Berita terkini

Dosen Berjejaring

 
Gambar dari P3AI ITS
Dosen Berjejaring
by P3AI ITS - Tuesday, 17 December 2013, 11:41
 

Memadukan Layanan & Aplikasi untuk Pembelajaran berbasis Share ITS

Model e-learning generasi pertama fokus pada bagaimana institusi menyediakan perangkat-perangkat yang diperlukan untuk mengelola proses belajar mengajar melalui jejaring.

Kemudian, melalui kreativitas komunitas Web secara kolaboratif, segala sesuatunya berubah. Model e-learning generasi kedua memanfaatkan kekuatan web 2.0, cloud computing dan open source untuk memberikan pilihan bagi pengguna dalam hal bagaimana mereka menerima informasi, berinteraksi dengan orang lain, dan mengekspresikan diri secara daring. Tiap-tiap individu memiliki kendali atas bagaimana mereka menciptakan informasi/pengetahuan, terlibat dalam banyak kegiatan, melakukan penelitian, kolaborasi dan komunikasi menggunakan Web.

Jafari, McGee, and Carmean (2006) menyediakan ilustrasi visual model e-learning generasi kedua ini pada gambar di bawah ini.

 model2

Sederhananya, model e-learning generasi kedua mampu memanfaatkan kekuatan Web 2.0 untuk membangun materi pembelajaran, berbagi materi,  menggunakan materi bersama, bekerja sama dan berkolaborasi,  sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar.

Pembelajaran berbasis Share ITS

Beragam aplikasi dan layanan berbasis web, teknologi cloud dan open source, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

-        Learning Management Systems, misal: Moodle, Blackboard, WebCT, etc

-        Content Management Systems, misal: Wordpress, Joomla, Blogspot, etc

-        Content Authoring, misal: Articulate, CourseLab, eXe Learning, Reload, etc

-        Content Sharing & Collaboration, misal: Docstocs, Slideshare, Google Docs, Mendeley, Prezi, etc

-        Content Storage, misal: Google Drive, Box, Dropbox, Skydrive, etc

-        Social Media, misal: Facebook, Twitter, LinkedIn, etc

Dari sekian banyak aplikasi tersebut, Share ITS tergolong dalam klasifikasi pertama, sebagai sistem manajemen pembelajaran yang menyediakan fitur-fitur untuk mengelola partisipan pembelajaran, sumber belajar dan aktivitas pembelajaran. Sistem manajemen pembelajaran dapat memfasilitasi kebutuhan operasional pembelajaran mulai dari persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar sampai dengan pengawasan pembelajaran. Sistem manajemen pembelajaran, seperti halnya Share ITS, mampu mengelola mata kuliah berorientasi pada Kurikulum, mulai dari implementasi rencana pembelajaran, rencana tugas dan rencana evaluasi serta mengelola mata kuliah pada Kurikulum Program Studi sampai dengan Kurikulum pada tingkat Satuan Pendidikan.

Untuk menuju model e-learning generasi kedua, kiranya dapat kita upayakan dengan memadukan layanan dan aplikasi tersebut di atas sebagaimana diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

dosen


Melalui integrasi layanan dan aplikasi ini, akan dapat memfasilitasi pembelajaran kolaboratif, menyusun presentasi, menyusun dokumen, mengerjakan dan mengumpulkan tugas dan aktivitas lainnya dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja, secara individu ataupun bersama-sama melalui jejaring.  

Dosen Berjejaring

Model e-learning generasi kedua ini membutuhkan dosen yang mampu mengembangkan keterampilannya dalam memanfaatkan teknologi berjejaring. Dosen Berjejaring (networked educator) yang mampu mengoperasikan perangkat Web 2.0 dalam implementasi e-learning diilustrasikan oleh Langwitches, merujuk pada Alec Couros (2008), profesor teknologi pendidikan dan media dari University of Regina, melalui model visual berikut:

dosen 

Jadi, Dosen Berjejaring adalah dosen yang mampu secara maksimal mengorganisasikan sumber daya manusia dan sumber belajar melalui jejaring dalam memfasilitasi proses belajar mengajar untuk mewujudkan pembelajaran berpusat kepada mahasiswa dan mewujudkan belajar sepanjang hayat.

Daftar Bacaan

  1. Managing Courses, Defining Learning: What Faculty, Students, and Administrators Want

  2. What Does the Network Mean to You?