Site blog

Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 45 ()
Picture of Novaldi Guntur Putra 2215100021
by Novaldi Guntur Putra 2215100021 - Thursday, 18 October 2018, 10:33 PM
Anyone in the world

Otomatisasi Pembayaran Tagihan

Konvensional

Pada jaman dahulu, ketika bank atau institusi finansial lainnya mengeluarkan tagihan, konsumen harus datang ke tempat dan membayar tagihan tersebut secara langsung kepada teller. Konsumen harus datang, mengantri dari pagi, hanya untuk membayar tagihan yang tidak seberapa. Selain itu, tidak ada sistem pengingat bagi para konsumen. Bank atau institusi finansial sering kali mengirimkan surat tagihan via kantor pos atau institusi sejenis. Namun seringkali, tagihan ini hanya menumpuk di kotak pos dan tidak dilihat oleh konsumen karena berbagai alasan. Sehingga ketika tagihan menumpuk, tagihan semakin banyak dan bunga yang harus dibayar semakin banyak sehingga menyusahkan konsumen.

Antrian Bank tahun 1930

Gambar 1 Antrian Bank pada tahun 1930

Otomatis

Pada jaman sekarang, dimana sudah terdapat kemajuan teknologi, pembayaran tagihan bisa dilakukan secara otomatis. Pengguna bisa memilih untuk menggunakan layanan tersebut, sehingga nantinya bank atau institusi sejenis akan langsung menarik sejumlah uang dari tabungan pengguna atau dari kartu kredit untuk membayarkan tagihan secara langsung. Selain itu, pengguna bisa memilih untuk mengaktifkan layanan pengingat tagihan yang bisa dikirimkan via smartphone atau perangkat lainnya. Pengguna akan diberikan pemberitahuan ketika tagihan harus dibayarkan. Informasi yang diberikan bisa berisi jumlah tagihan, tenggat waktu, dan sebagainya.

interface automatic bill payment

Gambar 2 Interface Automatic Bill Payment

 

Kriteria

Pembayaran tagihan dengan tepat waktu dan tidak ribet

Indikator

Pemberitahuan kepada pengguna bahwa tagihan tertentu sudah dibayar

Variable

Besaran tagihan

Parameter

Tanggal penarikan biaya tagihan dari bank

Batasan

Jumlah saldo pengguna ataupun limit kartu kredit pengguna

 

Video Referensi

 

[ Modified: Thursday, 18 October 2018, 10:34 PM ]

Comments

     
    Anyone in the world

    Aktivasi Lampu Halaman Rumah Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari

     

    Pendahuluan

    Lampu merupakan alat yang membantu kegiatan manusia saat tidak ada cahaya matahari yang menerangi. Lampu berguna untuk menerangi suatu ruangan di saat gelap. Saat ini, masih banyak aktivasi lampu yang dilakukan secara manual melalui saklar, seperti lampu halaman rumah. Lampu diaktifkan saat keadaan gelap baik saat menjelang malam hari maupun badai hujan yang tidak adanya cahaya matahari. Oleh sebab itu, penghuni rumah tersebut harus mengaktifkan lampu saat menjelang malam.

     lampu-saklar.jpg

    Gambar 1 Aktivasi lampu halaman rumah dengan saklar

    Penghuni rumah terkadang memiliki kegiatan di luar rumah ataupun lupa untuk mengaktifkan lampu saat menjelang malam tiba, sehingga halaman rumah terlihat gelap serta terlihat seperti tidak sedang ada orang di rumah yang dapat menyebabkan kejahatan pencurian dan yang lainnya terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, lampu halaman rumah dapat diaktifkan secara otomatis. Dikarenakan lampu halaman rumah diaktifkan hanya saat kondisi gelap, aktivasi lampu dapat dilakukan berdasarkan intensitas cahaya. Selain membantu penghuni mengaktifkan lampu halaman rumah di saat gelap, penggunaan listrik pun tidak boros karena lampu digunakan hanya saat dibutuhkan.

     lampu-ldr.jpg

    Gambar 2 Aktivasi lampu halaman rumah dengan sensor cahaya

    Berikut adalah video aktivasi lampu dengan menggunakan sensor cahaya.

     

    Kriteria         :    Lampu halaman rumah aktif menjelang malam hari ataupun saat kondisi gelap

    Indikator      :    Cahaya lampu

    Variabel       :    Resistansi yang mengatur sensor cahaya

    Parameter   :    Luas ruangan yang diterangi lampu

    Batasan        :    a. Sensitivitas sensor cahaya

                              b. Daya lampu yang digunakan

    Associated Course: RE141668RE141668

    Comments

       
      Anyone in the world

      Pendahuluan

      Lampu merupakan alat yang membantu kegiatan manusia saat tidak ada cahaya matahari yang menerangi. Lampu berguna untuk menerangi suatu ruangan di saat gelap. Saat ini, masih banyak aktivasi lampu yang dilakukan secara manual melalui saklar, seperti lampu halaman rumah. Lampu diaktifkan saat keadaan gelap baik saat menjelang malam hari maupun badai hujan yang tidak adanya cahaya matahari. Oleh sebab itu, penghuni rumah tersebut harus mengaktifkan lampu saat menjelang malam.

       lampu-saklar.jpg

      Gambar 1 Aktivasi lampu halaman rumah dengan saklar

      Penghuni rumah terkadang memiliki kegiatan di luar rumah ataupun lupa untuk mengaktifkan lampu saat menjelang malam tiba, sehingga halaman rumah terlihat gelap serta terlihat seperti tidak sedang ada orang di rumah yang dapat menyebabkan kejahatan pencurian dan yang lainnya terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, lampu halaman rumah dapat diaktifkan secara otomatis. Dikarenakan lampu halaman rumah diaktifkan hanya saat kondisi gelap, aktivasi lampu dapat dilakukan berdasarkan intensitas cahaya. Selain membantu penghuni mengaktifkan lampu halaman rumah di saat gelap, penggunaan listrik pun tidak boros karena lampu digunakan hanya saat dibutuhkan.

       lampu-ldr.jpg

      Gambar 2 Aktivasi lampu halaman rumah dengan sensor cahaya

      Berikut adalah video pengaktifkan lampu dengan sensor cahaya.

       

      Kriteria         :    Lampu halaman rumah aktif menjelang malam hari ataupun saat kondisi gelap

      Indikator      :    Cahaya lampu

      Variabel       :    Resistansi yang mengatur sensor cahaya

      Parameter   :    Luas ruangan yang diterangi lampu

      Batasan        :    a. Sensitivitas sensor cahaya

                                b. Daya lampu yang digunakan

      Comments

         
        Picture of Erick Suryadi 07111745000039
        by Erick Suryadi 07111745000039 - Thursday, 18 October 2018, 10:58 AM
        Anyone in the world

        Pewangi Ruangan Otomatis

        Deskripsi

                   Untuk menjaga suatu ruangan agar tetap wangi, ruangan harus disemprotkan pewangi setiap beberapa waktu sekali karena pewangi yang hanya disemprotkan sekali saja wanginya akan hilang dalam beberapa saat. Latar belakang dibuatnya sebuah sistem pewangin ruangan otomatis ini adalah karena dengan menyemprotan pewangi secara manual sering kali penghuni kamar lupa atau mungkin sedikit malas untuk menyemprotkan pewangi secara berkala, dan hal ini menyebabkan bau dari ruangan tersebut dapat membuat penghuninya merasa tidak nyaman. Selain itu, ketika ruangan sedang ditinggalkan oleh penghuninya, maka tidak akan orang yang akan menyemprotkan pewangi tersebut sehingga ketika penghuni datang dan masuk ke ruangannya, maka ruangannya juga akan meninmbulkan bau yang tidak sedap. Berdasarkan faktor – faktor diatas maka dibuatlah sebuah sistem pewangi ruangan yang dapat bekerja secara otomatis.

                    Pewangi ruangan otomatis adalah sebuah perangkat atau alat yang berfungsi untuk menjaga ruangan agar tetap wangi baik ketika ada penghuni di ruangan tersebut maupun tidak. Alat ini akan bekerja dengan cara menyemprotkan pewangi dalam bentuk cairan yang terdapat didalam sebuah tabung secara otomatis dan berkala dengan rentang waktu yang dapat diatur. Pada sebuah tabung pewangi terdapat sebuah nozzel yang dioperasikan dengan cara ditekan kemudian proses penekanan tersebut dikalukan oleh sebuah penggerak motor listrik DC yang disambungkan dengan beberapa gear dan disuplai dengan sumber listrik dari baterai. Kemudian pada alat atau perangkat ini juga terdapat sebuah timer yang digunakan untuk mengatur waktu penyemprotan yang juga lamanya rentang penyemprotan dapat diubah oleh pengguna dengan beberapa pilihan waktu

        Image result for pewangi ruangan otomatis

         

        Link :

        https://www.youtube.com/watch?v=j8nEGRGVE94

         

        Kriteria

        • Dapat menyemprotkan pewangi sesuai dengan rentang waktu yang telah diatur.
        • Pewangi dapat disemprotkan secara sempurna.

        Inddikator

        • LED berwarna hijau menyala ketika perangkat sedang beroperasi

        Variabel

        • Rentang waktu penyemprotan

        Parameter

        • Dimensi  tabung pewangi
        • Level Supply Tegangan

        Batasan

        • Hanya terdapat 3 atau 4 pilihan rentang waktu penyemprotan
        • Monitoring on/off sistem dengan LED
        Associated Course: RE141668RE141668
        [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 11:48 AM ]

        Comments

           
          Picture of Indy Mutiara Rasaydeci 07111745000003
          by Indy Mutiara Rasaydeci 07111745000003 - Thursday, 18 October 2018, 10:53 AM
          Anyone in the world

          WATER HEATER ELECTRIC

           

          • Deskripsi singkat

          Water heater electric adalah alat yang digunakan untuk mengubah air dingin menjadi air panas. Pada umumnya, water heater electric diimplementasikan di kamar mandi sebagai penyedia air panas. Secara konvesional, untuk mendapatkan air panas dilakukan dengan cara memanaskan air dengan alat bantu panci sebagai wadah air dan kompor sebagai alat pemanas. Hal ini memakan waktu cukup lama untuk menghasilkan air panas yang sesuai dengan suhu yang diinginkan. Dalam proses pemanasan perlu dilakukan pemantauan untuk menghindari terjadinya penguapan air akibat suhu yang over heat.

          Semakin berkembangnya jaman, diciptakannya teknologi water heater electric dimana suhu air dapat diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Water heater electric mulai bekerja memanaskan air ketika kran air dibuka. Membutuhkan beberapa saat untuk mendapatkan air panas yang diinginkan tergantung seberapa besar watt listrik dari alat tersebut. Semakin besar watt, semakin cepat air panas yang dihasilkan. Saat kran dibuka, aliran air akan terdeteksi oleh sensor flow switch dan mengaktifkan elemen pemanas di dalam heating module yang berfungsi untuk memanaskan air sesuai dengan suhu yang diinginkan. Ketika kran dimatikan, flow switch tidak mendeteksi adanya aliran air sehingga secara otomatis elemen pemanas mati.

           Gambar terkait

          • Kriteria

          Kriteria yang diharapkan dari water heater electric yaitu dapat menghasilkan air panas sesuai dengan suhu yang diinginkan.

           

          • Indikator

          Water heater electric mempunyai model yang berbeda dan indikator yang berbeda pula. Pada dasarnya indikator yang terdapat di alat ini adalah knob untuk mengatur panas suhu air yang diinginkan dan display untuk menampilkan nilai derajat suhu air.

           

          • Variabel

          Variabel merupakan nilai yang dapat berubah selama sistem beroperasi dan dapat diatur oleh pengguna. Variabel pada water heater electric adalah suhu air, debit air, dan waktu yang dibutuhkan saat proses menghasilkan air panas.

           

          • Parameter

          Parameter merupakan nilai yang tidak dapat berubah atau diubah ubah. Parameter dari water heater electric adalah air, tegangan input untuk mengaktifkan alat, elemen pemanas, titik didih air, dan debit maksimal air.

           

          • Batasan

          Terdapat batasan yang membatasi kemampuan water heater electric, yaitu jeda waktu yang diperlukan untuk menghasilkan air panas sesuai dengan suhu yang diinginkan dan besar daya maksimal yang tersedia di dalam rumah.

           

           

          Sumber video: 

          https://www.youtube.com/watch?v=ZwapTUBP6jw

          Associated Course: RE141668RE141668
          [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 11:34 AM ]

          Comments

             
            Picture of Muhammad Enggal Pangestu 07111745000043
            by Muhammad Enggal Pangestu 07111745000043 - Thursday, 18 October 2018, 10:51 AM
            Anyone in the world

            OTOMATISASI SETRIKA

             

            Konvensional

            Setrika konvensional atau setrika kuno terbuat dari logam tebal dengan pegangan yang terbuat dari kayu. Sumber panasnya didapat dari bara arang kayu yang dimasukkan ke dalam badan setrika. Bila kita akan menyetrika pakaian maka harus membuat bara dari arang kayu terlebih dahulu, setelah itu setrika dapat digunakan. Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan jenis setrika ini adalah abu sisa arang atau percikan arang kecil yang kadang-kadang keluar dari celah yang ada pada sisi setrika yang dapat merusak pakaian yang sedang di setrika. Selain itu, hindari menyetrika pakaian berbahan tipis atau tidak tahan panas karena panas dari bara api sangat tinggi, maka dikhawatirkan akan merusak kain tipis. Setrika jenis ini sulit untuk diatur suhu setrika.

             Image result for setrika kuno

             

            Otomatis

            Setrika listrik otomatis ini mempunyai alat pengontrol suhu yaitu, thermostat. Thermostat ini berfungsi mengatur kestabilan suhu setrika yang tingkat derajat suhunya dapat diatur menurut keinginan pengguna. Panas yang dihasilkan berasal dari sebuah lilitan kawat yang dialiri arus listrik. Pengguna cukup memasukkan kabe penghubung ke stopkontak listrik, tunggu beberapa menit hingga setrika cukup panas. Tanpa harus membuat bara dari arang kayu, yang cukup merepotkan. Selain itu, setrika ini lebih ringan dan lebih aman. Lebih ringan karena badan dari setrika ini rata-rata terbuat dari plastik. Lebih aman karena tidak ada percikan dari bara, karena tidak menggunakan bara sebagai sumber panas.

            Image result for setrika setrika png

             

            Kriteria          : Menjaga panas tetap stabil.

            Indikator       : Lampu nyala ketika pemanas aktif.

            Variabel         : Suhu.

            Parameter      : Luas alas atau ukuran pemanas.

            Batasan          : Dibutuhkan waktu agar setrika dapat digunakan hingga panas yang cukup.

             

            Setrika Kuno :

             

            Setrika Listrik :

             

            Sumber video:

            https://www.youtube.com/watch?v=C-tVN2SpdPg

            https://www.youtube.com/watch?v=SJ739--Vc3A

            Associated Course: RE141668RE141668
            [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 12:16 PM ]

            Comments

               
              Picture of Moch Aan Fahrizal 07111745000033
              by Moch Aan Fahrizal 07111745000033 - Thursday, 18 October 2018, 10:42 AM
              Anyone in the world

              Konvensial :

              Ibu-ibu rumah tangga biasanya menyiapkan kopi untuk suaminya, untuk membuat kopi dibutuhkan air panas. Mula-mula ibu memanaskan air menggunakan kompor, butuh waktu lama untuk memanaskan air sampai mendidih, dan harus dicek untuk mengetahui air sudah mendidih dengan melihat munculnya  gelembung air.

               

              Otomatis :

              Dengan menggunakan dispenser untuk membuar air panas sangatlah mudah. Proses pemanasan terjadi ketika air masuk ke dalam tabung pemanas. Tabung pemanas yang terbuat dari logam, memiliki sensor suhu, dan dikelilingi oleh elemen pemanas di sekitar tabungnya. Sensor suhu akan membuat pemanas bekerja. Suhu tinggi dari elemen pemanas membuat air menjadi panas, lalu setelah suhu air mencapai panas maksimal, sensor suhu akan membaca suhunya yang sesuai dengan set poin suhu maksimal air, dan aliran listrik pada tabung akan terputus oleh relay. Jika lampu indikator mati atau stanby, berarti air sudah mencapai panas maksimal dan siap untuk digunakan

              • Kriteria : dapat memanaskan air dengan cepat dan menjaga air tetap panas
              • Indikator : lampu pada dispenser menyala ketika suhu air sudah sesuai dengan titik didih air
              • Variabel : suhu air
              • Parameter : jenis air, titik didih air
              • Batasan : jika listrik mati dispenser tidak berfungsi

              Berikut merupakan vidio secara konvensional:

              Berikut merupakan vidio secara otomatis:

              Associated Course: RE141668RE141668
              [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 3:32 PM ]

              Comments

                 
                Picture of Fauzi Angung Pambudi 07111745000042
                by Fauzi Angung Pambudi 07111745000042 - Thursday, 18 October 2018, 10:42 AM
                Anyone in the world

                Mesin Pompa Air

                Deskripsi :

                Mesin pompa air merupakan suatu alat yang digunakan untuk penguat aliran air, dimana bila sumber air tersebut berada di bawah tanah (sumur), maka untuk menarik air tersebut ke permukaan membutuhkan suatu dorongan terus menerus dan bila sumber air yang mengalir sangat kecil, maka pompa ini berfungsi untuk memperkuat aliran air yang dialirkan. Pada kesehariannya penggunaan pompa air bertujuan untuk mempercepat aliran air dari sumber sehingga dapat digunakan untuk penyimapan air (toren) pada tempat tinggi ataupun dapat digunakan secara langsung

                Mesin pompa air ini dapat dibedakan atas metode konvensional dan saat ini. Pada metode konvesional untuk dapat mengambil air dari sumber tanah membutuhkan usaha yang kuat dengan menimba air secara manual ataupun menggunakan pompa air yang digerakkan oleh tangan. Sedangkan pada mesin pompa air saat ini telah menggunakan motor AC dimana penggeraknya merupakan hasil gerakan rotasi yang dihasilkan oleh motor, sehigga pada pengaplikasiannya hanya membutuhkan mesin pompa air itu sendiri dan sumber listrik AC. Bahkan saat ini pun telah memiliki pelampung otomatis yang ditempatkan pada penampungan air (toren) di bagian atas rumah, hal ini dapat membantu dalam indikator tingginya air pada tempat penampungan, sehingga bila tinggi air berkurang maka secara otomatis mesin pompa air akan berfungsi hingga titik tertentu dan mesim pompa air mati.

                Kriteria            :

                1. Diharapkan dapat memperkuat aliran air dari sumber bawah tanah ataupun sumber aliran air yang sangat kecil
                2. Diharapkan dapat mengalirkan air ke penampungan air (toren) yang diletakkan pada atas rumah.

                Indikator         :

                            Pada model penyimpana  air (toren) yang memiliki pelampung air, hal tersebut difungsikan sebagai bagian dari hal otomasi dalam mesin pompa air. Bila pompa air tersebut berfungsi maka hal tersebut merupakan indikator bahwasannya tempat penyimpanan air tersebut mulai berkurang dan telah diisi kembali hingga mesin pompa mati dimana kondisi merupakan indikator bahwasannya air pada tempat penyimpanan tersebut dapat digunakan hingga penggunaan tertentu.

                Variable           :

                            Variable pada sistem otomasi yang digunakan pada pompa air ini adalah level tempat penyimpanan air yang memfungsikan pelampung air sebagai variable yang dapat diubah sesuai dengan kinerja pompa air yang akan difungsikan terebut.

                Parameter        :

                            Parameter yang terdapat pada sistem ini antara lain energi yang digunakan pompa air untuk menggerakkan motor, spesifikasi motor, jenis pelampung air dan sumber dari air yang akan disalurkan.

                Batasan           :

                            Batasan yang dimiliki oleh sistem pompa air ini yaitu kinerja dari pompa saat dinyalakan akan langsung berfungsi maksimal, hal tersebut dikarenakan tidak adanya pengaturan kecepetan motor AC pada mesin pompa air ini.

                Lingkungan sistem :

                            Hasil dari sistem yang telah diterapkan memiliki dampak yaitu dapat membantu untuk mengambil air baik dari smur ataupun aliran air yang kecil, sehingga dapat membuat jumlah air tanah akan berkurang bila dilakukan secara berlebihan

                Associated Course: RE141668RE141668

                Comments

                   
                  Picture of Rivaldy Hariansyah 07111745000024
                  by Rivaldy Hariansyah 07111745000024 - Thursday, 18 October 2018, 10:37 AM
                  Anyone in the world

                  Perkembangan mesin cuci sebelum ada teknologi (konvensional) hingga saat ini

                  Mencuci pakaian merupakan budaya tertua dalam sejarah peradaban manusia. Sejak zaman nenek moyang, sandang dikenal untuk menutupi tubuh dan aurat. Saat itu pula, membersihkan pakaian untuk menghilangkan noda dan bau menjadi kebiasaan.Sebelum ada teknologi mesin pencuci dan pengering, manusia pada masa lalu menggunakan berbagai teknik dan perlengkapan sederhana dalam membersihkan pakaian. Hampir semua bangsa di dunia awalnya mencuci pakaian di sungai yang dilakukan oleh kaum wanita. Arus air dimanfaatkan untuk membersihkan noda dan bau. Agar noda dan bau tersapu air lebih optimal, bebatuan dimanfaatkan untuk menggilas kain yang dicuci, lalu dijemur pada dahan dan ranting yang disinari matahari.

                  Selain mencuci di sungai, sekitar abad ke-18 dan 19, di Eropa juga bermunculan rumah cuci bersama atau wash-house di sekitar permukiman warga. Pada prinsipnya, fasilitas yang dibangun pemerintah tersebut memiliki dua kolam, yakni tempat mencuci dan membilas pakaian. Air yang mengaliri kolam berasal dari sungai atau mata air. Di tempat ini, kaum wanita tidak perlu khawatir akan derasnya air sungai dan terhindar dari sinar matahari karena terpayungi atap.

                  Bersamaan dengan munculnya budaya mencuci bersama, hadir sejumlah teknologi awal alat pencuci yang dimiliki oleh keluarga mampu. Sejumlah model pertama mesin cuci tercatat atas nama penemu dari Jerman dan Inggris pada pertengahan abad ke-18, di antaranya Jacob Christian Schaffer (Jerman) tahun 1752 dan Henry Sidgier (Inggris) pada 1782.Mesin tersebut terbuat dari tabung kayu dengan rangka besi, yakni tuas digerakkan oleh tangan untuk menguras rendaman cucian dalam tabung. Namun demikian, untuk noda yang membandel, mesin tersebut dinilai tidak lebih ampuh dibandingkan dengan mencuci dengan tangan.

                  Awal abad ke-20, tercatat nama peneliti yang mendaftarkan paten produk mereka. Pemberitaan berkembang yang menyebutkan Alva J Fisher sebagai penemu pertama mesin cuci terbantah setelah ditemukan data pemegang paten yang lebih awal, hingga akhirnya sampai sekarang isu penemu mesin cuci masih simpang siur dan dalam perdebatan.Karya Fisher dan sejumlah penemu mesin cuci lain saat itu berupa tabung kayu dengan gerigi di dalam yang digerakan oleh motor listrik. Pada 1928, sebanyak 913 ribu unit mesin cuci tercatat terjual di AS. Pada 1932 jasa gerai cuci (Laundromat) dengan sistem koin dibuka di Fort Worth, Texas.

                  Baru selepas Perang Dunia II, pada akhir 1940 dan awal 1950 sejumlah pabrik AS meluncurkan dan bersaing memasarkan mesin otomatis dengan model buka-tutup di bagian atas. Pada 1947 perusahaan Bendix Dulux mengenalkan model buka-tutup di bagian depan. Sejak saat itu, mesin cuci, pengering, dan berbagai inovasi di bidang laundry terus berkembang hingga produk mutakhir saat ini

                  Perancangan Konseptual :

                  1. Kriteria :
                    • Mampu mencuci pakaian kotor menjadi bersih
                    • mengeringkan pakaian
                    • melipat pakaian
                  2. Indikator:
                    • durasi pencucian
                    • pengatur kecepatan pencucian
                    • informasi telah selesai mencuci
                  3. Variabel : 
                    • Jumlah air dan Detergen, banyak pakaian yang di cuci
                  4. Parameter :
                    • Lama proses pencucian
                  5. Batasan : 
                    • Banyak putaran pencuci per menit
                  6. Kendala : 
                    • Kotoran yang melekat pada pakaian
                    • Kebersihan air untuk mencuci
                  7. Lingkungan sistem :
                    • Sistem asal : Air dan detergen
                    • Sistem keluaran : Pakaian bersih untuk pengguna alat

                  Mencuci Manual yang masih diterapkan hingga saat ini :

                  Tips-mencuci-pakaian.jpg

                  Penggunaan mesin cuci untuk menggantikan peran manusia dalam mencuci pakaian:

                  5817508-orig-e1470583800576.jpg

                  Mesin Cuci versi tahun 80an:

                  Mesin Cuci Saat ini :

                  Video source : 
                  1. https://www.youtube.com/watch?v=COXM2V0wn_I
                  2. https://www.youtube.com/watch?v=lMV610Z2KEg
                  Associated Course: RE141668RE141668
                  [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 3:02 PM ]

                  Comments

                     
                    Picture of Fauzi Angung Pambudi 07111745000042
                    by Fauzi Angung Pambudi 07111745000042 - Thursday, 18 October 2018, 10:36 AM
                    Anyone in the world

                    Mesin Pompa Air

                    Deskripsi :

                    Mesin pompa air merupakan suatu alat yang digunakan untuk penguat aliran air, dimana bila sumber air tersebut berada di bawah tanah (sumur), maka untuk menarik air tersebut ke permukaan membutuhkan suatu dorongan terus menerus dan bila sumber air yang mengalir sangat kecil, maka pompa ini berfungsi untuk memperkuat aliran air yang dialirkan. Pada kesehariannya penggunaan pompa air bertujuan untuk mempercepat aliran air dari sumber sehingga dapat digunakan untuk penyimapan air (toren) pada tempat tinggi ataupun dapat digunakan secara langsung

                    Mesin pompa air ini dapat dibedakan atas metode konvensional dan saat ini. Pada metode konvesional untuk dapat mengambil air dari sumber tanah membutuhkan usaha yang kuat dengan menimba air secara manual ataupun menggunakan pompa air yang digerakkan oleh tangan. Sedangkan pada mesin pompa air saat ini telah menggunakan motor AC dimana penggeraknya merupakan hasil gerakan rotasi yang dihasilkan oleh motor, sehigga pada pengaplikasiannya hanya membutuhkan mesin pompa air itu sendiri dan sumber listrik AC. Bahkan saat ini pun telah memiliki pelampung otomatis yang ditempatkan pada penampungan air (toren) di bagian atas rumah, hal ini dapat membantu dalam indikator tingginya air pada tempat penampungan, sehingga bila tinggi air berkurang maka secara otomatis mesin pompa air akan berfungsi hingga titik tertentu dan mesim pompa air mati.

                    Kriteria            :

                    1. Diharapkan dapat memperkuat aliran air dari sumber bawah tanah ataupun sumber aliran air yang sangat kecil
                    2. Diharapkan dapat mengalirkan air ke penampungan air (toren) yang diletakkan pada atas rumah.

                    Indikator         :

                                Pada model penyimpana  air (toren) yang memiliki pelampung air, hal tersebut difungsikan sebagai bagian dari hal otomasi dalam mesin pompa air. Bila pompa air tersebut berfungsi maka hal tersebut merupakan indikator bahwasannya tempat penyimpanan air tersebut mulai berkurang dan telah diisi kembali hingga mesin pompa mati dimana kondisi merupakan indikator bahwasannya air pada tempat penyimpanan tersebut dapat digunakan hingga penggunaan tertentu.

                    Variable           :

                                Variable pada sistem otomasi yang digunakan pada pompa air ini adalah level tempat penyimpanan air yang memfungsikan pelampung air sebagai variable yang dapat diubah sesuai dengan kinerja pompa air yang akan difungsikan terebut.

                    Parameter        :

                                Parameter yang terdapat pada sistem ini antara lain energi yang digunakan pompa air untuk menggerakkan motor, spesifikasi motor, jenis pelampung air dan sumber dari air yang akan disalurkan.

                    Batasan           :

                                Batasan yang dimiliki oleh sistem pompa air ini yaitu kinerja dari pompa saat dinyalakan akan langsung berfungsi maksimal, hal tersebut dikarenakan tidak adanya pengaturan kecepetan motor AC pada mesin pompa air ini.

                    Lingkungan sistem :

                                Hasil dari sistem yang telah diterapkan memiliki dampak yaitu dapat membantu untuk mengambil air baik dari smur ataupun aliran air yang kecil, sehingga dapat membuat jumlah air tanah akan berkurang bila dilakukan secara berlebihan

                    Comments

                       
                      Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 45 ()