Site blog

Page: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 45 ()
Picture of Moch Aan Fahrizal 07111745000033
by Moch Aan Fahrizal 07111745000033 - Thursday, 18 October 2018, 10:16 AM
Anyone in the world

Konvensial :

Ibu-ibu rumah tangga biasanya menyiapkan kopi untuk suaminya, untuk membuat kopi dibutuhkan air panas. Mula-mula ibu memanaskan air menggunakan kompor, butuh waktu lama untuk memanaskan air sampai mendidih, dan harus dicek untuk mengetahui air sudah mendidih dengan melihat munculnya  gelembung air.

 

Otomatis :

Dengan menggunakan dispenser untuk membuar air panas sangatlah mudah, air dari galon akan ditampung dan dipanaskan dengan heater, terdapat sensor suhu, ketika sudah mencapai titik didih air heater akan otomatis mati, air panas sudah siap untuk digunakan dan ketik suhu air turun heater akan aktif lagi untuk memanaskan air.

  • Kriteria : dapat memanaskan air dengan cepat dan menjaga air tetap panas
  • Indikator : lampu pada dispenser menyala ketika suhu air sudah sesuai dengan titik didih air
  • Variabel : suhu air
  • Parameter : jenis air, titik didih air
  • Batasan : jika listrik mati dispenser tidak berfungsi

Comments

     
    Picture of M FATAH AL ALIM 2215100705
    by M FATAH AL ALIM 2215100705 - Thursday, 18 October 2018, 9:54 AM
    Anyone in the world

    MESIN ATM

    Pernah kamu merasa jengkel karena antri berjam-jam di bank  untuk melakukan penarikan uang atau transfer atau hanya untuk mengecek saldo.? Dulu ketika masyarakat  masih belum mengenal mesin transaksi uang, masyarakat masih menggunakan cara manual untuk melakukan pembayaran, penarikan dan pengiriman. Dengan munculnya mesin ATM(Anjungan Tunai Mandiri) Kini masyarakat dapat lebih mudah dan praktis untuk melakukan transaksi.  

    Kapan Mesin ATM ditemukan..? Mesin transaksi uang yang kemudian dikenal sebagai ATM pertama kali muncul di Amerika Serikat (1961), Jepang (1966), Inggris (1967), dan Swedia (1968). Di Indonesia, bank pertama yang mengenalkan ATM adalah Bank Niaga tahun 1987.

    Pernahkah kamu kahawatir jika uang yang kamu ambil tidak sesuai dengan nominal yang kamu ketik di mesin ATM..?(pengalaman hehe)Biasanya hal ini terjadi pada nasabah Bank baru yang masih awam dalam menggunakan mesin ATM. eits jangan khawatir lagi ya karena mimin akan memberikan penjelasan secara gambling tentang komponen-komponen dan cara kerja mesin ATM lo. silakan disimak guys….

    Komponen ATM

    Setiap transaksi yang terjadi informasinya akan diterima oleh komputer kemudian dikirimkan ke pusat data melalui sarana telekomunikasi bisa line telpon, Vsat maupun radio, ATM ini dapat dimonitor statusnya dari pusat data sehingga dapat diketahui apakah ATM ini sedang mati atau uangnya sudah habis.

    Mesin ATM terdiri dari 2 bagian :

    a)    Bagian Atas (Upper Compartement) :

    • – Monitor: Untuk menampilkan data digital
    • – Customer keypad: Tombol untuk pengguna
    • – Card reader: Kartu ATM pengguna
    • – Journal printer: Untuk mencetak uang
    • – Receipt Printer: Untuk mencetak tanda terima

    b)   Bagian Bawah (Lower Compartement) :

    • – Combination lock: Kunci penjaga kerahasiaan pengguna
    • – Dispenser module: pengumpul uang
    • – Cash cassette: bagian penyimpan uang
    • – Reject cassette: menarik kembali drive yg rusak
    • – CPU: sistem pusat kontrol

    Cara Kerja Mesin ATM

    ATM adalah sebuah terminal data yang mempunyai dua perangkat input dan empat perangkat output. Seperti halnya sebuah terminal data, ATM harus memiliki koneksi ,terhubung, dan berkomunikasi melalui sebuah host processor (pusat proses). Pusat proses yang disertai oleh Internet service provider (ISP) yang berfungsi sebagai jalur gateway untuk menuju keberbagai macam jaringan ATM dan menjadikan berfungsi bagi si pemegang kartu ATM (orang yang menginginkan uang).

     

     

                           

    Tugas%20Blog.png

                                                                 Gambar: Flowchart Alur Kerja Mesin ATM(Dokumen Pribadi)

    Input : kartu ATM yang terdapat magnetic strip

    Proses : Pada magnetic strip biasanya tertulis data pribadi pemegang kartu, yang berisi nomor rekening, nomor pribadi serta kode access-nya. Dan tulisan ini ditulis dalam bentuk kode-kode tertentu, dan hanya bisa dibaca oleh komputer yang dilengkapi dengan mesin khusus untuk kartu magnetic strip tersebut.

    Output : kita dapat mengambil dan mentransfer uang ke rekening bank lain yang menyebabkan perubahan dari rekening kita.

     

    Referensi

    Prinsip Kerja ATM<http://www.prinsipkerja.com/prinsip-kerja/cara-kerja-mesin-atm/>diakses pada 10 Oktober 2018

    Sejarah Singkat ATM<https://bpptik.kominfo.go.id/2015/04/21/.../sejarah-singkat-atm/>  diakses pada 9 Oktober 2018

    Comments

       
      Anyone in the world

       090279700_1527054915-revolusi_industri.j

      Pada abad ke-21 ini menjadi titik balik dari peradaban canggih dengan berkembangnya teknologi otomatisasi akibat adanya revolusi industri 4.0 . Revolusi industri 4.0 tidak hanya merubah cara kerja di dunia industri namun juga di segala aspek kehidupan. Mulai dari beranjak dari tempat tidur, beraktivitas sampai tidur kembali,  manusia senantiasa dipermudah dengan adanya otomatisasi sehingga berbagai pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, efisien, cepat dan menghemat waktu.

      Secara umum otomatisasi adalah sebuah cara atau proses penggunaan sebuah mesin, sistem kontrol, ataupun sebuah teknologi informasi untuk dapat lebih mengoptimalkan proses produksi, ataupun sistem pengiriman barang dan jasa. Proses Otomatisasi ini pada umumnya dilakukan jika memang dirasa bahwa proses sebelumnya memakan waktu yang cukup lama bila menggunakan tenaga kerja manusia baik berdasarkan faktor kuantitas dan kualitas.

      Saat ini, proses otomatisasi telah umum digunakan oleh kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya proses otomatisasi yang digunakan lebih kepada sistem komponen listrik, mekanik, hidrolik, hingga penumatik, yang dirasa cukup mendapatkan hasil yang signifikan bila dibandingkan dengan tenaga manusia. Salah satunya pada Air Conditioner (AC), sebuah alat untuk mendinginkan ruangan yang kini sudah dapat dilakukan otomatisasi.

      KIPAS_ANGIN_BESI_TORNADO_MEJA___DINDING_

      Sebelum masyarakat mengenal AC, masyarakat mengenal kipas angin sebagai alat konvensional untuk mendinginkan ruangan atau saat gerah. Kipas angin konvensional tidak memerlukan listrik, terbuat dari anyaman kayu dan kain, digerakan dengan tangan sehingga membutuhkan tenaga lebih dari manusia. Seiring perkembangan teknologi, kipas angin termodifikasi dengan menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya sehingga lebih tidak membutuhkan tenaga dari manusia. Kipas angin hanya mampu menghembuskan angin namun belum efisien untuk menurunkan suhu ruangan secara menyeluruh. Maka dari itu digagaslah sebuah alat pendingin ruangan yang lebih canggih bernama Air Conditioner (AC).

      Pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC)  memiliki banyak sekali variasi, fungsi, dan bentuk, yang dalam hal ini disesuaikan pada bentuk dan kapasitas besarnya ruangan yang akan menggunakan fasilitas pendingin ruangan tersebut. Salah satunya adalah pendingin ruangan atau AC yang menggunakan sistem otomatis, dalam hal ini sudah menggunakan remote control dalam mengatur suhu atau temperatur ruangan yang dikehendaki.

      Tak hanya itu, beberapa pendingin ruangan atau AC saat ini bahkan sudah berpredikat Smart AC sehingga tidak memerlukan remote control untuk mengatur suhu. Dengan sensor suhu, temperatur standard yang diinginkan dapat berubah-ubah menyesuaikan jumlah individu yang ada  ruangan tersebut. Apabila jumlah individu di ruangan tersebut banyak maka suhu akan meningkat sehingga terjadi perbedaan suhu dengan suhu yang sudah diatur. Sensor suhu akan mengirimkan data ke kontroler sehingga kontroler akan dengan otomatis menurunkan suhu ruangan tersebut sesuai suhu yang diatur. Dengan otomatisasi, pendingin ruangan atau AC dapat mengatur penggunaan dayanya secara efisien.

       mi-air.jpg

      Perancangan Konseptual

       

      • Kriteria : Mendinginkan ruangan secara efisien
      • Indikator : Lampu indikator mode pada AC, Perubahan mode dari mode less people ke mode crowded people
      • Paramater : Besar ruangan yang dipasang AC
      • Variabel : Banyaknya individu yang beraktivitas di ruangan
      • Batasan : Suhu minimum dan maksimal AC
      Associated Course: RE141668RE141668
      [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 1:15 PM ]

      Comments

         
        Picture of Fadli Rahmasari 07111745000055
        by Fadli Rahmasari 07111745000055 - Thursday, 18 October 2018, 9:40 AM
        Anyone in the world

        FILLING BOTTLE

        Konvensional

        Dengan semakin meningkatnya kemajuan zaman dan semakin banyaknnya jumlah populasi manusia di dunia. Hal ini menyebabkan kebutuhan minuman dan makanan semakin meningat dan manusia inginn mendapatkan suatu kemudahan dalam memproduksi minuman dan makanan secara praktiktis

        Dalam melakukan kegiatan industri atau kegiatan kerja sehari hari mengisi botol minuman atau makanan pada jaman dulu masih banyak menggunakan tenaga manusia dan jumlah produksi nya tidak masimal karena keterbatasan dari tenaga manusia dan akan terjadi banyak kesalahan apabila tenaga manusia sudah berkurang.

        Otomatis

        Filling bottle dengan menggunakan bantuan program PLC atau mikorkontroler sudah sangat banyak di pergunakan pada saat ini karena dapat memudahkan dan menghemat waktu pengerjaan dari kegiatan produksi. Sistem otomatisasi ini memiliki kelebihan yang bnayak dibandingkan menggunakan cara konvensional salah satunya jumlah dari pekerja yangg dipakai menjadi sedikit karena yang melaksanakan tugas pengisian botol adalah mesin dan membutuhkan 1-2 untuk operaor mesin filling bottel nya, kedua kegiatan produksi makanan atau minuman lebih cepat dan sedikit kesalahan yang akan terjadi.

        Kriteria

                    Dapat mengisi botol makannan atau minumana dengan cepat dan sedikit kesalahan.

        Indikator

        • Display dari mesin di control room (HMI)
        • Display pengisian botol di plant (lapangan)

        Variabel

        • Ketepatan mesin mengisi botol makanan dan minuman
        • Letak posisi botol yang akan diisi
        • Tombol tombol yang ada di control room maupun yang ada di lapangan

         

        Parameter

        • Jumlah dari botol yang akan diisi
        • Luas dari area yang terjangkau oleh mesin

        Batasan

        Batasan yang dimiliki oleh sistem ini adalah jumlah yang aka diproduksi oleh perusahaan yang aka dihasilkan setiap harinya atau setiap kali produksi

         

         

         

        Associated Course: RE141668RE141668

        Comments

           
          Picture of Elka Gumilar 07111745000047
          by Elka Gumilar 07111745000047 - Thursday, 18 October 2018, 9:35 AM
          Anyone in the world

          Cuci Konvensional

          Kelebihan mencuci secara konvensional adalah penghematan yang cukup signifikan. Kita hanya membutuhka ember yang bisa dipake bertahun – tahun air, deterjen/sabun cuci, serta tempat penjemuran. Biaya minimal yang kita keluarkan adalah uang sejumlah harga deterjen/sabun cuci yang kita gunakan. Selain itu, aktivitas mencuci secara konvensional berarti aktivitas tangan dan tubuh kita. Itu artinya, kita sedang berolahraga. Otot tangan kita menjadi kuat, jantungpun terpacu untuk berdetak karenanya. Kelemahannya adalah—kita terlalu membuang-buang waktu dengan cara ini. Jika untuk ’mengocek’ satu potong baju dibutuhkan waktu 1 menit dan untuk membilas 3 kali dibutuhkan waktu 15 menit, maka 20 lembar pakaian membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit. Waktu yang bagi orang tertentu cukup untuk menghasilkan uang 35 ribu.

          Mesin Cuci.

          Dengan mesin cuci, masalah waktu sepertinya tidak terlalu menjadi persoalan. Maksimal 7 kilogram pakaian membutuhkan waktu sekitar 30 menit merendam, 5 menit mencuci, 15 menit untuk membilas, 5 menit untuk mengeringkan, 3 menit untuk mengalirkan air dan memindahkan cucian dari tabung cuci ke tabung pengeringan, sehingga total waktu yang dibutuhkan adalah 58 Menit. Tapi ingat, selama masa perendaman cucian, mencuci, membilas, dan mengeringkan/memeras, cucian bisa kita tinggalkan. Artinya kita hanya butuh waktu 3 menit untuh mengoperasikan mesin atau memindah cucian dari tabung cucian ke tabung pengeringan. Oleh karena itu waktu yang 55 menit bisa digunakan untuk hal lain. Kelebihan yang lain adalah hemat tenaga. Berbeda dengan mencuci secara konvensional yang akan menyebabkan kita cepat kelelahan. Kelemahannya, selain biaya yang tinggi untuk membeli mesin ternyata air yang dibutuhkan juga tak kalah banyak dibandingkan dengan mencuci secara konvensional.

          Kriteria                 : Banyaknya AIr

          Variabel               : Banyaknya Cucian

          Batasan                : Berat Cucian

          Parameter          : Volume Tabung Mesin Cuci

          Associated Course: RE141668RE141668
          [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 12:23 PM ]

          Comments

             
            Picture of Fadli Rahmasari 07111745000055
            by Fadli Rahmasari 07111745000055 - Thursday, 18 October 2018, 9:33 AM
            Anyone in the world

            FILLING BOTTLE

            Konvensional

            Dengan semakin meningkatnya kemajuan zaman dan semakin banyaknnya jumlah populasi manusia di dunia. Hal ini menyebabkan kebutuhan minuman dan makanan semakin meningat dan manusia inginn mendapatkan suatu kemudahan dalam memproduksi minuman dan makanan secara praktiktis

            Dalam melakukan kegiatan industri atau kegiatan kerja sehari hari mengisi botol minuman atau makanan pada jaman dulu masih banyak menggunakan tenaga manusia dan jumlah produksi nya tidak masimal karena keterbatasan dari tenaga manusia dan akan terjadi banyak kesalahan apabila tenaga manusia sudah berkurang.

            Otomatis

            Filling bottle dengan menggunakan bantuan program PLC atau mikorkontroler sudah sangat banyak di pergunakan pada saat ini karena dapat memudahkan dan menghemat waktu pengerjaan dari kegiatan produksi. Sistem otomatisasi ini memiliki kelebihan yang bnayak dibandingkan menggunakan cara konvensional salah satunya jumlah dari pekerja yangg dipakai menjadi sedikit karena yang melaksanakan tugas pengisian botol adalah mesin dan membutuhkan 1-2 untuk operaor mesin filling bottel nya, kedua kegiatan produksi makanan atau minuman lebih cepat dan sedikit kesalahan yang akan terjadi.

            Kriteria

                        Dapat mengisi botol makannan atau minumana dengan cepat dan sedikit kesalahan.

            Indikator

            • Display dari mesin di control room (HMI)
            • Display pengisian botol di plant (lapangan)

            Variabel

            • Ketepatan mesin mengisi botol makanan dan minuman
            • Letak posisi botol yang akan diisi
            • Tombol tombol yang ada di control room maupun yang ada di lapangan

             

            Parameter

            • Jumlah dari botol yang akan diisi
            • Luas dari area yang terjangkau oleh mesin

            Batasan

            Batasan yang dimiliki oleh sistem ini adalah jumlah yang aka diproduksi oleh perusahaan yang aka dihasilkan setiap harinya atau setiap kali produksi

             

             

             

            Comments

               
              Picture of Fajri Dzulfiqar Rosmana 07111745000017
              by Fajri Dzulfiqar Rosmana 07111745000017 - Thursday, 18 October 2018, 9:27 AM
              Anyone in the world

              Air Cooler

              Pendahuluan:

              Otomatisasi dapat diartikan sebagai suatu proses penggunaan sebuah mesin, sistem kontrol ataupun sebuah teknologi informasi untuk dapat lebih mengoptimalkan suatu sistem. Proses otomatisasi pada umumnya dilakukan karena pada proses sebelumnya memakan waktu yang lama bila menggunakan tenaga kerja manusia baik berdasarkan faktor kuantitas maupun kualitas. Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya proses otomatisasi yang diterapkan lebih condong ke sistem komponen listrik, mekanik, hidrolik hingga pneumatic.

              Salah satu contoh otomatisasi sistem yang terdapat dikehidupan sehari hari adalah sistem dari air cooler.

              pen-pac103-1.jpg

              Gambar 1. Air Cooler

               

              Deskripsi:

              Air cooler merupakan suatu produk elektronik alternative yang dapat menggantikan fungsi Air Condiotioner (AC) maupun kipas angin (modern atau konvensional) sebagai alat pendingin ruangan. Kipas angin konvensional tidak memerlukan sumber daya berupa listrik, terbuat dari bahan anyaman kayu maupun kain dan digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia.

              Video 1. Air Cooler

              kipas.jpg

              Gambar 2. Kipas konvensional

               

              Air cooler memiliki perbedaan yang jelas dengan AC, air cooler dapat memberikan efek udara sejuk sekaligus melembabkan udara di sekitar ruangan. Air cooler memiliki ukuran kecil dan tidak memakan konsumsi listrik yang besar, sehingga biasa menjadi alternative bagi orang-orang yang menginginkan pendingin ruangan tanpa harus memakan biaya listrik yang besar. Beberapa orang memiliki alasan untuk menghemat listrik, dan lebih memilih untuk memasang kipas angin, namun ketika kipas angin sudah dipasang diruangan, udara masih saja terasa panas. Hal tersebut sangat lumrah, dikarenakan fungsi kipas angin hanya sebagai pemutar udara di dalam ruangan dan tidak mendinginkan ataupun menyejukan ruangan sama sekali. Berbeda dengan udara yang dihasilkan oleh air cooler, udara yang dihasilkan akan terasa lebih sejuk dan dingin. Hal tersebut disebabkan air cooler memang memiliki fitur ice pack sehingga udara di ruangan akan terasa lebih sejuk dan dingin. Karena menggunakan sistem uap air, udara yang dihasilkan dari air cooler menjadi lembab sehingga sangat cocok untuk ruangan yang terasa panas dan pengap karena air cooler dapat menurunkan suhu udara di dalam ruangan.

              air%20cooler%20block%20diagram%20ENG.jpg

              Gambar 3. Air Cooler Block Diagram

               

              Perancangan Konseptual:

              • Kriteria:

                Kriteria yang diharapkan dari sistem Air cooler adalah:

              1. Dapat menghembuskan angin yang sejuk sehingga dapat mendinginkan ruangan.
              2. Dapat menghembuskan angin kearah kurang lebih 180 derajat.
              3. Dapat diatur kedalam mode ice pack.
              4. Dapat diatur mode operasinya sesuai kebutuhan.
              5. Dapat bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan.
              • Indikator:

                Pada beberapa model Air cooler, terdapat beberapa indikator seperti:

              1. Untuk mengetahui arah hembusan angin yang dihasilkan, Umumnya indikator tersebut berupa simbol lampu, dan indikator aktif ketika arah hembusan bergerak berulang sekitar 180 derajat.
              2. Untuk mengetahui fitur ice pack aktif atau tidak. Umumnya indikator tersebut berupa simbol lampu, dan indikator aktif ketika fitur ice pack aktif.
              3. Untuk mengetahui mode yang sedang beroperasi pada Air Cooler. Umumnya indikator tesebut berupa simbol lampu seperti simbol lampu sleep untuk mode tidur, simbol lampu energy saving untuk mode hemat energi, dan simbol lampu normal untuk mode normal.
              4. Untuk mengetahui seberapa besar hembusan angin yang dihasilkan. Umumnya indukator tersebut berupa simbol lampu seperti simbol lampu low untuk kecepatan motor pelan, simbol lampu medium untuk kecepatan motor sedang, serta simbol lampu high untuk kecepatan motor tinggi.
              5. Untuk mengetahui fitur timer aktif atau tidak. Umumnya indicator tersebut berupa simbol lampu seperti simbol lampu 1h untuk operasi sistem selama 1 jam dan seterusnya. Biasanya hanya dapat diatur hingga 8 jam.
              • Variabel:

                Variabel pada sistem Air Cooler antara lain:

              1. Kecepatan motor.
              2. Arah hembusan angin.
              3. Waktu operasi.
              4. Mode operasi.
              • Parameter:

                Parameter yang terdapat pada sistem ini antara lain jenis energi yang digunakan untuk menggerakan motor, spesifikasi motor, final control element yang digunakan.

              • Batasan:

                Batasan yang dimiliki oleh sistem ini antara lain:

              1. Kecepatan maksimal motor.
              2. Sudut maksimal arah hembusan angin.
              3. Mode operasi yang tersedia.
              4. Waktu operasi maksimal.

               

              Associated Course: RE141668RE141668
              [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 3:37 PM ]

              Comments

                 
                Picture of A Dimas Maestrodiar 07111745000050
                by A Dimas Maestrodiar 07111745000050 - Thursday, 18 October 2018, 9:15 AM
                Anyone in the world

                Konvensional:

                            Cruise Control adalah sebuah inovasi baru yang bisa memberikan kebebasan didalam mengemudikan mobil dengan kecepatan yang stabil , sehingga memungkinkan kaki anda tidak harus menekan pedal gas secara terus menerus, dan tekhnologi ini juga biasa di sebut juga sebagai speed control atau juga autocruise dan berbagai nama lainnya yang bisa anda temukan di mobil modern karena setiap pabrikan memang memberi nama tekhnologi ini berbeda-beda walaupun fungsinya masih sama saja. Apabila manusia ingin untuk mengendarai mobil secara konstan, maka pedal mobil juga diinjak agar penekannanya tidak berubah secara tiba-tiba. Selain itu, apabila manusia lalai dalam mengendalikan mobilnya maka akibatnya bias lebih fatal. secara konvensional dapat dilihat pada video berikut ini :

                 

                Otomatisasi:

                Fungsi dari tombol ini adalah untuk menyetabilkan kecepatan mobil , ketika anda ingin melakukan perjalanan jauh, katakanlah anda ingin berlari dengan kecepatan 80km/jam maka anda harus memacu mobil anda sampai dengan kecepatan tersebut kemudian anda perlu mengaktifkan fitur ini agar mobil anda terus stabil pada kecepatan 80km/jam, dan sistem ini bisa anda kontrol menggunakan tombol didekat kemudi anda, dan setelah anda mengaktifkan fitur ini anda tidak perlu menekan pedal gas lagi.

                Dan pada umumnya fitur ini hanya bisa dipakai apabila kendaraan melaju diatas 40km/jam apabila melaju dibawah 40km/jam fitur ini tidak bisa diaktifkan, ya memang benar karena fitur ini sebenarnya diperuntukan dijalan tol yang pada umumnya memiliki batas kecepatan minimal 60km/jam. Berikut merupakan diagram blok dari system cruise control. Kontroller yang digunakan adaalh controller PI. Dan sensor yang digunakan adalah sensor kecepatan untuk dikembalikan ke summing point dan dihitung nilai error nya.

                cruise control diagram

                Dan bisa dikatakan kalau Cruise Control ini tidaklah cocok dalam perkotaan yang memiliki kepadatan kendaraan yang cukup banyak, karena bisa membahayakan anda dan juga pengemudi yang lainnya, bahkan ada di beberapa negara yang memiliki 4 musim ketika musim salju datang semua mobil-mobil tidak boleh mempergunakan fitur ini karena akan sangat beresiko tergelincir dan kehilangan kendali, jadi penggunaan Cruise Control dengan cara yang kurang tepat hanya akan membuat bahaya diri anda dan orang lain. dan berikut adalah video dari cruise control pade mobil Mitsubishi Expander :

                •  Kriteria :

                                 1. Dapat mengatur kecepatan konstan pada kendaraan

                                 2. Dapat mengatur jarak mobil dengan benda disekitar mobil

                •  Indicator :

                                 1. Speedometer menunjukan kecepatan yang tidak berubah secara tiba-tiba

                • Variable :

                                 1.  Kecepatan

                                 2.  Jarak benda disekitar dengan mobil

                • Parameter :

                                 1.   Controller

                • ·Batasan :

                                 1.  Kecepatan harus lebih besar dari 40 km/jam

                 

                 

                Associated Course: RE141668RE141668
                [ Modified: Friday, 19 October 2018, 10:07 AM ]

                Comments

                   
                  Anyone in the world

                  Topik : Otomatisasi Memasak Nasi

                   

                  Konvensional.

                  Zaman dahulu, nasi memang tidak dimasak menggunakan penanak elektrik atau rice cooker. Orang zaman dulu mengenal teknik meliwet beras hingga jadi nasi atau merebus beras lebih dulu dan mengukusnya. Teknik yang sudah mulai dilupakan ini padahal berguna bagi mereka yang jarang memasak nasi, hingga tidak memiliki penanak elektrik.

                  Cara memasak nasi secara konvensioan tidaklah susah, hanya tidak semudah menggunakan rice cooker, untuk dapat memasak nasi secara konvensional maka persiapkanlah peralatan-peralatan yang dibutuhkan, dan ikuti langkah-langkah mamasak nasi di bawah ini,

                  Peralatan yang dibutuhkan:

                  1. Kompor
                  2. Dandang
                  3. Kukusan
                  4. Sendok kayu (untuk mengaduk nasi)

                  Bahan yang digunakan:

                  1. Beras
                  2. Air matang

                  Langkah-langkah:

                  1. Cuci beras dengan air bersih hingga 2 atau 3 kali bilasan.
                  2. Buang air bilasan, jangan digunakan untuk memasak nasi
                  3. Tambahkan air matang hingga setinggi 1 ruas jari telunjuk
                  4. Masak beras dengan api besar, kecilkan jika beras mulai mengembang.
                  5. Aduk sesekali dan tutup jika sedang tidak diaduk.
                  6. Jika air sudah habis, matikan kompor dan tutup panci selama 20 menit
                  7. Pindahkan beras dari panci ke kukusan. Masak dengan api sedang hingga nasi benar-benar empuk (biasanya sekitar 20-30 menit). Matikan api
                  8. Setelah matang, biarkan kukusan dalam keadaan tertutup selama 10 menit.
                  9. Siap disajikan

                  IMG01213-20141230-1111.jpg

                  Gambar 1. Menanak Nasi Secara Konvensional

                  konvensional.PNG

                  Gambar 2. Diagram Blok Menanak Nasi Secara Konvensional

                  Video 1. Menanak Nasi Secara Konvensional

                   

                  Otomatis ( menggunakan rice cooker ).

                  Penanak nasi (rice cooker) adalah pilihan yang mudah dan efektif digunakan untuk memasak nasi. Saat ini, ada banyak penanak nasi yang dilengkapi fitur penghangat sehingga tetap bisa menjaga nasi tetap hangat setelah matang. Anda tidak perlu mengawasi penanak nasi setiap saat hingga nasi matang, karena alat ini dilengkapi dengan sensor atau pengatur waktu otomatis yang mengeluarkan bunyi klik ketika nasi telah matang.

                  Cara memasak nasi dengan rice cooker sangatlah mudah, dan mengunakan sedikit peralatan, untuk dapat memasak nasi secara otomatis maka persiapkanlah peralatan dan bahan yang dibutuhkan, dan ikuti langkah-langkah mamasak nasi di bawah ini,

                   

                  Peralatan yang dibutuhkan:

                  1. Rice Cooker

                  Bahan yang digunakan:

                  1. Beras
                  2. Air matang

                  Langkah-langkah:

                  1. Cuci beras dengan air besih 2 hingga 3 kali. Ini bertujuan agar nasi bersih dari beberapa kotoran dan bau apek.
                  2. Setelah beras di cuci masukkan kedalam wadah rice cooker dan isi dengan air baru yang bersih hingga satu ruas telunjuk.
                  3. Masukkan wadah kedalam rice cooker, jangan lupa colokkan kabel listrik dan gunakan mode memasak/cook agar nasi menjadi matang.
                  4. Selanjutnya tinggalkan saja rice cooker-nyakarena nasi akan masak secara otomatis dan ketika matang lampu indikator akan berubah .

                  Nasi-Di-Rice-Cooker-Sering-Jadi-Kuning-d

                  Gambar 3. Menanak Nasi Dengan Rice Cooker

                  thKVD0VLEF.jpg

                  Gambar 4. Rice Cooker

                  otomatis.PNG

                  Gambar 5. Diagram Blok Menanak Nasi Dengan Rice Cooker

                  Video 2. Menanak Nasi Dengan Rice Cooker

                   

                  Rice cooker dapat memasak nasi secara otomatis karena dibekali dengan komponen-komponen elektrik yang telah di rangkai sebagaimana mestinya hingga dapat mendetaksi nasi telah matang ataupun belum, berikut ini adalah cara kerjanya,

                  Cara kerja rice cooker :

                  1. Pada waktu menanak nasi, saklar akan terhubung dengan elemen pemanas utama, arus listrik langsung menuju ke elemen utama dan lampu rice cooking menyala. Ketika suhu pemanas mencapai maksimal (suhu  lebih dari 100OC)  dan nasi sudah matang maka thermostat trip (magnet dari otomatis) langsung menggerakkan tuas sehingga posisi saklar jadi berubah mengalirkan listrik menuju ke elemen penghangat nasi melewati thermostat (menjaga suhu didalam rice cooker tetap dalam suhu 80OC).
                  2. Pada posisi penghangat ketika suhu thermostat sudah maksimal arus yang menuju ke elemen penghangat akan terputus otomatis, begitu pula ketika suhu pada thermostat berkurang maka otomatis arus menuju elemen penghangat akan terhubung kembali secara otomatis, proses ini akan berlangsung secara terus menerus.

                   

                  Video 3. Cara Kerja Rice Cooker

                  Kriteria           :

                  1. Dapat memasak nasi tanpa gosong.

                  Indikator         :

                  1. Lampu dan bunyi.

                  Variable          :

                  1. Kondisi tombol dan banyak beras.

                  Parameter       :

                  1. Batas suhu thermostat ( memasak >100OC dan penghangat 80OC ).
                  2. Takaran air satu ruas telunjuk dari atas beras.

                  Batasan           :

                  1. Kapasitas rice cooker.

                   

                  Sumber : https://www.kelistrikanku.com/2016/02/ricecooker-adalah.html

                  Associated Course: RE141668RE141668
                  [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 5:16 PM ]

                  Comments

                     
                    Anyone in the world

                    Otomatisasi Sistem

                    Topik   : Pengering Tangan Otomatis

                     

                    Konvensional :

                    Pada sistem konvensional, untuk mengeringkan tangan biasanya harus menggunakan alat bantu seperti handuk atau tisu. Caranya adalah dengan mengusapkan handuk berkali-kali ke bagian tangan yang basah sampai tangan dirasa sudah kering (sesuai keinginan pengguna).

                     Alur kerja pengering tangan konvensional :

                    konvensional1.png

                    Gambar 1 Alur kerja sistem pengering tangan konvensional

                    Blok Diagram :

                    konvensionalblok.png

                    Gambar 2 Blok diagram sistem pengering tangan konvensional

                    Otomatis :

                    Pada sistem otomatis, prinsip kerja pengering tangan ini ketika sensor mendeteksi sinyal (adanya tangan) yang artinya menghalangi cahaya laser yang dipancarkan menuju ke permukaan receiver. Hal ini menyebabkan relay yang awalnya berada pada kondisi normally open menjadi normally close dan kemudian menghembuskan udara dengan suhu tertentu yang dapat mengeringkan tangan yang basah.

                    Alur kerja sistem pengering tangan otomatis :

                    otomatis.png

                    Gambar 3 Alur kerja sistem pengering tangan otomatis

                    Blok diagram :

                    otomatisblok.png

                    Gambar 4 Blok diagram sistem pengering tangan otomatis

                     

                    Kriteria :

                    • Dapat mengeringkan tangan basah dalam waktu yang cepat
                    • Dapat mengeringkan tangan sesuai dengan tingkat kekeringan yang diinginkan

                     

                    Indikator :

                    Tidak terdapat indikator

                     

                    Variabel :

                    • Tingkat kekeringan

                     

                    Parameter :

                    • Suhu dan tekanan yang dihembuskan oleh alat pengering

                     

                    Batasan :

                    • Dimensi pengering tangan

                    Alat berfungsi jika sensor mendeteksi ada benda (meskipun tangan tidak basah)

                    Associated Course: RE141668RE141668
                    [ Modified: Thursday, 18 October 2018, 7:59 PM ]

                    Comments

                       
                      Page: () 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 ... 45 ()