
Contoh yang akan saya bahas pada posting kali ini adalah mobil yang dapat mengemudi secara otomatis.

mobil adalah kendaraan yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat awam, pada umumnya mobil bergerak dengan cara dikemudikan oleh penggunanya, namun berkat perkembangan jaman, saat ini telah muncul mobil yang dapat bergerak secara otomatis, dimana penggunanya hanya perlu memberi input lokasi tujuannya. salah satu dari mobil ini adalah mobil yang diluncurkan oleh produsen kendaraan listrik asal Amerika, Tesla.

Tesla-Model-S-CPO.jpg

 

Kendaraan yang dirilis oleh tesla dapat mengemudi secara otomatis, menghindari obstacle yang ada, melakukan kontrol kecepatan dan posisi. Secara ringkas, diagram dari sistem mobil otomatis dapat digambarkan sebagai berikut :

automated-vehicle-google-car-18-638.jpg?

 

Contoh yang saya gunakan ini adalah beberapa otomatisasi paling canggih yang ada saat ini, yang menggunakan kamera, sensor laser, sensor jarak dan kumpulan sensor lainnya, terhubung ke komputer yang melakukan semua perhitungan yang diperlukan, menemukan rintangan dan jalur potensial untuk dikendarai, dan kemudian meneruskan data ke komputer yang menerjemahkan ini menjadi "arah mengemudi". Setelah jalur optimal dipilih, arah mengemudi dikirim ke kontroller yang mengontrol setiap aktuator individu (roda kemudi, pedal rem, pedal kecepatan, perpindahan gigi, kopling, dll.). Visi masa depan adalah pengemudi manusia suatu hari akan menjadi usang, seperti kita yang tidak lagi menanak nasi secara manual, dan jalanan serta lalu lintas akan jauh lebih aman dan lebih baik.

 

 

Ya, otomatisasi baik untuk kemanusiaan dalam banyak aspek, dan itu membuat hidup kita lebih mudah dan akan membantu kita memiliki lebih banyak waktu untuk prioritas lain. Namun, otomatisasi juga dapat membuat umat manusia malas, karena kita begitu terbiasa dengan segala sesuatu yang bekerja secara otomatis dan membuat semua keputusan untuk kita.

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 25 October 2018, 08:50 ]
 
Anyone in the world

Berpikir Sistematis (systemic Thinking)

Helicopter View

Muhammad Arieb Salam                                                                                                                      07111540000111

 

Helicopter view merupakan istilah yang merepresentasikan tentang cara melihat seluruh sistem dari berbagai aspek (tidak terpaku dalam 1 aspek) sehingga dapat menghasilkan keputusan terbaik untuk masalah pada sistem tersebut.

 

 Kalau pas naik helikopter, pasti akan terlihat dengan jelas bagaimana kondisi di daratan dengan jelas. Utuh hampir menyeluruh, lebih detail dan lugas. Daripada ketika naik ke atas gedung bertingkat, lalu memandang pemandangan daratan hanya satu arah saja (bila pandangan ke depan maka pandangannya memang satu arah saja), dan itupun tak semua daratan luas di bawahnya terlihat detail.

Helicopter views berarti memang tidak hanya satu tingkatan saja tetapi beberapa tingkatan sekaligus dari yang terdetail hingga yang terabstrak (mikro ke makro). Terkadang kita terjebak dalam tingkatan dunia mikro, kita mencoba mencari solusi pada tingkat mikro tetapi tidak menyelesaikan permasalahannya,. kenapa? Karena mungkin problemnya adalah pada struktur makronya.

Katakanlah sebagai contoh dalam organisasi perusahaan produksi baju. Sebuah keputusan manajemen pemasaran tidak semata menimbang keputusan dari satu pihak manajemen tersebut. Tetapi adalah kesemuanya dipertimbangkan. Menjadi satu kesatuan pertimbangan dengan tetap mengacu pada visi, misi dan tujuan perusahaan yang dicapai. Bukan semata tujuan dari manajemen pemasaran. Jadi tidak hanya waktu dirapatkan di lini manajemen atas-yang melibatkan semua lini manajemen-baru melibatkan semua manajemen (keuangan, operasi, pemasaran dan SDM). Tapi ketika dirumuskan di satu pihak, maka pertimbangan sudah harus mengacu pada seluruh lini manajemen.

Pemahaman sebuah helicopter view bisa dianalogikan sama dengan pemodelan secara visual dari metode mind map. Sebuah metode sederhana, tapi kemanfaatannya tidak sederhana. Cara pandang helicopter view dan metode mind map memang bukan solusi akhir sebuah masalah secara sempurna. Hanya sebuah cara pandang yang komprehensif. Masih diperlukan penyelesaiaan akhir dengan tindakan operasional di lapangan.

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Gambar dari MUHAMMAD ARIEF SETIAWAN 3316201004
by MUHAMMAD ARIEF SETIAWAN 3316201004 - Monday, 23 April 2018, 16:58
Anyone in the world

1.  (enrolment key: SPPU1, anggota: Arief Setiawan, Ansahri, Maria Angle, Adriana)

2. Lakukan studi literatur tentang Implementasi Sistem Pengendalian Pencemaran Udara Perkotaan (Sektor Transportasi dan Permukiman); sebagai kasus diambil satu contoh implementasi pada kota metropolitan di negara-negara maju  ---> Japan/paris

3. Buat Resume Implementasi SPPU Perkotaan (Sektor Transportasi dan Permukiman). Masing-masing Kelompok 1 Kota dengan referensi yang jelas.

4. Ambil Kasus Implementasi SPPU Perkotaan (Sektor Transportasi dan Permukiman) dari Kota-kota Metropolitan di Indonesia---->Kota Semarang

5. bandingkan Implementasi SPPU Kota Metropolitan di Indonesia dengan Implementasi SSPU Kota Metropolitan negara maju.

6. Buat resume akhir tentang kelebihan dan kekurangan (dari kedua Kota yang dibandingkan), minimal (boleh dikembangkan):

   6.1. Tentang historinya

   6.2. Perencanaannya dan target-target yang akan dicapai dalam tahap-tahap perencanaannya

   6.3. Pelaksanaan SPPU, dan sistem evaluasi

   6.4. Sistem Riset dan Pengembangan SPPU

7. Diselesaikan dalam waktu 1 Minggu, hasil di upload di share ITS

Associated Kursus: RE142414 RE142414
[ Mengubah: Monday, 30 April 2018, 13:44 ]
 
Anyone in the world

Berpikir kesisteman adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. Tentu saja, berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang lebih dalam yang mendasari beberapa peristiwa dan detailnya (Senge, 1990). Salah satu bentuk berikir secara sistem yang saya angkat disini adalah berfikir secara cascade. Didalam ilmu kontrol sendiri, sering sekali ditemukan penggunaan sistem cascade dalam sistem pengaturan yang kompleks. Misalnya seperti penggunaan PID kontroller untuk sistem orde tinggi (lebih dari dua). Dikarenakan kontroller PID biasa digunakan untuk sistem orde 2, untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan metode cascade controller. Metode cascade ini dilakukan dengan memecah transfer function plant kedalam bentuk yang lebih sederhana (orde 2 dan orde 1) yang disusun seri (cascade) yang kemudian masing – masing plant tadi diberikan kontroller P, I , dan D yang berbeda – beda tergantung yang diinginkan. Dengan menggunakan metode ini, maka kita bisa melakukan kontrol plant yang kompleks dengan kombinasi beberapa kontroller PID.

1.png

Apabila kita menggunakan konsep berfikir seperti sistem tersebut, maka kita dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan lebih mudah dan lebih efisien. Apabila terdapat suatu permasalahan yang cukup kompleks, maka kita bisa membagi permasalahan – permasalahan tersebut kedalam beberapa point sub masalah yang kemudian sub – sub masalah tersebut dapat dikaji masing – masing sehingga masalah yang kompleks tadi dapat terselesaikan dengan lebih baik.

2.png

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

Diagram tulang ikan atau fishbone diagram adalah salah satu metode untuk menganalisa penyebab dari sebuah masalah atau kondisi. Sering juga diagram ini disebut dengan diagram sebab-akibat atau cause effect diagram. Penemunya adalah Professor Kaoru Ishikawa, seorang ilmuwan Jepang yang juga alumni teknik kimia Universitas Tokyo, pada tahun 1943. Sehingga sering juga disebut dengan diagram Ishikawa.

Fishbone Diagram atau Cause and Effect Diagram ini dipergunakan untuk :
•Mengidentifikasi akar penyebab dari suatu permasalahan
•Mendapatkan ide-ide yang dapat memberikan solusi untuk pemecahaan suatu masalah
•Membantu dalam pencarian dan penyelidikan fakta lebih lanjut
 
Fungsi  dasar diagram Fishbone (Tulang Ikan)/ Cause and Effect (Sebab dan Akibat)/ Ishikawa adalah untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari suatu efek spesifik dan kemudian memisahkan akar penyebabnya. Fishbone Diagram sendiri banyak digunakan untuk  membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah dan membantu menemukan ide-ide untuk solusi suatu masalah.
 
Tahapan-tahapan menerapkan metode ini:
•Mengidentifikasi masalah
Identifikasikan masalah yang sebenarnya sedang dialami. Masalah utama yang terjadi kemudian digambarkan dengan bentuk kotak sebagai kepala dari fishbone diagram. Masalah yang diidentifikasi yang akan menjadi pusat perhatian dalam proses pembuatan fishbone diagram.
 
•Mengidentifikasi faktor-faktor utama masalah
     Dari masalah yang ada, maka ditentukan faktor-faktor utama yang menjadi bagian dari permasalahan yang ada. Faktor-faktor ini akan menjadi penyusun “tulang” utama dari fishbone diagram. Faktor ini dapat berupa sumber daya manusia, metode yang digunakan, cara produksi, dan lain sebagainya.
 
•Menemukan kemungkinan penyebab dari setiap faktor

    Dari setiap faktor utama yang menjadi pangkal masalah, maka perlu ditemukan kemungkinan penyebab. Kemungkinan-kemungkinan penyebab setiap faktor, akan digambarkan sebagai “tulang” kecil pada “tulang” utama. Setiap kemungkinan penyebab juga perlu dicari tau akar penyebabnya dan dapat digambarkan sebagai “tulang” pada tulang kecil kemungkinan penyebab sebelumnya. Kemungkinan penyebab dapat ditemukan dengan cara melakukan brain stormingatau analisa keadaan dengan observasi.

•Melakukan analisa hasil diagram yang sudah dibuat
    Setelah membuat fishbone diagram, maka dapat dilihat semua akar penyebab masalah. Dari akar penyebab yang sudah ditemukan, perlu dianalisa lebih jauh prioritas dan signifikansi dari penyebabnya. Kemudian dapat dicari tau solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan menyelesaikan akar masalah.
 
Terimakasih :) 
Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

Berpikir Sistem

“Rujak Cingur”

Berpikir kesisteman adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. Tentu saja, berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang lebih dalam yang mendasari beberapa peristiwa dan detailnya (Senge, 1990). Sistem bersifat hierarchical tersusun dari subsistem – sub sistem yang merupakan sistem tersendiri.

Ada beberapa pemikiran yang harus diubah oleh individu agar dapat berpikir secara sistem dengan baik, dengan kata lain pola pemikiran individu harus lebih dibenahi serta dikembangkan lagi. Untuk menjelaskan hal tersebut dapat dilihat dari gambar berikut :

Gambar1.png

Pada gambar diatas, bagian kiri merupakan kecenderungan pola berpikir yang biasa dilakukan individu. Kemudian pola pemikiran tersebut seharusnya bisa lebih dikembangkan lagi, dengan membiasakan untuk berpikir lebih maju seperti pada bagian kanan.

Pola berpikir yang baik dianggap perlu karena di kehidupan sehari-hari ini individu akan dijumpai dengan beragam fenomena yang sangat dinamis, berubah dengan sangat cepat serta tidak menentu. Sebagai gambaran coba perhatikan gambar dibawah ini :

Gambar2.png

Fenomena yang kita alami dapat diibaratkan sebagai variasi rasa yang memungkinkan untuk dirasakan oleh lidah. Sehingga ketika individu kedatangan atau mengalami berbagai fenomena yang berbeda-beda tersebut individu harus sudah siap untuk mengatasi hal tersebut dengan pola pikir yang sesuai. Seperti itulah gambaran dasar dari sistem berpikir rujak cingur. Dengan banyak sekali rasa yang terkandung dalam rujak cingur, individu yang disini diibaratkan sebagai lidah harus mampu menangkap semua rasa atau fenomena tersebut dengan pola berpikir yang benar. Untuk itulah konsep sistem berpikir rujak cingur ini perlu dirumuskan.

Jika diamati berdasarkan struktur dan perilakunya, sistem berpikir rujak cingur ini sebenarnya mirip dengan sistem berpikir puncak gunung es. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari analisa gambar dibawah ini yang berdasarkan struktur dan perilaku sistem :

Gambar3.png

Bisa dilihat bahwa dimulai dari persoalan dasar, yaitu dengan peralatan sebagai struktur sistem yang disini dijelaskan tidak standar, serta perilaku sistem yang disini digambarkan sebagai rasa dari rujak cingur yang berubah-rubah atau tidak konsisten. Akibatnya adalah konsumen tidak puas. Pada intinya, jika kita ingin pola berpikir yang baik, maka kita harus bisa membuat fenomena yang ada dan kita alami menjadi fenomena yang baik dan konsisten, dengan didukung pemikiran untuk langkah kedepannya, sehingga dari dasar itu akan sangat mempengaruhi baik tidaknya tindak keputusan yang akan kita ambil nantinya. Sebagai ilustrasi bisa dilihat gambar berikut :

Gambar4.png

Pada dasarnya, untuk membentuk sistem berpikir rujak cingur yang sesuai dengan kriteria diatas, kita harus mampu menangkap 3 hal, diantaranya adalah dengan apa yang kita amati disekitar individu, sifat individu umumnya secara naluri menanggapi fenomena yang terjadi  tersebut dengan berpikir reaktif. Namun, mayoritas dari individu kurang memperhatikan langkah selanjutnya, yaitu apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapi fenomena tersebut jika suatu saat kembali terjadi, itulah berpikir antisipatif seperti halnya dalam membuat rujak cingur, harus antisipatif berdasarkan pengalaman agar rasa yang dihasilkan pas dan enak tanpa perlu mencicipinya terlebih dahulu.

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()