Daftar Istilah


Daftar Istilah

A

Aktuator: alat daya yang menghasilkan masukan ke plant sesuai dengan sinyal pengendalian sedemikian hingga sinyal umpan balik akan berkaitan dengan sinyal masukan acuan (set point).

A/D  Converter: perangkat untuk merubah sinyal masukan dalam bentuk analog menjadi sinyal keluaran dalam bentuk digital

C

Continuous Stirred-Tank Reactor (CSTR): merupakan suatu tangki reaktor yang digunakan untuk mencampur dua atau lebih bahan kimia dalam bentuk cairan dengan menggunakan pengaduk (mixer).

E

Eror: selisih harga antara sinyal keluaran sistem yang terukur dengan sinyal setpoint.

F

Fungsi Transfer = Fungsi alih

K

Kapasitasnsi fluida- C: perubahan jumlah cairan yang tersimpan , yang diperlukan untuk menimbulkan satu satuan potensial (tinggi tekan).

Kapasitansi termal C : perubahan kalor yang tersimpan terhadap perubahan suhu (J/C)

Keadaan (state):  keadaan suatu sitem dinamik adalah himpunan terkecil dari variabel-variabel (disebut variabel keadaan) sedemikian rupa sehingga dengan mengetahui varibel-variabel ini pada t=to, bersama-sama dengan masukan untuk t³to, dapat menentukan secara lengkap perilaku sistem untuk setiap waktu t³to.

L

Linear Time Invariant: Persamaan diferensial dengan koefisien konstan

Linear Time Varying: Persamaan diferensial dengan parameter model berubah terhadap waktu

M

Maksimum overshoot (Mp) : adalah nilai puncak tertinggi dari kurva respon.

Manuvering: kemampuan olah gerak kapal

Matriks Singular: Suatu matriks jika nilai determinannya sama dengan nol.

Matriks Non Singular: Suatu matriks jika nilai determinannya tidak sama dengan nol.

N

Nonlinier feedback control (Teknik Linierisasi Feedback – FLT): strategi pengendalian dengan sinyal umpan balik didasarkan pada pengukuran atau model analitik dari plant untuk kemudian diaplikasikan untuk mengkompensasi efek non linier.

O

Offset: Error sistem pada saat keadaan tunak (steady state)

P

Parameter: merupakan variabel yang tertentu dan konstan berkaitan dengan batasan fisik dari sistem

Pengaturan = Pengendalian, kontrol, kompensator

Pengendalian atau kontrol: adalah upaya yang dilakukan untuk menjaga/mencapai kondisi yang diinginkan pada sistem fisik dengan merubah variabel tertentu yang dipilih.

Pengendalian dapat juga berarti mengukur nilai dari variabel sistem yang dikendalikan dan menerapkan variabel yang dimanipulasi ke sistem untuk mengoreksi atau membatasi penyimpangan nilai yang diukur dari nilai yang dikehendaki

Pengendali atau Kontroler: adalah komponen dalam sistem pengendalian yang menghasilkan sinyal kendali / kontrol.

Pengendali atau kontroler: adalah komponen yang membandingkan setpoint dengan variabel keluaran (keluaran terukur), menghitung berapa banyak koreksi yang perlu dilakukan, dan mengeluarkan sinyal koreksi (sinyal kontrol) sesuai dengan perhitungan tadi.

Pengendali adaptif:  strategi dari sebuah pengendali (misalkan PID) dimana gain – gain pengendalinya diatur sesuai dengan kriteria performansi.

Pengendalian Proporsional: adalah pengendali dimana sinyal keluarannya berbanding lurus / proporsional terhadap sinyal eror

Pengendalian Integral: adalah pengendali dimana sinyal keluarannya sebanding dengan integral (akumulasi) sinyal eror

Pengendalian Derivatif: adalah pengendali dimana sinyal keluarannya sebanding dengan turunan (laju) sinyal eror

Pengendalian Proporsional Integral: adalah pengendali dimana sinyal keluarannya sebanding dengan sinyal eror + integral (akumulasi) sinyal eror

Pengendalian Proporsional Derivatif: adalah pengendali dimana sinyal keluarannya sebanding dengan sinyal eror + turunan (laju) sinyal eror

Pengendalian Proporsional Integral Derivatif: adalah pengendali dimana sinyal keluarannya sebanding dengan sinyal eror + integral (akumulasi) sinyal eror + turunan (laju) sinyal eror

Pengendali servo: melakukan modifikasi atau meningkatkan performansi keluaran (baik statik maupun dinamik) dari suatu sistem (robot, proses di industri pesawat terbang, manufaktur dll), dengan cara merubah respon sistem atau menstabilkan plant yang tidak stabil.

Persamaan karakteristik: merupakan persamaan yang diperoleh dari persamaan penyebut =0, dari sebuah fungsi alih dalam domain Laplace - s.

Plant:  seperangkat peralatan, mungkin hanya terdiri dari beberapa bagian mesin yang bekerja bersama-sama, dan yang digunakan untuk melakukan suatu operasi tertentu.

Plot Bode: adalah dua grafik pada semi log dengan skala pada sumbu vertikal adalah linier, sedangkan pada sumbu imajiner adalah skala logaritmik. Grafik pertama menunjukkan besaran dari respon frekuensi G(jω) dalam desibel vs log dari ω – frekuensi. Grafik kedua merupakan fungsi phase θ(ω) vs log ω.

Pole: merupakan akar – akar dari persamaan penyebut = 0, dari fungsi alih loop terbuka

Proses:  setiap operasi dari plant yang dikendalikan, yang terpenting dari proses ini adalah adanya perubahan variabel proses. Kamus Merriam-Webster mendefinisikan proses sebagai operasi atau perkembangan alamiah yang berlangsung secara kontinyu yang ditandai oleh suatu deretan perubahan kecil yang berurutan dengan cara yang relatif tetap dan menuju ke suatu hasil atau keadaan akhir tertentu.

R

Regulator: Menjaga kondisi operasi pada susatu sistem dalam keadaan “fixed” (misalkan, laju aliran pada pipa, kecepatan motor, ketinggian pesawat terbang, arah dari kapal dsb) saat adanya gangguan dari luar (seperti adanya kebocoran pada pipa, gangguan angin, arus laut dan gelombang dsb).

Response = tanggapan

Robustness = kekokohan

Robustness:  Membuat proses / plant tidak sensitif terhadap perubahan sifat internalnya

Ruang keadaan = state space

Ruang keadaan:  ruang n dimensi yang sumbu koordinatnya terdiri dari sumbu x1, sumbu x2,…, sumbu xn .

S

Sensor = elemen pengukur, pengukur

Sensor atau elemen pengukur: alat yang mengubah variabel keluaran menjadi variabel yang sesuai dengan sinyal masukan acuan (set point).

Servomekanik: merupakan sistem pengendalian umpanbalik dimana keluarannya adalah variabel berupa posisi, kecepatan, atau percepatan.

Setpoint: Nilai variabel yang dikehendaki pada sistem pengendalian

Sistem : kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja secara bersama-sama dan melakukan sasaran tertentu.

Sistem Non Linier: Sebuah sistem apabila dinyatakan dalam bentuk persamaan diferensial non linier.

Sistem orde satu: adalah sistem yang mempunyai fungsi alih dengan pangkat s pada persamaan pembilang tertinggi satu

Sistem orde dua: adalah sistem yang mempunyai fungsi alih dengan pangkat s pada persamaan pembilang tertinggi dua

Sistem orde tinggi: adalah sistem yang mempunyai fungsi alih dengan pangkat s pada persamaan pembilang tertinggi lebih dari dua

Sistem pengendalian umpan maju - Forward Control System: adalah sistem pengendalian yang bekerja hanya berdasarkan sinyal umpan maju dari setpoint. 

Sistem pengendalian umpan balik - Feedback Control System: sistem pengendalian yang bekerja berdasarkan sinyal eror yang merupakan selisih antara setpoint dengan keluaran sistem.

Sistem pengendalian SISO : sistem pengendalian dengan masukan-tunggal-keluaran- tunggal (Single Input Single Output - SISO).

Sistem pengendalian MIMO: sistem pengendalian dengan masukan-banyak-keluaran-banyak (Multi Input Multi Output - MIMO).

Sistem pengendalian MISO:sistem pengendalian dengan masukan-banyak-keluaran-tunggal (Multi Input Single Output - MISO).

Sistem pengendalian diterministik: sistem pengendalian yang respon / tanggapan terhadap

masukan dapat diperkirakan

Sistem pengendalian proses: adalah sistem pengendalian otomatis dimana variabel yang dikendalikan k adalah suatu variabel seperti temperatur, tekanan, aliran, level cairan atau pH.

Sistem pengendalian stokastik: sistem pengendalian yang respon / tanggapan terhadap masukan tidak dapat diperkirakan

Sistem pengendalian sekuensial: adalah sistem yang melakukan beberapa operasi secara otomatis step by step yang bekerja sesuai dengan aturan (sequence) yang telah ditentukan

T

Tahanan fluida - R, perubahan beda tinggi muka yang diperlukan untuk menimbulkan satu satuan perubahan laju aliran (m/m3/dtk)

Tahanan termal R : perubahan beda suhu terhadap perubahan laju aliran panas (oC/Watt)

Transmitter: alat yang berfungsi untuk membaca sinyal keluaran sistem, dan mengubah menjadi sinyal yang dimengerti oleh pengendali.

V

Variabel: adalah suatu besaran yang nilainya dapat berubah-ubah

Variabel yang dimanipulasi: adalah variabel atau keadaan yang diubah oleh pengendali untuk mempengaruhi nilai variabel  yang dikendalikan. Variabel yang dimanipulasi dapat juga didefinisikan sebagai variabel masukan yang dapat diatur

Variabel yang dikendalikan: adalah besaran atau keadaan yang diukur dan dikendalikan

Variabel exogenous: adalah masukan yang berasal dari luar sistem dan tidak dapat diubah oleh pengendali

Variabel Masukan: merupakan variabel yang menyebabkan atau menghasilkan keluaran. Variabel Masukan: didefinisikan sebagai rangsangan yang diberikan pada sistem pengendalian dari sumber daya luar, biasanya untuk menghasilkan respon tertentu dari sitem pengendalian tersebut.

Variabel Keluaran: merupakan variabel yang merupakan hasil atau respon nyata dari sistem pengendalian, dapat sama dengan yang diharapkan sebagai akibat dari masukan, dapat juga tidak sama.

Variabel keadaan: variabel keadaan suatu sistem dinamik adalah himpunan terkecil dari variabel-varibel yang menentukan keadaan sistem dinamik. Jika paling tidak diperlukan n variabel x1(t),x2(t),…,xn(t) untuk melukiskan secara lengkap perilaku suatu sistem dinamik (sedemikian rupa sehingga setelah diberikan masukan untuk t³to dan syarat awal pada t=to maka keadaan sistem yang akan datang telah ditentukan secara lengkap), maka n variabel x1(t),x2(t),…,xn(t) tersebut merupakan suatu himpunan variabel keadaan.

Vektor keadaan: suatu vektor yang menentukan secara unik keadaan sistem x(t) untuk setiap t=to, setelah ditetapkan masukan u(t) untuk t=to.

 W

Waktu tunda (delay time) td : adalah waktu yang diperlukan oleh respon untuk mencapai setengah (50%) nilai akhir untuk waktu yang pertama.

Waktu naik (rise time) tr : adalah waktu yang diperlukan oleh trespon untuk naik dari 10% menjadi 90%, 5% menjadi 95% atau 0% menjadi 100% dari nilai akhir yang digunakan. Untuk sistem atas redaman (overdamped) waktu naik yang biasa digunakan 10% menjadi 90%.

Waktu puncak (peak timetp : adalah waktu yang diperlukan respon untuk mnecapai puncak pertama / overshoot.

Waktu Turun (settling time) ts : waktu yang diperlukan respon saat set point adalah fungsi step untuk masuk di daerah kreteria offset 2% atau 5% dari nilai akhir.

Z

Zero: merupakan akar persamaan pembilang = 0 dari fungsi alih loop terbuka



Browse the glossary using this index

Special | A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | ALL
No entries found in this section