Site blog

Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()
Anyone in the world

Tugas Teknologi Beton (Istilah dalam teknologi beton)

Oleh Berlianto Wibowo

 

Dosen Pengajar :

Dr. Ridho Bayu Aji. ST. MT.

 
Anyone in the world

Tugas Deskripsi Istilah di Teknologi Beton

 

Oleh :

Rendy Muhammad Rievqy (3116030003)

Fakultas Vokasi

D-3 Teknik Infrastruktur Sipil

 

Daftar Istilah :

- Ready Mix Concrete

- Translucent Concrete

- Formwork

- Scaffolding

 

Dosen pengampu : Dr. Ridho Bayu Aji ST. MT.

[ Mengubah: Monday, 13 November 2017, 11:22 ]
 
Gambar dari RIFQI ZAIN 2216105043
by RIFQI ZAIN 2216105043 - Tuesday, 10 October 2017, 02:24
Anyone in the world

Sebuah pendekatan lain yang berfungsi untuk mempelajari lebih jauh mengenai model dari berpikir sistem adalah analisis medan gaya yang dibahas oleh Kurt Lewin dalam bukunya “Resolving Social Conflicts”. Analisis Medan Gaya (FFA) merupakan sebuah tool untuk membedah suatu perubahan. Pendekatan ini muncul dengan ide “Kekuatan apa yang menyebabkan perubahan dan apa yang menghambat suatu perubahan?”. Kerangka berpikir ini memberikan perspektif sistem pada sebuah isu.

 

Konsepnya sederhana. Pada suatu saat, sebuah organisassi berada pada titik ekuilibrium; Artinya, terdapat keseimbangan antara kekuatan yang berlawanan. Tanpa keseimbangan ini, operasi-operasi tidak dapat berjalan dengan normal. Ketika satu ide baru akan mengubah cara suatu organisasi beroperasi, hal ini mengancam keseimbangan. Namun gaya-gaya yang mempertahankan status quo atau keseimbangan biasanya menghambat perubahan. FFA memberikan cara yang bermanfaat untuk mengilustrasikan dinamik ini.

 

Sebagai sebuah contoh, terdapat suatu isu terkait dokumen organisasi. Ketika wakil presiden akademik dalam sebuah institusi perguruan tinggi menyatakan, “Kita harus menyederhanakan operasi dan menghilangkan sebanyak mungkin dokumen yang tidak diperlukan”, Anda mungkin bisa mendapatkan persetujuan dari fakultas, tapi kemudian perubahan itu tidak terjadi.

 

Kenapa? Analisis FFA dapat memberikan sebuah pemahaman terkait dengan sistem sebagaimana adanya dan kenapa terdapat penolakan terhadap perubahan.

 

Cara yang lebih produktif untuk menganalisis masalah adalah dengan membuat list dan memeriksa gaya gaya penyeimbang yang mencegah perubahan sebagaimana ditunjukkan pada tabel di bawah. Apakah sebuah jabatan di universitas ditentukan oleh seberapa banyak keputusan-keputusan yang harus ia tanda tangani? Jika ya, bagaimana kita dapat mengubah realita? Apakah anggota baru di fakultas cukup terlatih untuk menyelesaikan dokumen dengan benar? Jika tidak, kenapa? Dengan cara apa berbagai kebijakan memperkuat status quo? Bagaimana gaya-gaya itu terjadi? Apa yang dapat dilakukan untuk mengeleminasi gaya-gaya penolakan atau untuk mengarahkan mereka dengan cara tertentu sehingga mereka mendukung perubahan yang diajukan. Setiap pertanyaan memperluas pemahaman kita mengenai sistem dan membuka metode-metode yang memungkinkan untuk mendukung inisiatif.

 

Screen%20Shot%202017-10-10%20at%202.00.3

 
Anyone in the world

BEHAVIOR OVER TIME GRAPHS (BOTG)

Terdapat banyak alat dan metode yang tersedia untuk menganalisis data serangkaian waktu seperti me-manage data A. Arena peningkatan kualitas, misalnya menampilkan grafik run, diagram penyebaran, dan metode pengendalian proses statistik untuk menganalisis tren, keterkaitan, dan kemampuan sistem. Berbagai analisis regresi atau trend juga untuk mengidentifikasi korelasi antar variabel.   

            Satu Batasan yang jelas adalah bahwa regresi atau alat analisis data lainnya tidak ada guananya tanpa data. Namun, seringakli ada kekurangan data yanag tersedia untuk menganalisis masalah baru dan disitulah letak permasalahannya. Jika berfikir hanya menggunakan alat analisis data maka kita hanya berfokus pada variable-variabel yang memiliki data. Dan metode ini tidak realistis untuk mencoba melacak data untuk segala hal sebelumnya. Alat dan metode analisi data sangat berguna saat digunakan sebagai bagian dari proses pembuatan teori.

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

LEGO adalah sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia dan dapat dimainkan oleh segala usia tanpa adanya batasan, Lego dapat dimainkan oleh lelaki ataupun perempuan. Bongkah-bongkah lego serta kepingan lego bisa disusun menjadi model apa saja. 

Prinsip utama dalam permainan lego adalah semua bagian itu terhubung satu sama lainnya untuk dapat membangun suatu model, sama seperti suatu sistem yaitu semua bagian saling terhubung untuk dapat mencapai tujuan tertentu. Pelajaran yang lainnya yang dapat kita ambil dari permainan lego adalah sebagai berikut.

1.Semua bongkah-bongkah lego dapat dihubungkan dengan mudah,  meskipun berbeda jenis bongkah lego, bongkahan tersebut masih dapat dihubungkan. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus dapat membangun hubungan dengan baik dan mudah terhadap semua orang, baik berbeda-beda jenis pendidikan, suku, maupun budaya. 

2.Permainan lego dapat dimainkan oleh semua orang dari segala usia. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus dapat membuat koneksi yang baik dengan semua orang tanpa adanya batasan usia, sehingga tidak hanya dekat dengan orang-orang yang seumuran tetapi juga orang yang lebih tua dan lebih muda. 

3. Permainan lego dapat digunakan untuk membangun konstruksi yang sederhana dan juga dapat digunakan untuk membangun suatu konstruksi yang rumit. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus dapat mengerjakan semua hal baik yang sederhana maupun sesuatu yang rumit dengan teliti dan baik.

4.Permainan lego adalah membangun sesuatu dari sesuatu yang belum ada sebelumnya mejadi suatu konstruksi bangunan. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus dapat berfikir kreatif membuat sesuatu yang baru yang  bahkan sebelumnya belum dipikirkan.

5.Kita dapat membangun suatu konstruksi lego tanpa memiliki batasan. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus berpikir tanpa ada batasan, sehingga kita tidak hanya berpikir pada hal-hal yang itu saja.

6.Permainan lego mengajarkan bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa memiliki potensi dalam membangun suatu konstruksi lego. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus percaya pada potensi orang-orang di sekitar kita baik yang lebih muda maupun lebih tua. 

7.Permainan lego dapat dibangun dari berbagai ide dari semua orang. Yang dapat kita pelajari adalah kita harus dapat menerima ide dari semua orang dan memilih yang terbaik dari ide-ide tersebut.

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Tuesday, 28 November 2017, 20:13 ]
 
Anyone in the world

Men are blend in their own cause, manusia itu buta karena keyakinanannya sendiri

Ini adalah salah satu kata-kata bijak yang cukup populer dalam bahasa inggris. Pada kalimat ini seolah mengingatakan bahwa orang tidak mampu melihat kebenaran dari sudut  pandang orang lain. Jika sesorang benar-benar yakin akan pendapatnya sendiri, sehingga menyatakan bahwa hanya ia yang benar. Tentunya hal ini akan menjerumuskan ia, karena ia tidak bisa  melihat bahaya yang akan menimpanya.

Dalam suatu kasus, seseorang dihadapkan pada pilihan pekerjaan. Sebagian besar orang melihat bahwa pekerjaan dengan gaji yang besar adalah hal yang paling memuasakan, sebagian orang lagi beranggapan bahwa kenyamanan dalam bekerja adalah hal yang Utama. Padahal hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan pekerjaan adalah apakah kita sanggup bertanggung jawab atas hak yang kita dapatkan dari perusahaan. Sesorang merasa jika sudah diterima bekerja di perusahaan yang besar maka kepuasan hidup telah tercapai, malah sebaliknya ketika bekerja dengan gaji yang besar itu berarti kita diberi tanggung jawab yang besar pula. Banyak para karyawan, khususnya fresh graduate tidak memahami hal itu, sehingga timbul sifat malas dan mudah meyerah. Kita tetap harus belajar meski sudah bekerja di perusahaan besar sekalipun.

Kasus lain misalnya, orang yang berprinsip seperti ini akan mudah men-judge orang lain. Karena merasa dirinya benar ia akan berangapan orang lain salah. Pola pikir seperti ini tidak akan menutun seseorang ke suatu hal yang lebih maju. Baginya dirinyalah yang benar, tidak perlu masukan atau ilmu dari orang lain.

Untuk mengurangi sikap seperti ini, hendaknya kita banyak membaca serta mendengar apa yang ada disekitar kita. Jangan mudah mengambil suatu kesimpulan pribadi yang nantinya malah memperburuk keadaan. 

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Anyone in the world

aaas.JPG

 

Dalam bukunya, Theory U: Leading from the Future as It Emerges, Otto Scharmer memperkenalkan gagasan presencing. Presencing berasal dari gabungan dua kata presence (kehadiran) dan sensing (penginderaan). Presencing ditandai dengan keadaan kesadaran tingkat tinggi yang memungkinkan individu dan organisasi mengubah inner place (sisi dalam) keberadaannya. Ketika perubahan ini terjadi, seseorang atau organisasi mampu menghadirkan ruang masa depan. Esensi kepemimpinan menurut Teori U adalah kemampuan menfasilitasi perubahan sisi dalam seseorang atau organisasi untuk menangkap masa depan dan mengeksplorasi dengan penuh kreativitas.

 

Dalam menggambarkan Teori U, Scharmer meletakkan pondasi bahwa seseorang haruslah berani untuk “menerima” dan “menjawab” situasi tidak hanya dengan cara mengunduh, namun juga melihat sepenuhnya (open mind), mengerti sepenuhnya (open heart), dan menerima sepenuhnya (open will), untuk kemudian mengembangkan keputusan berdasarkan hasil penerimaan itu. Scharmer melihat bahwa konstruksi systems thinkingkonvensional telah berhasil mengajak orang untuk open mind (lewat pemahaman atasevents, patterns, dan structure) dan open heart (lewat pemahaman atas mental model),namun belum sepenuhnya mengeksplorasi bagaimana sumber terdalam di diri kita mampu melihat dan menerima situasi tersebut dengan jernih melalui open will.

Dalam bukunya, Theory U: Leading from the Future as It Emerges, Otto Scharmer memperkenalkan gagasan presencing. Presencing berasal dari gabungan dua kata presence (kehadiran) dan sensing (penginderaan). Presencing ditandai dengan keadaan kesadaran tingkat tinggi yang memungkinkan individu dan organisasi mengubah inner place (sisi dalam) keberadaannya. Ketika perubahan ini terjadi, seseorang atau organisasi mampu menghadirkan ruang masa depan. Esensi kepemimpinan menurut Teori U adalah kemampuan menfasilitasi perubahan sisi dalam seseorang atau organisasi untuk menangkap masa depan dan mengeksplorasi dengan penuh kreativitas.

Dalam menggambarkan Teori U, Scharmer meletakkan pondasi bahwa seseorang haruslah berani untuk “menerima” dan “menjawab” situasi tidak hanya dengan cara mengunduh, namun juga melihat sepenuhnya (open mind), mengerti sepenuhnya (open heart), dan menerima sepenuhnya (open will), untuk kemudian mengembangkan keputusan berdasarkan hasil penerimaan itu. Scharmer melihat bahwa konstruksi systems thinkingkonvensional telah berhasil mengajak orang untuk open mind (lewat pemahaman atasevents, patterns, dan structure) dan open heart (lewat pemahaman atas mental model),namun belum sepenuhnya mengeksplorasi bagaimana sumber terdalam di diri kita mampu melihat dan menerima situasi tersebut dengan jernih melalui open will.

1. Co-initiating (Mulai Bersama): membangun niat umum. Berhenti dan dengarkan orang lain serta panggilan kehidupan apa yang harus Anda lakukan

Pada awal setiap proyek, satu atau beberapa individu kunci berkumpul bersama dengan tujuan membuat perbedaan dalam situasi yang benar-benar penting bagi mereka dan komunitas mereka. Ketika mereka menyatu menjadi sebuah kelompok inti, mereka mempertahankan niat umum berkaitan dengan tujuan mereka, orang-orang yang ingin dilibatkan, dan proses yang ingin mereka gunakan. Konteks yang memungkinkan kelompok inti semacam ini untuk terbentuk adalah proses mendengarkan yang dalam - mendengarkan apa panggilan hidup yang harus Anda dan yang lain lakukan.

2. Co-sensing (Merasakan Bersama): mengamati, mengamati, mengamati. Pergi ke tempat yang paling potensial dan dengarkan dengan pikiran dan hati yang terbuka lebar

Faktor pembatas perubahan transformasional bukanlah kurangnya visi atau gagasan, tetapi ketidakmampuan untuk merasakan - yaitu, untuk melihat secara mendalam, tajam, dan secara kolektif. Ketika anggota kelompok melihat bersama-sama dengan kedalaman dan kejelasan, mereka menjadi sadar akan potensi kolektif mereka - hampir seolah organ kolektif baru dari pengelihatan dibuka. Goethe menjelaskannya: "Setiap objek, dengan maksud baik, membuka organ penglihatan baru dalam diri kita".

Ilmuwan kognitif Francisco Varela pernah mengatakan kepada saya tentang sebuah eksperimen yang telah dilakukan dengan anak-anak kucing baru lahir, yang matanya belum terbuka. Mereka ditempatkan bersama dalam berpasangan, dengan satu di belakang yang lain sedemikian rupa sehingga hanya kucing yang lebih rendah yang mampu bergerak. Kedua anak kucing mengalami gerakan spasial yang sama, tapi semua kerja keras itu dilakukan oleh kucing yang lebih rendah. Hasil dari percobaan ini adalah bahwa kucing yang lebih rendah belajar melihat cukup normal, sedangkan kucing yang di atas tidak - kapasitasnya untuk melihat berkembang tidak memadai dan lebih lambat. Percobaan ini menggambarkan bahwa kemampuan untuk melihat dikembangkan dengan aktivitas seluruh organisme.

Dalam mengorganisasi pengetahuan manajemen, strategi, inovasi, dan pembelajaran, kita seperti kucing yang di atas - kita bergantung pada kerja keras para ahli, konsultan, dan guru untuk memberitahu kita bagaimana dunia bekerja. Untuk masalah sederhana, ini mungkin merupakan pendekatan yang tepat. Tetapi jika Anda berada dalam bisnis inovasi, maka cara kucing yang di atas tidak akan berfungsi. Hal terakhir yang tiap inovator sejati akan gantungkan adalah persepsi. Ketika berinovasi, kita harus pergi sendiri, bicara dengan orang, dan tetap berhubungan dengan isu sambil mereka berkembang. Tanpa hubungan langsung pada konteks situasi, kita tidak dapat belajar melihat dan bertindak secara efektif.

Apa yang hilang dalam organisasi saat ini dan masyarakat kita adalah seperangkat praktek yang memungkinkan penglihatan secara mendalam semacam ini - penginderaan - terjadi secara kolektif dan melintasi batas-batas. Ketika penginderaan terjadi, kelompok sebagai kesatuan dapat melihat peluang yang muncul dan kekuatan kunci sistemik dalam isu.

3. Presencing: terhubung ke sumber inspirasi dan kehendak bersama. Pergi ke tempat keheningan dan biarkan pengetahuan dalam muncul

Di bagian bawah U, individu atau kelompok dalam perjalanan U datang ke ambang yang membutuhkan "melepaskan" segala sesuatu yang tidak penting. Dalam banyak hal, batas ini seperti gerbang di Yerusalem kuno yang disebut "The Needle", yang begitu sempit sehingga ketika unta dengan banyak bawaan mencapai itu, pengemudi unta harus melepaskan semua barang bawaan itu agar unta dapat lewat - Sesuai Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa "Lebih mudah bagi seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya memasuki kerajaan Allah".

Pada saat yang sama, kita tanggalkan aspek diri yang tidak penting (melepaskan), kita juga membuka diri untuk aspek baru dari masa depan diri tertinggi kita (membiarkan datang). Inti dari presencing adalah pengalaman kedatangan hal baru dan perubahan hal yang lama. Setelah grup melintasi batas ini, tidak ada yang tetap sama. Anggota individu dan kelompok sebagai keseluruhan mulai beroperasi dengan tingkat energi tinggi dan rasa kemungkinan masa depan. Seringkali mereka kemudian mulai berfungsi sebagai kendaraan yang disengaja untuk masa depan yang mereka rasa ingin muncul.

4. Co-creating (Mencipta Bersama): membentuk dasar (prototype) hal baru dalam contoh nyata untuk mengeksplor masa depan dengan bertindak

Saya sering bekerja dengan orang-orang yang terlatih seperti insinyur, ilmuwan, manajer, dan ekonom (seperti saya). Tapi ketika datang ke inovasi, kita semua telah menerima pendidikan yang salah. Dalam semua pelatihan dan pendidikan, satu ketrampilan penting hilang: seni dan praktek membentuk dasar. Itulah apa yang Anda pelajari ketika Anda menjadi seorang desainer. Apa yang dipelajari desainer adalah kebalikan dari apa yang disosialisasikan dan bisasakan untuk kita lakukan.

Saya masih ingat kunjungan pertama saya ke sebuah sekolah seni dan desain ketika saya adalah seorang mahasiswa doktoral di Jerman. Karena saya telah menerbitkan sebuah buku tentang estetika dan manajemen, seorang profesor desain di Berlin Academy of Arts, Nick Roericht, mengundang saya untuk mengajar bersamanya dalam sebuah lokakarya. Malam sebelum lokakarya, saya diundang untuk bertemu dengan Roericht dan lingkaran kelompoknya di loteng apartemennya. Saya sangat ingin bertemu kelompok itu dan melihat bagaimana desainer terkenal menata loteng apartemen Berlinnya. Saat saya datang, saya terkejut. Loteng itu luas, indah - tapi hampir kosong. Di sudut dapur yang sangat kecil berdiri sebuah wastafel, mesin espresso, beberapa cangkir, dan meja dapur kuasi. Tapi tidak ada lemari. Tidak ada mesin cuci. Tidak ada meja di ruang utama. Tidak ada kursi. Tidak ada sofa. Tidak ada kecuali beberapa bantal untuk duduk.

Kami memiliki malam yang hebat, dan kemudian saya mengetahui bahwa loteng kosong itu merefleksikan pendekatannya akan membangun dasar. Misalnya, ketika ia mengembangkan desain prototipe interior untuk kantor dekan di sekolah, dia mengeluarkan semua perabotan dan kemudian melihat apa yang terjadi di sana. Roericht dan murid-muridnya kemudian melengkapinya sesuai kebutuhan kepala sekolah yang sebenarnya - pertemuan yang dilakukannya dan semacamnya - menyediakan objek dan perabotan yang dibutuhkan dalam kenyataan. Membangun dasar menuntut bahwa pertama-tama Anda harus mengosongkan semua benda (melepaskan). Kemudian Anda menentukan apa yang benar-benar butuhkan (biarkan datang) dan menyediakan solusi prototipe untuk kebutuhan nyata. Anda mengamati dan beradaptasi berdasarkan apa yang terjadi selanjutnya.

Ini adalah pelajaran yang berharga bagi saya. Saya berpikir: Nak, jika profesor desain terkenal ini memiliki loteng tanpa apa-apa di dalamnya, kenapa sekolah-sekolah manajemen terbaik dan semua pemikir manajemen terkenal tidak bisa membuat desain organisasi yang sama-sama simpel yang membuang semua birokrasi yang tidak berfungsi?

Keesokan harinya kami mulai lokakarya sekitar pukul 1. Tugasnya adalah menciptakan papan permainan untuk semua cara yang ada dan alternatif dalam mengatur ekonomi lokal dan global. Sebuah tantangan desain yang cukup ambisius, pikirku. Tapi apa yang dikatakan Roericht berikutnya benar-benar mengagetkanku: "Oke, sekarang bagi menjadi beberapa kelompok. Jam 5 tiap kelompok mempresentasikan prototipe pertamanya". Saya tercengang. Di dunia ekonomi dan manajemenku, reaksi untuk tugas desain seperti ini seharusnya: "Pertama, itu terlalu besar. Anda harus mempersempit pertanyaannya. Dua, jika kamu melakukannya, butuh waktu setahun atau lebih untuk meninjau semua pekerjaan yang harus dilakukan mengenai topik itu. Lalu muncul dengan kesimpulan dan mungkin masukan untuk apa yang dilakukan selanjutnya". Tapi maju dengan prototipe dalam waktu empat jam? Pelatihan profesional saya bersikeras bahwa pendekatan ini kurang mendalam dan kurang dari segi metode. Tapi yang tidak saya sadar sebelumnya adalah maju dengan prototype kurang dari empat jam adalah metodenya. Saat metode konvensional berdasarkan pada penetrasi analitis, lalu buat desain cetak biru, lalu membangunnya, metode prototipe bekerja dengan berbeda. Pertama memperjelas pertanyaannya, kemudian amati, lalu bangun agar lebih dapat mengamati, lalu beradaptasi dan sebagainya.

Jadi, prototipe bukanlah tahap yang datang setelah analisis. Prototipe adalah bagian dari proses penginderaan dan penemuan di mana kita mengeksplorasi masa depan dengan bertindak bukan dengan berpikir dan merefleksikan. Ini adalah seperti titik sederhana - tapi saya telah menemukan bahwa proses inovasi dari banyak organisasi berhenti di sana, di metode analisis lama tentang "kelumpuhan analisis".

Gerakan co-creation dari perjalanan U menghasilkan satu set contoh kehidupan kecil yang mengeksplorasi masa depan dengan bertindak. Ini juga menghasilkan jaringan pencipta perubahan yang bersemangat dan dengan cepat berkembang yang meningkatkan pembelajaran mereka di seluruh prototipe dan yang saling membantu dalam menghadapi tantangan inovasi apapun yang mereka hadapi.

5. Co-evolving (Berkembang Bersama): mewujudkan hal baru dalam ekosistem yang memfasilitasi penglihatan dan tindakan dari keseluruhan

Setelah kita mengembangkan beberapa prototipe dan mikrokosmos yang baru, langkah selanjutnya adalah meninjau apa yang telah dipelajari - apa yang bekerja dan tidak - dan kemudian menentukan prototipe mana yang memiliki dampak tertinggi pada sistem atau situasi yang ada. Datang dengan penilaian suara pada tahap ini seringkali memerlukan keterlibatan pemangku kepentingan dari lembaga dan sektor lain. Seringkali, apa yang Anda pikir akan Anda buat di awal proses U berbeda dari apa yang akhirnya muncul.

Hasil gerakan co-evolving di ekosistem inovasi yang menghubungkan inisiatif prototipe tinggi dengan institusi dan pelaku yang dapat membantu membawa ke tingkat berikutnya dalam uji coba dan penilaian.

Lima gerakan U berlaku baik di tingkat makro dari proyek inovasi dan arsitektur perubahan serta tingkat meso dan mikro dari kelompok percakapan atau interaksi satu lawan satu. Dalam seni bela diri Anda pergi melalui U dalam sepersekian detik. Ketika diterapkan untuk proyek-proyek inovasi besar, proses U terbentang selama periode yang lebih lama dan dalam bentuk yang berbeda. Jadi, komposisi tim di proyek-proyek seperti biasanya berubah dan beradaptasi untuk beberapa tingkat setelah setiap gerakan.

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Thursday, 12 October 2017, 20:49 ]
 
Gambar dari REWINDA 2216105064
by REWINDA 2216105064 - Saturday, 7 October 2017, 04:13
Anyone in the world

kisah-sebatang-pensil.jpg

Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita ini tentang aku?”

Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.

“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”

“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”

Pertama : Kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Sunday, 15 October 2017, 10:43 ]
 
Anyone in the world

1%20Iq7fJbC3AOowdL9iOoivvQ.png

 

Terkadang, ide dapat muncul secara tiba-tiba tanpa bersusah payah mencarinya. Bahkan orang kreatif akan dengan mudah menemukan ide ketika dihadapkan dalam berbagai masalah. Seringkali ide kreatif tersebut terinspirasi dari hal-hal dan situasi yang tidak terduga. Namun bagi sebagian orang menemukan ide kreatif bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknik dalam berpikir kreatif.

 

Salah satu teknik berpikir kreatif yang telah ada disebut Silly Cow. Metode ini umumnya digunakan untuk menumbuhkan ide dalam berbisnis. Namun cara ni juga dapat diterapkan dalam berbagai persoalan lain yang membutuhkan kreativitas. Metode berpikir ini dapat dilakukan sendiri maupun dengan forum group discussion. Terdapat dua cara untuk menerapkan metode Silly Cow. Pertama, cara yang dapat Anda lakukan sendiri. Langkah awal yang harus Anda lakukan, coba pikirkan tentang sapi. Apa saja yang Anda ketahui tentang sapi? Misalkan : hitam-putih, daging, susu, berkaki empat, kotoran, daging glonggongan, suap kasus impor daging dan hal-hal lain yang langsung terpikirkan oleh Anda. Kemudian lanjutkan dengan pertanyaan “Apa yang berhubungan dengan hitam-putih?” “Apa yang berhubungan dengan daging?” dan seterusnya dan seterusnya. Teruskan hingga Anda mendapatkan banyak ide, kemudian pilihlah ide yang paling sesuai dengan permasalahan Anda.  

 

Cara yang kedua sebaiknya dilakukan berkelompok atau dengan forum group discussion. Cara ini lebih efisien dan efektif untuk memicu keluarnya ide-ide kreatif yang Anda miliki. Metode ini dapat diterapkan dengan sebuah game yang menyenangkan. Pertama, masing-masing partisipan menyebutkan tiga kata/hal yang berhubungan dengan sapi.  Dari seluruh kata yang terkumpul, instruktur memberikan 3 kata secara acak kepada masing-masing partisipan. Kemudian masing-masing orang dapat mengajukan sebuah ide dengan tiga kata yang telah dipilihkan. Metode ini memiliki tujuan utama untuk menjadikan peserta lebih inovatif dan berpikir ‘out of the box’. Kuncinya adalah spontanitas peserta ketika menyebutkan tiga kata. Setiap ide yang muncul, tidak peduli betapa konyol dan sangat tidak masuk akal, patut untuk diharga. Metode ini dapat dikembangkan dengan pemilihan tema selain sapi.

Selamat mencoba!!

 

Sumber :

http://adinhumanomics.tumblr.com/post/68169384859/idea-silly-cow-lotus-blossom-and-consumer

https://www.linkedin.com/pulse/silly-cow-instartups-anestis-tsoukalis

 

Associated Kursus: RE141668RE141668
[ Mengubah: Monday, 27 February 2017, 22:41 ]
 
Anyone in the world

 

Metode ini dilakukan dengan membangun ide-ide baru dari masalah yang ada. Berikut adalah langkah-langkah melakukan teknik lotus blossom.

  1. Letakan permasalahan utama kotak pusat.
  2. Buat ide-ide yang menyangkut permasalahan utama menggunakan ‘kelompak-kelopak’ di sekitar kotak permasalan utam.
  3. Ide-ide baru tersebut akan memacu ide-ide baru yang lain. Sehingga seakan-akan ide dari poin (2) menjadi ide pusat yang baru.
  4. Usahakan untuk membuat delapan ide baru menyangkut poin (3).
  5. Terakhir, bandingkan tiap ide yang ada dengan keadaan permasalahan yang dihadapi dan untung-rugi yang akan diperoleh pada tiap-tiap ide.

 

LotusFlower_1.jpg 

Gambar 1. Tabel sketsa lotus blossom.

 tumblr_inline_mwvnqd2WZ41sojwud.png

Gambar 2. Sketsa metode lotus blossom.

Bila pengembangan ide kreatif menggunakan metode ini sudah selesai, maka gambar sketsa idenya akan seperti gambar 2 di atas.

 

Sumber :

http://5by5design.com/advice/lotus-blossom-technique

http://members.optusnet.com.au/charles57/Creative/Techniques/lotus.htm

http://www.speech-topics-help.net/speaking-research-methods.html

Associated Kursus: RE141668RE141668
 
Halaman: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 46 ()