Site blog

Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()
Anyone in the world

Adakalanya suatu sasaran improvement membutuhkan rincian  lengkap tentang bagaimana jalur dan tugas-tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut. Dalam tujuh alat perencanan manajemen (7 management and planning tools) atau 7 New Quality Tools  terdapat diagram yang dapat mengungkap secara sederhana tentang besarnya suatu masalah serta mengurai apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemecahan masalah tersebut. Diagram itu dikenal dengan nama tree diagram atau atau diagram pohon.

Tree diagram (Diagram Pohon) adalah teknik yang digunakan untuk memecahkan konsep apa saja, seperti kebijakan, target, tujuan, sasaran, gagasan, persoalan, tugas-tugas, atau aktivitas-aktivitas secara lebih rinci ke dalam sub-subkomponen, atau tingkat yang lebih rendah dan rinci. Diagram Pohon dimulai dengan satu item yang bercabang menjadi dua atau lebih, masing-masing cabang kemudian bercabang lagi menjadi dua atau lebih, dan seterusnya sehingga nampak seperti sebuah pohon dengan banyak batang dan cabang.

Diagram Pohon telah digunakan secara luas  dalam perencanaan, desain, dan pemecahan masalah tugas-tugas yang kompleks. Alat ini biasa digunakan ketika suatu perencanaan dibuat, yakni untuk memecahkan sebuah tugas ke dalam itemitem yang dapat dikelola (manageable) dan ditugaskan (assignable). Penyelidikan suatu masalah juga menggunakan tree diagramuntuk menemukan komponen rinci dari setiap topik masalah yang kompleks. Penggunaan alat ini disarankan jika risiko-risiko dapat diantisipasi tetapi tidak mudah diidentifikasi. Tree diagram lebih baik daripada interrelationship diagram untuk memecah masalah, yang mana masalah tersebut bersifat hirarkis. Oleh karena itu, gunakan alat  ini hanya untuk masalah-masalah yang  dapat dipecahkan secara hirarkis.

Berikut adalah prosedur membuat tree diagram:

1. Buat draft pernyataan sasaran (goal statement)

Buat suatu pernyataan sasaran, proyek, rencana, masalah, atau persoalan lain yang sedang diselidiki. Tulis persoalan tersebut pada bagian paling atas (untuk tree diagram vertikal) atau pada bagian paling kiri (untuk tree diagram horizontal).

2. Buat team yang tepat

Team harus terdiri dari dari orang-orang yang mampu berpikir analitis (bukan kreatif), dan harus memiliki pengetahuan rinci terkait topik sasaran yang sedang dibahas termasuk keahliannya dalam memecah masalah ke tingkat yang lebih rinci. Idealnya ukuran team berkisar antara 4-6 orang.

3. Buat sub-sub sasaran

Lakukan curah pendapat (brainstorming) untuk membuat batang pertama tree diagram. Hal ini berarti membuat rencana aksi (action plan) apa pada tingkat/level pertama agar pernyataan sasaran dapat tercapai. Terus ulangi hal ini pada level-level berikutnya yang lebih rinci sampai mendapatkan elemen fundamental seperti: tindakan spesifik yang dapat ditugaskan, komponen yang tidak dapat dibagi lagi, akar penyebab, atau sampai team mencapai batas keahlian mereka.

Jika kita telah membuat affinity diagram atau interrelationship diagram  sebelumnya, kita  dapat mengambil gagasan-gagasan dari sana. Tulis gagasan atau rencana aksi tersebut di bawah pernyataan pertama (untuk pohon vertikal) atau di sebelah kanan pernyataan pertama (untuk pohon horizontal). Tunjukkan hubungan antara level tersebut dengan garis panah.

4. Lakukan peninjauan

Lakukan pemeriksaan secukupnya sesuai dengan yang dibutuhkan pada setiap level, gunakan pertanyaan-pertanyan seperti berikut:

  • Apakah ada hal-hal yang terlupakan?
  • Apakah item pada setiap level telah cukup menjelaskan level diatasnya?
  • Apakah item pada setiap level memang benar-benar perlu dilakukan untuk level diatasnya?
  • Apakah tugas-tugas yang dihasilkan mengarah pada pencapaian sasaran?

Gambar 1 di bawah ini adalah contoh tree diagram dengan sasaran (goal) meningkatkan rasio ekonomi dan arus kas perusahaan.

tree-diagram.png

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

                      Process Interconnection Thinking

 

      Berfikir sistem (system thinking) mulai dikembangkan pada awal abad 20 dan pertama kali diaplikasikan pada bidang Teknik, Ekonomi, dan Ekologi.

     Berfikir sistem bukanlah metode yang harus dijalani secara runut dan baku, namun merupakan sebuah karakter atau perilaku yang mencerminkan pemecahan masalah secara menyeluruh. Manurut Battle-Fisher (2015) dalam bukunya yang berjudul Application of System Thinking to Health Policy and Public Health Ethics menyatakan ada delapan karakteristik berfikir sistem yaitu:

Memandang masalah secara keseluruhan;
Cenderung mendorong pada kemajuan;
Selalu melihat adanya ketergantungan antar elemen;
Lebih memperhatikan jangka panjang;
Fokus pada struktur masalah, bukan saling menyalahkan;
Sebelum membuat keputusan, menyertakan/mempertimbangkan sesuatu yang paradoks (tidak biasa);
Membuat pemetaan dan simulasi untuk memperlihatkan sistem; dan
Menempatkan dirinya sebagai bagian dari sistem
 

     Hester & Kevin (2014) menganalogikan berfikir sistematik dengan otak kiri yang identik dengan logika, urutan, rasional, analitis, obyektif, dan terpisah-pisah. Sedangkan berfikir sistem identik dengan otak kanan dengan karakteristik yang bersifat random, intuisi, holistik, sintesa, subyektif, dan menyeluruh.

     Process Interconnection Thinking merupakan cara untuk mengorientasikan pencarian akar permasalahan ke arah proses dan interkoneksi yang terjadi. Kita sering terjebak untuk hanya memandang output, tapi tidak memperhatikan dari proses. Kita juga sering terjebak dengan tidak melakukan pengelolaan terhadap proses namun berfokus kepada input atau output. Konsep sistem sederhana output-proses-input-umpanbalik sering dilupakan dalam melakukan analisa. Interkoneksi juga memaksa kita untuk tidak hanya berfokus kepada komponen. Komponen yang rusak lebih mudah diganti dibandingkan dengan koneksi yang tidak optimal.

     Quantitative Hypothetical Thinking merupakan dorongan untuk melakukan sebuah hipotesa awal terlebih dahulu secara kuantitatif namun tidak rigid sehingga bisa berubah secara dinamis seiring dengan peningkatan pemahaman kita terhadap permasalahan. Hipotesa dapat dianggap sebuah model pikiran terhadap permasalahan. Sesuatu yang tidak bisa diukur bukan berarti tidak bisa dikuantifikasi. Aspek kuantitatif ini penting untuk tetap diusahakan karena kita jadi memiliki patokan yang lebih baik dalam melakukan analisa maupun perbaikan.

 

Oleh :

Muhammad Haris (07111540000151)

 

Referensi :

https://www.researchgate.net/profile/Ade_Heryana2/publication/321012052_Sistem_teori_pengertian_dan_berfikir_sistem_dalam_bidang_kesehatan/links/5a073270a6fdcc65eab3a7e0/Sistem-teori-pengertian-dan-berfikir-sistem-dalam-bidang-kesehatan.pdf

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

Systemic Thinking Tool "Rich Picture"

Oleh : Leonard Wihardi

NRP : 07111540000096

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Wednesday, 21 March 2018, 16:40 ]
 
Anyone in the world

Dalam satu sarang, selalu terdapat hanya satu ratu lebah yang tugasnya hanya bertelur untuk menghasilkan lebah-lebah baru. Ratu lebah yang merupakan induk semua lebah mudah dikenali karena ukuran tubuhnya yang paling besar di antara semua lebah. Anggota berikutnya adalah lebah pekerja, sebagian bertugas membuat sarang dan sebagian lainnya mencari makan. Anggota ketiga adalah lebah jantan yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding lebah pekerja betina. Tugas lebah jantan adalah mengawini si ratu lebah.


Lebah-lebah tersebut melaksanakan tugas masing-masing dengan baik sehingga terciptalah suatu kerja sama untuk mencapai tujuan, yaitu hidup bersama dalam kedamaian dan memiliki sarang yang penuh dengan makanan.

Dalam berpikir teknik sistem kita dapat mencontoh kehidupan lebah. Pembagian tugas dalam sistem memudahkan kita untuk mengontrol tiap bagian sistem sehingga bila ada satu error tidak mengubah keseluruhan sistem. Dan seperti halnya lebah, tanpa adanya lebah pekerja yang membuat sarang maupun mencari makan, ratu lebah dan lebah jantan maka sistem tidak akan berjalan dengan output berupa madu dan regenerasi keturunan tidak tercapai.

 

oleh Izzuddin Al Qossam 07111440000151

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

         Compass Sustainability

Compass Sustainability atau kompas keberlanjutan adalah sebuah tool untuk mengelola indicator dan penilaian , dan stakeholder yang membutuhkannya. North(Utara), East(Timur), South(Selatan), West(Barat) di representasikan sebagai Nature(Alam), Economy(Ekonomi), Society(Masyarakat) dan  Wellbeing(Kesejahteraan).Kompas Keberlanjutan, dikembangkan oleh AtKisson dan sekarang digunakan di seluruh dunia. Perusahaan menggunakan Kompas untuk menyatukan dan mengkomunikasikan sistem pengelolaan keberlanjutan mereka, dan untuk menilai kemajuan strategis mereka. Sekolah dan universitas menggunakan Kompas untuk mengajarkan pendekatan sistem terhadap keberlanjutan, dan untuk membawa para guru dan administrator bersama-sama menuju visi bersama. Kompas menggabungkan alat komunikasi yang sederhana dan efektif dengan pendekatan yang lebih baru terhadap ilmu pengukuran keberlanjutan, sehingga kita  bisa menemukan jalan menuju tujuan keberlanjutan Anda dan memudahkan kita dalam proses pengambilan keputusan.

 

            Gambar Sustainability Compass

(Sumber : www.atkisson.com)

Sebuah konsep ini  dikembangkan oleh Alan AtKisson, dan mengacu pada karya perintis teori keberlanjutan seperti Herman Daly dan Donella Meadows.Secara garis besar kita dapat menggunakan konsep ini untuk :

  1. Menjelaskan keberlanjutan dalam bahasa yang lebih  mudah dicerna dan sederhana
  2. Menjelaskan keberlanjutan dan pembangunan berkelanjutan, secara keseluruhan sistem
  3. Menyediakan simbol pemersatu untuk program pembangunan berkelanjutan dan keberlanjutan
  4. Mempertemukan pemangku kepentingan(stakeholder) dan mengelola keterlibatan mereka dalam inisiatif keberlanjutan
  5. Mengembangkan indikator dan laporan keberlanjutan untuk organisasi, perusahaan, kota, dll.
  6. Melakukan penilaian keberlanjutan dan analisis kesenjangan untuk perusahaan

Aspek -aspek yang terdapat pada kompas ini adalah sebagai berikut :

  • Nature(Alam)

Alam mengacu pada sistem ekologi dan sumber daya alam, contoh yang dapat mencakup tingkat keanekaragaman hayati, habitat dan kesehatan ekosistem, kualitas lingkungan dan polusi, pengelolaan sumber daya alam, estetika, kesadaran alam, apresiasi dan keaksaraan ekologis, antara lain.

Contoh: Membangun sebuah area pertambangan di suat lokasi. Apakah hal tersebut menyokong keberlanjutan alam? Hal ini harus dibarengi dengan reklamasi hutan dana tau area pertambangan tersebut.

Membuat produk berbahan plastik , tentu saja harus mempertimbangkan apakah mendukung keberlanjutan alam, apakah bahan tersebut akan merusak alam atau tidak . Semua hal tersebut harus dipertimbangkan oleh stakeholder

 

  • Economy (Ekonomi)

Ekonomi adalah proses dimana sumber daya dipekerjakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan dibutuhkan manusia. Dimensi Kompas ini dapat mencakup hal-hal seperti pekerjaan, upah, pasar, produksi dan konsumsi, energi, penelitian & pengembangan, investasi, pendapatan dan hutang, distribusi, dll.

Contoh: Sebuah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mengubah barang mentah menjadi produk jadi seperti makanan, minuman.

            Menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat supaya dapat menyokong perekonomian negara dan dapat menyejahterakan maysrakat.

 

  • Society(Masyarakat)

Masyarakat adalah dimensi kolektif dan institusional peradaban manusia, menggabungkan segala sesuatu mulai dari pemerintah hingga sistem sekolah hingga norma sosial mengenai keadilan dan dan banyak hal. Hal-hal seperti warisan budaya, kohesi antar kelompok, tata kelola, hukum, kebijakan, infrastruktur, sistem pendidikan, pelayanan publik, dan banyak lagi dapat jatuh ke dalam dimensi ini.

Contoh : Pembangunan lokasi pertambangan atau tiang SUTET yang tidak menggaggu tempat peribadatan atau suatu pemukiman penduduk.

 

  • Well-being(Kesejahteraan)

Kesejahteraan mengacu pada kepuasan dan kebahagiaan orang-orang - kesehatan fisik dan sosio-emosional, kesehatan mereka secara keseluruhan, tingkat kepuasan hidup pribadi, hubungan utama mereka, dan peluang mereka untuk mengembangkan potensi penuh mereka.

Contoh:  Pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni, ataupun menyediakan sumber air bersih dan pasokan energi listrik untuk menyokong keberlanjutan dimensi ini dan juga harus memperhatikan dimensi-dimensi lainnya.

 

Salah satu keterbatasan model kompas adalah bahwa kita bisa saja mengasumsikan bahwa setiap aspek terlihat berbeda. Bahkan gagasan kompas,seolah-olah  memberikan intuisi bahwa bila kita berjalain ke arah barat (West) , berarti kita meninggalkan arah timur(East). Tapi itu bukan gagasan tersirat dari Sustainability Compass. Untuk tujuan tersebut, kompas berfungsi sebagai prisma, mengungkapkan komponen sistem yang saling terkait. Alam, Ekonomi, Masyarakat, dan Kesejahteraan saling terkait erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain

Sustainability Compass membantu kita melihat bagian komponen dari dunia yang dapat ditinggali lebih mudah dan mengingatkan kita bahwa kita harus memikirkan keseluruhan sistem. Kita tidak bisa membatasi perhatian, perhatian, dan tindakan kita pada satu bagian sistem sambil mengabaikan sisanya. Bahkan dengan niat terbaik, apa yang kita lakukan dalam satu bidang jika dilakukan tanpa memikirkan apa yang terbaik untuk keseluruhannya, kemungkinan akan memiliki konsekuensi negatif di bagian lain sistem ini.

Sebagai contoh :

Bahan bakar fosil telah mengubah  Revolusi Industri, dan selama 200 tahun, bahan bakar ini sebagian besar kita rasakan manfaatnya. Kehidupan masyarakat lambat laun mulai berubah. Perekonomian telah tumbuh secara eksponensial, dan untuk banyak - tapi tidak semua - kondisi sosial dan kesejahteraan individu membak. Bagi beberapa orang, kondisi sosial dan kesehatan individu telah menurun karena limbah yang dihasilkan dan penurunan fungsi alam.

Pada akhir 1800-an ilmuwan mulai berspekulasi tentang peningkatan gas rumah kaca di atmosfer sebagai akibat pembakaran bahan bakar fosil. Lalu apa bedanya?Untuk jangka waktu yang panjang , semua orang akan terkena musibah akibat Global Warming yang mengakibatkan banyak bencana, seperti bencana banjir , kelaparan, kekeringan dan lain lain

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah menghabiskan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan sains telah sampai pada beberapa jawaban pasti. Pembakaran bahan bakar fosil telah berubah dan akan terus mengubah iklim. Penelitian ilmiah yang luar biasa telah membuktikan bahwa kita mengemisikan begitu banyak karbon dioksida, metana, dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer, 98 juta ton per hari, yang tentu saja benar bahwa kita secara signifikan mengubah iklim planet ini dan mengancam peradaban planet ini.

 

Kesimpulan :

Sustainability Compass dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi struktur dan hubungan dukungan fondasi di antara alam, ekonomi, masyarakat, dan kesejahteraan. Melihat keterkaitan ini dengan lebih jelas, kita dapat mengurangi dan menghilangkan hal – hal dan keputusan yang buruk terhadap 4 aspek tersebut dan mampu meningkatkan dan memperluas hal -hal yang kita inginkan. Menyediakan seluruh sistem, memperhatikan dan menghargai dan menghormati hukum, batasan, proses, dan hubungan saling ketergantungan yang memungkinkan alam, ekonomi, masyarakat dan kesejahteraan berkembang bersama, kita dapat jalin sebuah dunia yang maju dan tetap stabil sehingga dapat bertahan lama.

 

Referensi :

https://compassu.wordpress.com/introduction/

http://mr-morrison.com/blog/sustainability-compass/

http://wp.auburn.edu/sustainability/dc-compass/

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Monday, 12 March 2018, 18:36 ]
 
Anyone in the world

                                    COMPASS SUSTAINABILITY

                        Oleh : Muhamad Rizal Ridlo P. 07111540000016

sumber : http://sustainabilitytransformation.com/

Compass Sustainability atau kompas keberlanjutan adalah sebuah tool untuk mengelola indicator dan penilaian , dan stakeholder yang membutuhkannya. North(Utara), East(Timur), South(Selatan), West(Barat) di representasikan sebagai Nature(Alam), Economy(Ekonomi), Society(Masyarakat) dan  Wellbeing(Kesejahteraan).Kompas Keberlanjutan, dikembangkan oleh AtKisson dan sekarang digunakan di seluruh dunia. Perusahaan menggunakan Kompas untuk menyatukan dan mengkomunikasikan sistem pengelolaan keberlanjutan mereka, dan untuk menilai kemajuan strategis mereka. Sekolah dan universitas menggunakan Kompas untuk mengajarkan pendekatan sistem terhadap keberlanjutan, dan untuk membawa para guru dan administrator bersama-sama menuju visi bersama. Kompas menggabungkan alat komunikasi yang sederhana dan efektif dengan pendekatan yang lebih baru terhadap ilmu pengukuran keberlanjutan, sehingga kita  bisa menemukan jalan menuju tujuan keberlanjutan Anda dan memudahkan kita dalam proses pengambilan keputusan.

 

            Gambar Sustainability Compass

(Sumber : www.atkisson.com)

Sebuah konsep ini  dikembangkan oleh Alan AtKisson, dan mengacu pada karya perintis teori keberlanjutan seperti Herman Daly dan Donella Meadows.Secara garis besar kita dapat menggunakan konsep ini untuk :

  1. Menjelaskan keberlanjutan dalam bahasa yang lebih  mudah dicerna dan sederhana
  2. Menjelaskan keberlanjutan dan pembangunan berkelanjutan, secara keseluruhan sistem
  3. Menyediakan simbol pemersatu untuk program pembangunan berkelanjutan dan keberlanjutan
  4. Mempertemukan pemangku kepentingan(stakeholder) dan mengelola keterlibatan mereka dalam inisiatif keberlanjutan
  5. Mengembangkan indikator dan laporan keberlanjutan untuk organisasi, perusahaan, kota, dll.
  6. Melakukan penilaian keberlanjutan dan analisis kesenjangan untuk perusahaan

Aspek -aspek yang terdapat pada kompas ini adalah sebagai berikut :

  • Nature(Alam)

Alam mengacu pada sistem ekologi dan sumber daya alam, contoh yang dapat mencakup tingkat keanekaragaman hayati, habitat dan kesehatan ekosistem, kualitas lingkungan dan polusi, pengelolaan sumber daya alam, estetika, kesadaran alam, apresiasi dan keaksaraan ekologis, antara lain.

Contoh: Membangun sebuah area pertambangan di suat lokasi. Apakah hal tersebut menyokong keberlanjutan alam? Hal ini harus dibarengi dengan reklamasi hutan dana tau area pertambangan tersebut.

Membuat produk berbahan plastik , tentu saja harus mempertimbangkan apakah mendukung keberlanjutan alam, apakah bahan tersebut akan merusak alam atau tidak . Semua hal tersebut harus dipertimbangkan oleh stakeholder

 

  • Economy (Ekonomi)

Ekonomi adalah proses dimana sumber daya dipekerjakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan dibutuhkan manusia. Dimensi Kompas ini dapat mencakup hal-hal seperti pekerjaan, upah, pasar, produksi dan konsumsi, energi, penelitian & pengembangan, investasi, pendapatan dan hutang, distribusi, dll.

Contoh: Sebuah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mengubah barang mentah menjadi produk jadi seperti makanan, minuman.

            Menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat supaya dapat menyokong perekonomian negara dan dapat menyejahterakan maysrakat.

 

  • Society(Masyarakat)

Masyarakat adalah dimensi kolektif dan institusional peradaban manusia, menggabungkan segala sesuatu mulai dari pemerintah hingga sistem sekolah hingga norma sosial mengenai keadilan dan dan banyak hal. Hal-hal seperti warisan budaya, kohesi antar kelompok, tata kelola, hukum, kebijakan, infrastruktur, sistem pendidikan, pelayanan publik, dan banyak lagi dapat jatuh ke dalam dimensi ini.

Contoh : Pembangunan lokasi pertambangan atau tiang SUTET yang tidak menggaggu tempat peribadatan atau suatu pemukiman penduduk.

 

  • Well-being(Kesejahteraan)

Kesejahteraan mengacu pada kepuasan dan kebahagiaan orang-orang - kesehatan fisik dan sosio-emosional, kesehatan mereka secara keseluruhan, tingkat kepuasan hidup pribadi, hubungan utama mereka, dan peluang mereka untuk mengembangkan potensi penuh mereka.

Contoh:  Pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni, ataupun menyediakan sumber air bersih dan pasokan energi listrik untuk menyokong keberlanjutan dimensi ini dan juga harus memperhatikan dimensi-dimensi lainnya.

 

Salah satu keterbatasan model kompas adalah bahwa kita bisa saja mengasumsikan bahwa setiap aspek terlihat berbeda. Bahkan gagasan kompas,seolah-olah  memberikan intuisi bahwa bila kita berjalain ke arah barat (West) , berarti kita meninggalkan arah timur(East). Tapi itu bukan gagasan tersirat dari Sustainability Compass. Untuk tujuan tersebut, kompas berfungsi sebagai prisma, mengungkapkan komponen sistem yang saling terkait. Alam, Ekonomi, Masyarakat, dan Kesejahteraan saling terkait erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain

Sustainability Compass membantu kita melihat bagian komponen dari dunia yang dapat ditinggali lebih mudah dan mengingatkan kita bahwa kita harus memikirkan keseluruhan sistem. Kita tidak bisa membatasi perhatian, perhatian, dan tindakan kita pada satu bagian sistem sambil mengabaikan sisanya. Bahkan dengan niat terbaik, apa yang kita lakukan dalam satu bidang jika dilakukan tanpa memikirkan apa yang terbaik untuk keseluruhannya, kemungkinan akan memiliki konsekuensi negatif di bagian lain sistem ini.

Sebagai contoh :

Bahan bakar fosil telah mengubah  Revolusi Industri, dan selama 200 tahun, bahan bakar ini sebagian besar kita rasakan manfaatnya. Kehidupan masyarakat lambat laun mulai berubah. Perekonomian telah tumbuh secara eksponensial, dan untuk banyak - tapi tidak semua - kondisi sosial dan kesejahteraan individu membak. Bagi beberapa orang, kondisi sosial dan kesehatan individu telah menurun karena limbah yang dihasilkan dan penurunan fungsi alam.

Pada akhir 1800-an ilmuwan mulai berspekulasi tentang peningkatan gas rumah kaca di atmosfer sebagai akibat pembakaran bahan bakar fosil. Lalu apa bedanya?Untuk jangka waktu yang panjang , semua orang akan terkena musibah akibat Global Warming yang mengakibatkan banyak bencana, seperti bencana banjir , kelaparan, kekeringan dan lain lain

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah menghabiskan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan sains telah sampai pada beberapa jawaban pasti. Pembakaran bahan bakar fosil telah berubah dan akan terus mengubah iklim. Penelitian ilmiah yang luar biasa telah membuktikan bahwa kita mengemisikan begitu banyak karbon dioksida, metana, dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer, 98 juta ton per hari, yang tentu saja benar bahwa kita secara signifikan mengubah iklim planet ini dan mengancam peradaban planet ini.

 

Kesimpulan :

Sustainability Compass dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi struktur dan hubungan dukungan fondasi di antara alam, ekonomi, masyarakat, dan kesejahteraan. Melihat keterkaitan ini dengan lebih jelas, kita dapat mengurangi dan menghilangkan hal – hal dan keputusan yang buruk terhadap 4 aspek tersebut dan mampu meningkatkan dan memperluas hal -hal yang kita inginkan. Menyediakan seluruh sistem, memperhatikan dan menghargai dan menghormati hukum, batasan, proses, dan hubungan saling ketergantungan yang memungkinkan alam, ekonomi, masyarakat dan kesejahteraan berkembang bersama, kita dapat jalin sebuah dunia yang maju dan tetap stabil sehingga dapat bertahan lama.

 

Referensi :

https://compassu.wordpress.com/introduction/

http://mr-morrison.com/blog/sustainability-compass/

http://wp.auburn.edu/sustainability/dc-compass/

 

 
Gambar dari DWI NOVA PUNJUNGSARI 3116030030
by DWI NOVA PUNJUNGSARI 3116030030 - Monday, 13 November 2017, 22:15
Anyone in the world

Nama : DWI NOVA PUNJUNGSARI

NRP : 3116030030

Kelas : H (Bangunan Gedung)

Dosen Pengajar : Dr. Ridho Bayu Aji. ST. MT

 

 
Anyone in the world

Nama : Akhrisya Febrianto

NRP : 3116030036

Kelas : H

 
Anyone in the world

Tugas Deskripsi Istilah Teknologi Beton

Oleh:

Ichwan Nur Rochman (3116030064)

Fakultas Vokasi

D3 - Teknik Infrastruktur Sipil

 

Daftar Istilah:

- Semen Portland Tipe IV

- Agregat Halus

- Agregat Kasar

- Admixture tipe A dan tipe D

- Tierod

 

 
Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()